Pacarmu Belum Tentu Jodohmu - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah nih bisa posting lagi. Kali ini saya akan posting mengenai Pacarmu Belum Tentu Jodohmu. Nah yang perlu diketahui cerita di bawah ini bukanlah cerita saya, melainkan cerita seseorang, yang saya temukan dari facebook.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan pembaca yang pernah pacaran atau sedang pacaran. Kisah ini merupakan refleksi perjalanan hidup saya yang seperti roller coaster, yang mungkin pacaran dan putus cinta merupakah hal umum dan biasa saja bagi banyak orang, tapi bagi saya luar biasa karena dengan peristiwa2 itulah saya mengenal Islam dan diuji keimanan saya setelah masuk Islam.
Tulisan ini juga Insya Allah tidak dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan tokoh utama dalam kisah ini, dan bilapun teman2 saya tau siapa orangnya mohon tidak usah dikorek-korek dan disampaikan ke yang bersangkutan. Rasa benci, sakit hati saya Alhamdulilah sudah hilang jauh sebelum saya menikah lebih dari 9 tahun lalu dan ketika saya menulis kisah ini pun biasa saja. Mari dimulai..
Saya mengenalnya sebagai adik kelas saya saat saya kuliah S1. Monik dalam wujud laki2, begitulah orang-orang yang mengenal saya dan dia menilainya, maksudnya dia seperti saya yang aktif, enerjik, aktivis di berbagai kegiatan kampus-kemahasiswaan. Karena OSPEK (Orientasi mahasiswa baru, penggojlokan untuk menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa dan Unit kegiatan) membuat kami dekat. Di agama yang saya anut dulu tidak ada aturan dan larangan mengenai khulwah/khalwat apalagi pacaran. Dan teman2 saya yang beragama Islam pun biasa saja ber khulwah / khalwat dan berpacaran. Sempat ragu, maju mundur waktu itu untuk “jadian” (istilah jaman dulu , gak tau kalau sekarang apa) sama dia, karena perbedaan agama dan juga suku. Tapi akhirnya kami jadian juga dan melewati perkuliahan di jurusan yang sama.
Tahun pertama kami tidak memikirkan masa depan, jalani saja begitu pikiran saya. Masalah muncul ketika keluarga, terutama kedua orang tuanya dapat informasi tentang saya. Secara frontal hubungan kami ditentang dan pernah dia dimarahi habis-habisan karena tidak sengaja kami bertemu saat orang tuanya berkunjung ke Bandung. Setelah kejadian tersebut barulah kami mulai membicarakan masa depan, mau dibawa ke mana hubungan ini (ini mirip lirik lagu :D).
Kendala pertama tentu perbedaan agama, sangat berat saat itu saya memutuskan untuk mulai mencari tau dan mempelajari agama Islam secara otodidak, walau si dia pun belajar juga agama yang saya anut saat itu. Yang kami lakukan saat itu tentu sekedar membaca buku dan berdiskusi dengan teman-teman. Sekitar 2 tahun hal tersebut kami lakukan (belajar bersama) dan backstreet dari kedua orang tua kami. Selama 2 tahun belajar hidup saya sangat tidak tenang karena kucing-kucingan dengan kedua keluarga kami baik dalam hal hubungan kami maupun fakta bahwa kami saling belajar agama masing-masing saat itu. Pernah juga ada insiden ketika dia sakit berat dan saya beserta teman2 membawanya dirawat di RS saya bertemu lagi keluarganya, kemarahan orang tuanya dapat diredam karena dijelaskan oleh orang tua sahabat saya bahwa bila dia tidak saya urus & bawa ke RS maka dia bisa tidak tertolong.
Di akhir tahun 2000 saya lulus S1 dan awal tahun 2001 saya melanjutkan kuliah ke Jakarta. Lebih bebas tentu saja. Lebih bebas di sini dalam arti saya lebih bebas belajar agama tanpa perlu kucing-kucingan. Berbagai buku saya beli dan baca, tinggal belum ada keberanian untuk bertanya langsung ke Ustad/Ustadzah. Sebelum lulus S2 saya Alhamdulilah mendapat pekerjaan yang membuat hati saya makin mantap belajar.
Mesjid Agung Al Azhar , Kebayoran Baru Jakarta saya pilih sebagai tempat untuk bertanya karena ada informasi adanya grup khusus untuk yang mau belajar Islam bagi Non Muslim dan kelas untuk Mualaf. Gemetaran ketika melangkahkan kaki untuk pertama kalinya, sahabat saya menemani saya di hari pertama saya datang. Subhanallah Alhamdulilah saya tidak salah pilih. Di sana banyak orang2 “senasib” dengan saya. Dan banyak sekali “paket” bimbingan yang bisa dipilih. Saya amati yang memilih “paket kilat” seperti kejar setoran belajar untuk menikah dan rata-rata pesertanya itu bule dan orang Indonesia. Saya tidak mau masuk ke kelompok ini, karena ya menikah dengannya adalah salah satu tujuan saya-kami tapi saya tidak mau pindah agama dengan kondisi tidak yakin.
Kemudian Allah mempertemukan saya dengan sebuah kelompok yang benar2 jungkir balik belajar agama Islam regardless mereka pasangan berbeda agama/tidak. Di sinilah saya bertemu saudara-saudara baru, yang hingga saat ini masih sangat dekat di hati.
Pada suatu titik saya yakin untuk memeluk Islam dan saya juga yakin bahwa setelah memeluk Islam masalah saya dengan keluarganya terselesaikan sehingga kami bisa segera menikah dengan tidak mempermasalahkan apa yang akan terjadi dengan keluarga saya, karena waktu itu saya berpikir tentu akan dilarang (memeluk Islam dan menikah dengannnya). 16 Mei 2003 saya mengucapkan 2 kalimah syahadah di Mesjid Al Azhar disaksikan para guru2 saya dan sahabat2 dekat. Pasca memeluk Islam tentu hubungan saya dengan keluarga saya tidak baik. Alhamdulilah saat itu saya sudah hidup mandiri dan berkecukupan. Kesedihan karena hubungan dengan keluarga saya yang tidak baik terobati dengan indahnya angan2 segera menikah dengannya, juga kedua orang tuanya yang mulai membuka diri kepada saya.
Kembali pada judul, itulah yang saya alami. Tidak lama setelah saya memeluk Islam, seingat saya hanya sekitar 3 bulan setelah saya memeluk Islam dan saat itu kami telah berpacaran selama 6 tahunan, saya mendapat berita yang mengejutkan. Ternyata si dia menikah dengan wanita lain, tanpa ada petunjuk/informasi darinya ke saya sebelumnya. Kemudian via telfon saya berusaha mengkonfirmasi apakah betul dan dijawab lirih olehnya, Betul.
Lemas badan saya, bingung apa yang harus saya lakukan, dunia bagai runtuh. Menangis dan menangis itu yang bisa saya lakukan. Kemudian setelah saya menguatkan diri meminta penjelasan via telfon (karena pernikahan mereka dilakukan di kota lain di beda pulau), hubungan kami putus. Gamang, saya Muallaf-yang masih lemah imannya- tidak menyangka dan tidak ada dalam daftar rencana hal ini akan terjadi. Inilah ujian keimanan terbesar saya setelah memeluk Islam.
Sambil jalan menerima kenyataan, saya menjadi wanita yang workaholic, bekerja hingga tengah malam hampir tiap hari saya lakukan. Sabtu minggu saya masih memaksakan diri saya tetap belajar bersama teman2 Muallaf saya dan memanggil guru perempuan untuk mengajar saya membaca Al Quran secara privat. Saya belum menerima dia bukanlah jodoh saya, saya belum pada tahap keimanan menerima inilah takdir, dan menyerahkan semuanya pada Allah.
Karena saya workaholic, beberapa kali saya bekerja hingga dini hari di studio untuk membuat iklan, akhirnya tubuh saya tidak kuat. Tubuh saya collapse dan akhirnya saya dibawa sahabat-sahabat dirawat di RS. Bergantian sahabat2 menemani saya, mereka paham sebabnya karena mereka sahabat2 saya sejak S1. Sendirian di RS seakan ada yang membisiki saya agar ikhlas dan berserah pada Allah. Keluar RS, saya berusaha hidup normal, menyibukkan diri mengikuti pengajian kemana2, terus belajar dan saling menguatkan bersama teman2 Muallaf saya, juga belajar baca Al Quran ke berbagai guru selain privat.
Dan 1,5 tahun kemudian seorang sahabat mengenalkan saya dengan seseorang laki-laki. Iklan pertamanya : Sholeh, Mon… Itu saja yang membuat saya tidak panjang pikir untuk mencari tau tentangnya yang saat itu bekerja di beda pulau. Melalui kumpulan informasi yang saya kumpulkan, korespondensi melalui email dan pertemuan pertama bersama sahabat saya, saya terima lamarannya tanpa pacaran Alhamdulilah. Kami menikah awal 2005, saya sangat ingat bahwa orang tua si dia datang dan menangis tersedu2 saat menghampiri saya, entah apa yang dipikirkan mereka saat itu. Alhamdulilah hingga saat ini pernikahan kami berjalan sudah lebih dari 9 tahun, berbahagia dengan kedua anak laki2 kami.
Demikian mengenai Pacarmu Belum Tentu Jodohmu, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan pembaca yang pernah pacaran atau sedang pacaran. Kisah ini merupakan refleksi perjalanan hidup saya yang seperti roller coaster, yang mungkin pacaran dan putus cinta merupakah hal umum dan biasa saja bagi banyak orang, tapi bagi saya luar biasa karena dengan peristiwa2 itulah saya mengenal Islam dan diuji keimanan saya setelah masuk Islam.
Tulisan ini juga Insya Allah tidak dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan tokoh utama dalam kisah ini, dan bilapun teman2 saya tau siapa orangnya mohon tidak usah dikorek-korek dan disampaikan ke yang bersangkutan. Rasa benci, sakit hati saya Alhamdulilah sudah hilang jauh sebelum saya menikah lebih dari 9 tahun lalu dan ketika saya menulis kisah ini pun biasa saja. Mari dimulai..
Saya mengenalnya sebagai adik kelas saya saat saya kuliah S1. Monik dalam wujud laki2, begitulah orang-orang yang mengenal saya dan dia menilainya, maksudnya dia seperti saya yang aktif, enerjik, aktivis di berbagai kegiatan kampus-kemahasiswaan. Karena OSPEK (Orientasi mahasiswa baru, penggojlokan untuk menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa dan Unit kegiatan) membuat kami dekat. Di agama yang saya anut dulu tidak ada aturan dan larangan mengenai khulwah/khalwat apalagi pacaran. Dan teman2 saya yang beragama Islam pun biasa saja ber khulwah / khalwat dan berpacaran. Sempat ragu, maju mundur waktu itu untuk “jadian” (istilah jaman dulu , gak tau kalau sekarang apa) sama dia, karena perbedaan agama dan juga suku. Tapi akhirnya kami jadian juga dan melewati perkuliahan di jurusan yang sama.
Tahun pertama kami tidak memikirkan masa depan, jalani saja begitu pikiran saya. Masalah muncul ketika keluarga, terutama kedua orang tuanya dapat informasi tentang saya. Secara frontal hubungan kami ditentang dan pernah dia dimarahi habis-habisan karena tidak sengaja kami bertemu saat orang tuanya berkunjung ke Bandung. Setelah kejadian tersebut barulah kami mulai membicarakan masa depan, mau dibawa ke mana hubungan ini (ini mirip lirik lagu :D).
Kendala pertama tentu perbedaan agama, sangat berat saat itu saya memutuskan untuk mulai mencari tau dan mempelajari agama Islam secara otodidak, walau si dia pun belajar juga agama yang saya anut saat itu. Yang kami lakukan saat itu tentu sekedar membaca buku dan berdiskusi dengan teman-teman. Sekitar 2 tahun hal tersebut kami lakukan (belajar bersama) dan backstreet dari kedua orang tua kami. Selama 2 tahun belajar hidup saya sangat tidak tenang karena kucing-kucingan dengan kedua keluarga kami baik dalam hal hubungan kami maupun fakta bahwa kami saling belajar agama masing-masing saat itu. Pernah juga ada insiden ketika dia sakit berat dan saya beserta teman2 membawanya dirawat di RS saya bertemu lagi keluarganya, kemarahan orang tuanya dapat diredam karena dijelaskan oleh orang tua sahabat saya bahwa bila dia tidak saya urus & bawa ke RS maka dia bisa tidak tertolong.
Di akhir tahun 2000 saya lulus S1 dan awal tahun 2001 saya melanjutkan kuliah ke Jakarta. Lebih bebas tentu saja. Lebih bebas di sini dalam arti saya lebih bebas belajar agama tanpa perlu kucing-kucingan. Berbagai buku saya beli dan baca, tinggal belum ada keberanian untuk bertanya langsung ke Ustad/Ustadzah. Sebelum lulus S2 saya Alhamdulilah mendapat pekerjaan yang membuat hati saya makin mantap belajar.
Mesjid Agung Al Azhar , Kebayoran Baru Jakarta saya pilih sebagai tempat untuk bertanya karena ada informasi adanya grup khusus untuk yang mau belajar Islam bagi Non Muslim dan kelas untuk Mualaf. Gemetaran ketika melangkahkan kaki untuk pertama kalinya, sahabat saya menemani saya di hari pertama saya datang. Subhanallah Alhamdulilah saya tidak salah pilih. Di sana banyak orang2 “senasib” dengan saya. Dan banyak sekali “paket” bimbingan yang bisa dipilih. Saya amati yang memilih “paket kilat” seperti kejar setoran belajar untuk menikah dan rata-rata pesertanya itu bule dan orang Indonesia. Saya tidak mau masuk ke kelompok ini, karena ya menikah dengannya adalah salah satu tujuan saya-kami tapi saya tidak mau pindah agama dengan kondisi tidak yakin.
Kemudian Allah mempertemukan saya dengan sebuah kelompok yang benar2 jungkir balik belajar agama Islam regardless mereka pasangan berbeda agama/tidak. Di sinilah saya bertemu saudara-saudara baru, yang hingga saat ini masih sangat dekat di hati.
Pada suatu titik saya yakin untuk memeluk Islam dan saya juga yakin bahwa setelah memeluk Islam masalah saya dengan keluarganya terselesaikan sehingga kami bisa segera menikah dengan tidak mempermasalahkan apa yang akan terjadi dengan keluarga saya, karena waktu itu saya berpikir tentu akan dilarang (memeluk Islam dan menikah dengannnya). 16 Mei 2003 saya mengucapkan 2 kalimah syahadah di Mesjid Al Azhar disaksikan para guru2 saya dan sahabat2 dekat. Pasca memeluk Islam tentu hubungan saya dengan keluarga saya tidak baik. Alhamdulilah saat itu saya sudah hidup mandiri dan berkecukupan. Kesedihan karena hubungan dengan keluarga saya yang tidak baik terobati dengan indahnya angan2 segera menikah dengannya, juga kedua orang tuanya yang mulai membuka diri kepada saya.
Kembali pada judul, itulah yang saya alami. Tidak lama setelah saya memeluk Islam, seingat saya hanya sekitar 3 bulan setelah saya memeluk Islam dan saat itu kami telah berpacaran selama 6 tahunan, saya mendapat berita yang mengejutkan. Ternyata si dia menikah dengan wanita lain, tanpa ada petunjuk/informasi darinya ke saya sebelumnya. Kemudian via telfon saya berusaha mengkonfirmasi apakah betul dan dijawab lirih olehnya, Betul.
Lemas badan saya, bingung apa yang harus saya lakukan, dunia bagai runtuh. Menangis dan menangis itu yang bisa saya lakukan. Kemudian setelah saya menguatkan diri meminta penjelasan via telfon (karena pernikahan mereka dilakukan di kota lain di beda pulau), hubungan kami putus. Gamang, saya Muallaf-yang masih lemah imannya- tidak menyangka dan tidak ada dalam daftar rencana hal ini akan terjadi. Inilah ujian keimanan terbesar saya setelah memeluk Islam.
Sambil jalan menerima kenyataan, saya menjadi wanita yang workaholic, bekerja hingga tengah malam hampir tiap hari saya lakukan. Sabtu minggu saya masih memaksakan diri saya tetap belajar bersama teman2 Muallaf saya dan memanggil guru perempuan untuk mengajar saya membaca Al Quran secara privat. Saya belum menerima dia bukanlah jodoh saya, saya belum pada tahap keimanan menerima inilah takdir, dan menyerahkan semuanya pada Allah.
Karena saya workaholic, beberapa kali saya bekerja hingga dini hari di studio untuk membuat iklan, akhirnya tubuh saya tidak kuat. Tubuh saya collapse dan akhirnya saya dibawa sahabat-sahabat dirawat di RS. Bergantian sahabat2 menemani saya, mereka paham sebabnya karena mereka sahabat2 saya sejak S1. Sendirian di RS seakan ada yang membisiki saya agar ikhlas dan berserah pada Allah. Keluar RS, saya berusaha hidup normal, menyibukkan diri mengikuti pengajian kemana2, terus belajar dan saling menguatkan bersama teman2 Muallaf saya, juga belajar baca Al Quran ke berbagai guru selain privat.
Dan 1,5 tahun kemudian seorang sahabat mengenalkan saya dengan seseorang laki-laki. Iklan pertamanya : Sholeh, Mon… Itu saja yang membuat saya tidak panjang pikir untuk mencari tau tentangnya yang saat itu bekerja di beda pulau. Melalui kumpulan informasi yang saya kumpulkan, korespondensi melalui email dan pertemuan pertama bersama sahabat saya, saya terima lamarannya tanpa pacaran Alhamdulilah. Kami menikah awal 2005, saya sangat ingat bahwa orang tua si dia datang dan menangis tersedu2 saat menghampiri saya, entah apa yang dipikirkan mereka saat itu. Alhamdulilah hingga saat ini pernikahan kami berjalan sudah lebih dari 9 tahun, berbahagia dengan kedua anak laki2 kami.
Demikian mengenai Pacarmu Belum Tentu Jodohmu, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya.
Ambisi Utama Nabi Muhammad SAW - Assalamualaikum sahabat muslim,alhamdulillah bisa posting lagi. Kali ini saya akan posting mengenai Ambisi Utama Nabi Muhammad SAW.
Tahukah Anda apa yang menjadi ambisi utama Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam selama hidupnya di dunia? Beliau tidak berambisi untuk menjadi orang kaya, ataupun menjadi penguasa atau raja apalagi menjadi selebritis atau artis. Samasekali tidak! Yang menjadi ambisi dan fokus perhatian beliau adalah bagaimana manusia di dunia menjadi orang beriman sehingga selamat di dunia dan di akhirat.
Bilamana Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berinteraksi dengan para sahabatnya yang telah masuk Islam menjadi orang beriman, maka sedapat mungkin beliau akan mengingatkan mereka agar mensyukuri nikmat iman-Islamnya sehingga keimanan mereka kepada Allah subhaanahu wa ta’aala kian meningkat. Dan bila beliau berinteraksi dengan orang bukan muslim, maka sedapat mungkin dengan penuh cinta beliau ajak orang itu memeluk agama Allah subhaanahu wa ta’aala agar selamat di dunia dan di akhirat. Beliau tidak pernah melewatkan kesempatan untuk berda’wah. Sebab beliau merupakan rahmat bagi semesta alam.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam) melainkan agar menjadi rahmat bagi semesta alam. ” (QS Al-Anbiyaa 107)
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidak pernah berfikir agar dirinya sendiri yang merasakan manisnya iman-Islam. Beliau sangat ingin berbagi kenikmatan rahmat Allah subhaanahu wa ta’aala bersama orang lain. Beliau tidak pernah berpretensi bahwa dirinya semata yang berhak masuk surga. Tetapi beliau ajak sebanyak mungkin manusia agar bersama dirinya menikmati jannah.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ
حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.” (QS At-Taubah 128)
Sungguh, kita masih sangat jauh dari meneladani sikap beliau. Kita masih terlalu piawai dalam memberikan aneka alasan untukmengabaikan perintah Allah subhaanahu wa ta’aala, yakni berda’wah mengajak manusia ke jalan lurus Al-Islam. Kita masih membiarkan diri menjadi orang egois yang ingin masuk surga sendirian dan tidak peduli dengan orang lain. Apalagi jika orang lain itu adalah orang nonmuslim. Kadang kita beranggapan ”biarlah orang kafir masuk neraka.” Na’udzubillahi min dzaalika. Dengan dalih toleransi kita biarkan teman kerja, tetangga bahkan saudara kita sendiri, yang kebetulan non-muslim, tetap hidup dalam kesesatan di luar agama Allah subhaanahu wa ta’aala.
Penulis teringat sepuluh tahun yang lalu berkenalan dengan seorang muslim bule berkebangsaan Australia tinggal di Jakarta. Pada saat itu ia menyampaikan pengalaman pribadinya. Ia berkata: “Sebelum masuk Islam, saya sudah punya banyak kenalan orang Indonesia… tapi sayang, pak Ihsan, tidak ada seorangpun kawan saya saat itu yang pernah mengajak saya masuk Islam. Saya masuk Islam, Alhamdulillah, karena saya gemar membaca… hingga saya berjumpa dengan Al-Qur’an terjemahan bahasa Inggris…lalu memperoleh hidayah dari Allah subhaanahu wa ta’aala.”
Saat itu penulis samasekali tidak memiliki pretensi apapun atas ungkapan si kawan muslim Australia itu. Namun setelah mengikuti perjalanan da’wah dan mengamati kondisi ummat Islam di negeri tercinta, akhirnya kami sampai pada suatu kesimpulan bahwa apa yang dialami kawan bule itu bukan merupakan sebuah kasus khusus. Tampaknya itulah gambaran pada umumnya kondisi kita ummat Islam di Indonesia dalam mensikapi orang di luar Islam. Kita tidak pernah terfikir untuk mengajak mereka beriman bersama kita.
Selama ini kita beranggapan bahwa yang namanya kegiatan da’wah adalah sebatas kegiatan tausyiah antar sesama muslim. Itulah sebabnya bila kata ”da’wah” terdengar, maka yang segera terbayang adalah kegiatan Khutbah Jum’at atau Tabligh Akbar atau Majelis Ta’lim di masjid. Padahal semua kegiatan tersebut adalah kegiatan penyampaian tausyiah dari seorang muslim kepada pendengar sesama muslim. Lalu bagaimana nasib orang-orang di luar Islam? Apakah mereka tidak berhak menerima nasihat dan ajakan ke jalan Allah subhaanahu wa ta’aala? Di mana bukti pengakuan kita bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan teladan kita? Kalau Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memiliki ambisi utama ingin melihat manusia beriman agar menjadi selamat di dunia dan di akhirat, lalu apa sesungguhnya ambisi utama kita?
Padahal ayat yang memerintahkan kita berda’wah bersifat umum. Ia tidak membatasi kita agar hanya mengajak sesama muslim. Tetapi ia bersifat terbuka. Artinya, hendaknya siapapun di muka bumi yang kita berinteraksi dengannya, maka hendaklah ia diajak kepada jalan al-haq (kebenaran) ini. Siapapun berhak merasakan manisnya iman-Islam sebagaimana kita selama ini merasakannya.
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
”Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah/arif-bijaksana/wisdom dan pelajaran yang baik dan bantahlah/beradu pendapatlah (dengan) mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS AnNahl ayat 125)
Setelah kita ajak ke jalan Allah subhaanahu wa ta’aala, maka sisanya kita serahkan kepada Allah. ”Sesungguhnya Rabbmu (Allah) lebih mengetahui tentang siapa yang (bakal tetap) tersesat dari jalan-Nya (setelah diajak) dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang (pantas) mendapat petunjuk.”
Demikian mengenai Ambisi Utama Nabi Muhammad SAW, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaiakum
Tahukah Anda apa yang menjadi ambisi utama Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam selama hidupnya di dunia? Beliau tidak berambisi untuk menjadi orang kaya, ataupun menjadi penguasa atau raja apalagi menjadi selebritis atau artis. Samasekali tidak! Yang menjadi ambisi dan fokus perhatian beliau adalah bagaimana manusia di dunia menjadi orang beriman sehingga selamat di dunia dan di akhirat.
Bilamana Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berinteraksi dengan para sahabatnya yang telah masuk Islam menjadi orang beriman, maka sedapat mungkin beliau akan mengingatkan mereka agar mensyukuri nikmat iman-Islamnya sehingga keimanan mereka kepada Allah subhaanahu wa ta’aala kian meningkat. Dan bila beliau berinteraksi dengan orang bukan muslim, maka sedapat mungkin dengan penuh cinta beliau ajak orang itu memeluk agama Allah subhaanahu wa ta’aala agar selamat di dunia dan di akhirat. Beliau tidak pernah melewatkan kesempatan untuk berda’wah. Sebab beliau merupakan rahmat bagi semesta alam.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam) melainkan agar menjadi rahmat bagi semesta alam. ” (QS Al-Anbiyaa 107)
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidak pernah berfikir agar dirinya sendiri yang merasakan manisnya iman-Islam. Beliau sangat ingin berbagi kenikmatan rahmat Allah subhaanahu wa ta’aala bersama orang lain. Beliau tidak pernah berpretensi bahwa dirinya semata yang berhak masuk surga. Tetapi beliau ajak sebanyak mungkin manusia agar bersama dirinya menikmati jannah.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ
حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.” (QS At-Taubah 128)
Sungguh, kita masih sangat jauh dari meneladani sikap beliau. Kita masih terlalu piawai dalam memberikan aneka alasan untukmengabaikan perintah Allah subhaanahu wa ta’aala, yakni berda’wah mengajak manusia ke jalan lurus Al-Islam. Kita masih membiarkan diri menjadi orang egois yang ingin masuk surga sendirian dan tidak peduli dengan orang lain. Apalagi jika orang lain itu adalah orang nonmuslim. Kadang kita beranggapan ”biarlah orang kafir masuk neraka.” Na’udzubillahi min dzaalika. Dengan dalih toleransi kita biarkan teman kerja, tetangga bahkan saudara kita sendiri, yang kebetulan non-muslim, tetap hidup dalam kesesatan di luar agama Allah subhaanahu wa ta’aala.
Penulis teringat sepuluh tahun yang lalu berkenalan dengan seorang muslim bule berkebangsaan Australia tinggal di Jakarta. Pada saat itu ia menyampaikan pengalaman pribadinya. Ia berkata: “Sebelum masuk Islam, saya sudah punya banyak kenalan orang Indonesia… tapi sayang, pak Ihsan, tidak ada seorangpun kawan saya saat itu yang pernah mengajak saya masuk Islam. Saya masuk Islam, Alhamdulillah, karena saya gemar membaca… hingga saya berjumpa dengan Al-Qur’an terjemahan bahasa Inggris…lalu memperoleh hidayah dari Allah subhaanahu wa ta’aala.”
Saat itu penulis samasekali tidak memiliki pretensi apapun atas ungkapan si kawan muslim Australia itu. Namun setelah mengikuti perjalanan da’wah dan mengamati kondisi ummat Islam di negeri tercinta, akhirnya kami sampai pada suatu kesimpulan bahwa apa yang dialami kawan bule itu bukan merupakan sebuah kasus khusus. Tampaknya itulah gambaran pada umumnya kondisi kita ummat Islam di Indonesia dalam mensikapi orang di luar Islam. Kita tidak pernah terfikir untuk mengajak mereka beriman bersama kita.
Selama ini kita beranggapan bahwa yang namanya kegiatan da’wah adalah sebatas kegiatan tausyiah antar sesama muslim. Itulah sebabnya bila kata ”da’wah” terdengar, maka yang segera terbayang adalah kegiatan Khutbah Jum’at atau Tabligh Akbar atau Majelis Ta’lim di masjid. Padahal semua kegiatan tersebut adalah kegiatan penyampaian tausyiah dari seorang muslim kepada pendengar sesama muslim. Lalu bagaimana nasib orang-orang di luar Islam? Apakah mereka tidak berhak menerima nasihat dan ajakan ke jalan Allah subhaanahu wa ta’aala? Di mana bukti pengakuan kita bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan teladan kita? Kalau Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memiliki ambisi utama ingin melihat manusia beriman agar menjadi selamat di dunia dan di akhirat, lalu apa sesungguhnya ambisi utama kita?
Padahal ayat yang memerintahkan kita berda’wah bersifat umum. Ia tidak membatasi kita agar hanya mengajak sesama muslim. Tetapi ia bersifat terbuka. Artinya, hendaknya siapapun di muka bumi yang kita berinteraksi dengannya, maka hendaklah ia diajak kepada jalan al-haq (kebenaran) ini. Siapapun berhak merasakan manisnya iman-Islam sebagaimana kita selama ini merasakannya.
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
”Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah/arif-bijaksana/wisdom dan pelajaran yang baik dan bantahlah/beradu pendapatlah (dengan) mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS AnNahl ayat 125)
Setelah kita ajak ke jalan Allah subhaanahu wa ta’aala, maka sisanya kita serahkan kepada Allah. ”Sesungguhnya Rabbmu (Allah) lebih mengetahui tentang siapa yang (bakal tetap) tersesat dari jalan-Nya (setelah diajak) dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang (pantas) mendapat petunjuk.”
Demikian mengenai Ambisi Utama Nabi Muhammad SAW, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaiakum
6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi. Kali ini saya akna posting mengenai persoalan hidup menurut Al-Ghazali. Nah, kalau begitu langsung saja deh, enggak usah lama-lama, berikut adalah penjelasannya.
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia bertanya kepada mereka, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran ayat 185)
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”. Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu” (Al A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”. Ada yang menjawab dengan jawaban, baja, besi, dan gajah. “Semua jawaban hampir benar,” kata Imam Ghozali, “tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 72.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”. Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.
Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Demikian mengenai 6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia bertanya kepada mereka, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran ayat 185)
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”. Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu” (Al A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”. Ada yang menjawab dengan jawaban, baja, besi, dan gajah. “Semua jawaban hampir benar,” kata Imam Ghozali, “tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 72.
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”. Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.
Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Demikian mengenai 6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.
Para Pemimpin yang Sebaiknya Ditolak - Assalamualaikum sahabat muslim,alhamdulillah bisa posting lagi. kali ini saya akn posting mengenai Para pemimpin yang Sebaiknya ditolak. Mumpung mau pemilihan presiden, saya kira postingan ini sangat cocok untuk siapa saja pemimpin yang sebaiknya kita pilih dan tidak.
Di antara Nubuwwah (prediksi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam) ialah persoalan para pemimpin yang sebaiknya ditolak. Dalam hadits tersebut digambarkan bahwa suatu ketika di masa yang akan datang bakal muncul para pemimpin yang dikenal di tengah masyarakat namun tidak disetujui karena sikap dan perilakunya yang zalim dan fasiq. Kemudian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberi tahu kita bagaimana sikap yang semestinya ditegakkan bila para pemimpin seperti itu muncul. Untuk lebih jelasnya inilah tex hadits itu secara lengkap:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ
فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ
وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian kenal, tetapi kalian tidak menyetujuinya. Orang yang membencinya akan terbebaskan (dari tanggungan dosa). Orang yang tidak menyetujuinya akan selamat. Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Mereka bertanya: ”Apakah kami perangi mereka?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” (HR Muslim 3445)
Dengan jelas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan bahwa orang yang membenci para pemimpin yang zalim dan fasiq itu akan terbebaskan dari tanggungan dosa. Orang yang tidak menyetujui mereka akan selamat. Berarti hadits ini menegaskan sikap yang semestinya dimiliki seorang mukmin ketika berhadapan dengan pemimpin yang memiliki penyimpangan akhlak. Berbeda sekali dengan anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa di dalam ajaran Islam bagaimanapun perilaku seorang pemimpin ummat harus tetap mematuhinya dan menganggapnya sebagai ulil amri minkum (pemegang urusan di kalangan orang-orang beriman). Hadits ini jelas membantah anggapan naif tersebut.
Lalu dengan tegas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan mereka yang rela dan mematuhi para pemimpin zalim dan fasiq itu. Beliau mengatakan bahwa ”Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Di sinilah ajaran Islam memandang bahwa urusan menyerahkan loyalitas dan kepatuhan bukanlah perkara ringan. Sebab tidak saja si pemimpin berdosa karena kezaliman dan kefasikannya. Tetapi rakyat ikut menanggung dosa juga bila mereka tetap rela atas kezaliman dan kefasikan pemimpin tersebut, apalagi kemudian mematuhinya. Sehingga Allah melarang seorang beriman untuk mentaati siapapun dan apapun tanpa ilmu dan kesadaran akan mana yang benar dan mana yang batil.
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ
وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Israa 36)
Namun suatu hal yang memang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam juga anjurkan ialah agar ummat jangan berfikiran untuk memeranginya selagi si pemimpin tersebut masih sholat. Menarik untuk diperhatikan ialah pandangan Imam Nawawi mengomentari potongan hadits ini ”Apakah kami perangi mereka?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” Beliau menulis sebagai berikut:
وَأَمَّا قَوْله : ( أَفَلَا نُقَاتِلهُمْ ؟ قَالَ : لَا ، مَا صَلَّوْا )
فَفِيهِ مَعْنَى مَا سَبَقَ أَنَّهُ لَا يَجُوز الْخُرُوج عَلَى الْخُلَفَاء
بِمُجَرَّدِ الظُّلْم أَوْ الْفِسْق مَا لَمْ يُغَيِّرُوا شَيْئًا مِنْ قَوَاعِد الْإِسْلَام .
Maknanya ialah tidak dibenarkan keluar dari kepemimpinan khilafah hanya semata berdasarkan kezaliman dan kefasiqan selama para pemimpin itu tidak merubah sesauatupun dari kaedah-kaedah Al-Islam.
Ulama salaf ini dengan jelas sekali menggaris-bawahi bahwa selagi pemimpin masih menegakkan secara formal sistem kekhalifahan dan tidak merubah sesuatupun dari kaedah kaedah ajaran Al-Islam, maka tidak dibenarkan bagi seorang mukmin meninggalkan atau keluar dari kepemimpinan tersebut, walaupun akhlaq pemimpinnya zalim dan fasiq.
Saudaraku, permasalahan kita ummat Islam dewasa ini adalah bahwa bukan saja negeri-negeri Islam dipimpin oleh sebagian besar pemimpin yang berkepribadian zalim dan fasiq, tetapi sudah jelas mereka tidak menegakkan sistem kekhalifahan dan bahkan nyata benar bahwa kaedah-kaedah Islam telah banyak yang dirubah, baik oleh sang pemimpin tertinggi maupun oleh kepemimpinan kolektif kolaborasi lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Untuk membuktikan kebenaran sinyalemen di atas tidaklah sulit. Karena dalam realitas keseharian terlalu banyak contoh kasus yang membenarkannya daripada membantahnya. Sungguh benarlah kita dewasa ini sedang menjalani masa fitnah sebagaimana telah disinyalir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam.
بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي
كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki diwaktu pagi masih mukmin dan diwaktu sore telah kafir, dan diwaktu sore masih beriman dan paginya sudah menjadi kafir, ia menjual agamanya demi kesenangan dunia.“(HR Ahmad 8493)
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا
وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. (QS Al-Baqarah 250)
Demikian mengenai Para Pemimpin yang Sebaiknya Ditolak, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.
Di antara Nubuwwah (prediksi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam) ialah persoalan para pemimpin yang sebaiknya ditolak. Dalam hadits tersebut digambarkan bahwa suatu ketika di masa yang akan datang bakal muncul para pemimpin yang dikenal di tengah masyarakat namun tidak disetujui karena sikap dan perilakunya yang zalim dan fasiq. Kemudian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberi tahu kita bagaimana sikap yang semestinya ditegakkan bila para pemimpin seperti itu muncul. Untuk lebih jelasnya inilah tex hadits itu secara lengkap:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَتَكُونُ أُمَرَاءُ
فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ
وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Akan muncul pemimpin-pemimpin yang kalian kenal, tetapi kalian tidak menyetujuinya. Orang yang membencinya akan terbebaskan (dari tanggungan dosa). Orang yang tidak menyetujuinya akan selamat. Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Mereka bertanya: ”Apakah kami perangi mereka?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” (HR Muslim 3445)
Dengan jelas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyatakan bahwa orang yang membenci para pemimpin yang zalim dan fasiq itu akan terbebaskan dari tanggungan dosa. Orang yang tidak menyetujui mereka akan selamat. Berarti hadits ini menegaskan sikap yang semestinya dimiliki seorang mukmin ketika berhadapan dengan pemimpin yang memiliki penyimpangan akhlak. Berbeda sekali dengan anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa di dalam ajaran Islam bagaimanapun perilaku seorang pemimpin ummat harus tetap mematuhinya dan menganggapnya sebagai ulil amri minkum (pemegang urusan di kalangan orang-orang beriman). Hadits ini jelas membantah anggapan naif tersebut.
Lalu dengan tegas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan mereka yang rela dan mematuhi para pemimpin zalim dan fasiq itu. Beliau mengatakan bahwa ”Orang yang rela dan mematuhinya tidak terbebaskan(dari tanggungan dosa).” Di sinilah ajaran Islam memandang bahwa urusan menyerahkan loyalitas dan kepatuhan bukanlah perkara ringan. Sebab tidak saja si pemimpin berdosa karena kezaliman dan kefasikannya. Tetapi rakyat ikut menanggung dosa juga bila mereka tetap rela atas kezaliman dan kefasikan pemimpin tersebut, apalagi kemudian mematuhinya. Sehingga Allah melarang seorang beriman untuk mentaati siapapun dan apapun tanpa ilmu dan kesadaran akan mana yang benar dan mana yang batil.
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ
وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Israa 36)
Namun suatu hal yang memang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam juga anjurkan ialah agar ummat jangan berfikiran untuk memeranginya selagi si pemimpin tersebut masih sholat. Menarik untuk diperhatikan ialah pandangan Imam Nawawi mengomentari potongan hadits ini ”Apakah kami perangi mereka?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Tidak, selagi mereka masih sholat.” Beliau menulis sebagai berikut:
وَأَمَّا قَوْله : ( أَفَلَا نُقَاتِلهُمْ ؟ قَالَ : لَا ، مَا صَلَّوْا )
فَفِيهِ مَعْنَى مَا سَبَقَ أَنَّهُ لَا يَجُوز الْخُرُوج عَلَى الْخُلَفَاء
بِمُجَرَّدِ الظُّلْم أَوْ الْفِسْق مَا لَمْ يُغَيِّرُوا شَيْئًا مِنْ قَوَاعِد الْإِسْلَام .
Maknanya ialah tidak dibenarkan keluar dari kepemimpinan khilafah hanya semata berdasarkan kezaliman dan kefasiqan selama para pemimpin itu tidak merubah sesauatupun dari kaedah-kaedah Al-Islam.
Ulama salaf ini dengan jelas sekali menggaris-bawahi bahwa selagi pemimpin masih menegakkan secara formal sistem kekhalifahan dan tidak merubah sesuatupun dari kaedah kaedah ajaran Al-Islam, maka tidak dibenarkan bagi seorang mukmin meninggalkan atau keluar dari kepemimpinan tersebut, walaupun akhlaq pemimpinnya zalim dan fasiq.
Saudaraku, permasalahan kita ummat Islam dewasa ini adalah bahwa bukan saja negeri-negeri Islam dipimpin oleh sebagian besar pemimpin yang berkepribadian zalim dan fasiq, tetapi sudah jelas mereka tidak menegakkan sistem kekhalifahan dan bahkan nyata benar bahwa kaedah-kaedah Islam telah banyak yang dirubah, baik oleh sang pemimpin tertinggi maupun oleh kepemimpinan kolektif kolaborasi lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Untuk membuktikan kebenaran sinyalemen di atas tidaklah sulit. Karena dalam realitas keseharian terlalu banyak contoh kasus yang membenarkannya daripada membantahnya. Sungguh benarlah kita dewasa ini sedang menjalani masa fitnah sebagaimana telah disinyalir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam.
بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي
كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki diwaktu pagi masih mukmin dan diwaktu sore telah kafir, dan diwaktu sore masih beriman dan paginya sudah menjadi kafir, ia menjual agamanya demi kesenangan dunia.“(HR Ahmad 8493)
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا
وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. (QS Al-Baqarah 250)
Demikian mengenai Para Pemimpin yang Sebaiknya Ditolak, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.
10 Kesalahan Suami Terhadap Isteri -Assalamualaikum sahabat muslim. Keutuhan sebuah rumahtangga sangat dipengaruhi oleh baiknya kepemimpinan seorang suami (sebagai kepala keluarga) dalam membina keluarganya. Lebih-lebih lagi adalah SIKAP & PERILAKUnya dalam bergaul dengan isterinya. Suami isteri sebagai tokoh UTAMA dalam sesebuah rumahtangga, bila mengalami kerusakan maka bangunan rumahtangga pun akan runtuh. Disebabkan hubungan ini seharusnya sangat dijaga dengan memperhatikan HAK & KEWAJIBAN masing-masing. Bagi suami isteri harus saling menunaikan kewajibannya setelah itu baru boleh mendapatkan apa yang menjadi haknya.
Jika kita melihat kenyataan dalam masyarakat, dua sikap suami yang saling bertentangan dalam menyantuni isteri mereka, sikap inilah yang perlu di ambil perhatian, hal ini dapat menimbulkan masalah yang berujung dengan sebuah perceraian.
Pertama, suami yang meremehkan isterinya, yang mensia – siakan hak-haknya & melakukan pelbagai kesalahan berkaitan dengan hak isterinya.
Kedua, suami melepaskan kendalinya terhadap isteri & membebaskannya begitu saja (dalam kata lain, , suami ber ‘LEPAS TANGAN’).
Allah berfirman dalam Al-Quran, Surah An Nisa : 34 :
“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki atas sebahagian yang lain (wanita) & mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yg soleh, ialah yang taat Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita- wanita yg kamu khuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka & pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka & pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari–cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”
Berikut ini adalah 10 (sepuluh) KESALAHAN-KESALAHAN suami yang banyak dilakukan, yang kesemuanya berdasarkan kepada dua sikap keliru tipe para suami diatas:
1. Tidak mengajarkan AGAMA dan HUKUM syariat Islam kepada isteri
Banyak kita temui bahwa para isteri tidak mengetahui bagaimana cara sholat yang betul, hukum haid & nifas, bertingkah laku/berperilaku terhadap suami secara tidak Islami & tidak mendidik anak-anak secara Islam. Bahkan ada yang terjerumus ke dalam pelbagai jenis kesyirikan. Yang menjadi fokus perhatian seorang isteri hanyalah bagaimana cara memasak & menghidangkan makanan tertentu, cara berdandan yang cantik dsb. Tidak lain semua kerana tuntutan suami, sedangkan masalah AGAMA, terutama ibadahnya tidak pernah ditanyakan oleh suami.
Padahal Allah s.w.t berfirman yang bermaksud:
“Hai orang–orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu, penjaganya malaikat – malaikat yang kasar, keras & tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintakan” {Al-Quran, Surah At-Tahrim:6}
Maka para suami diminta untuk tidak sesekali mengABAIkan hal ini, karena semuanya akan diminta dipertanggungjawaban atasnya. Hendaklah benar-benar mengajarkan agama kepada isterinya, baik dilakukan sendiri atau melalui perantara. Antara lain yang dapat dilakukan; menghadiahkan buku-buku tentang Islam & hukum-hukumnya serta berbincang bersama-sama, kaset/cd ceramah, mengajak isterinya menghadiri ke majlis-majlis ILMU yang disampaikan oleh orang-orang yang berilmu dsb.. (yang paling praktis.. ajaklah solat berjamaah di rumah atau di masjid )
2. Suka mencari kekurangan & kesalahan isteri
Dalam suatu hadith riwayat Bukhari & Muslim, Rasulullah s.a.w melarang lelaki yang berpergian dalam waktu yang lama, pulang menemui keluarganya di waktu malam, karena dikhawatirkan akan mendapati berbagai kekurangan isteri & cela isterinya. Bahkan suami diminta bersabar & menahan diri dari kekurangan yang ada pada isterinya, juga ketika isteri tidak melaksanakan kewajibannya. Karena suami juga mempunyai kekurangan & celaan, seperti sabda Rasulullah:
“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.” {H.R. Muslim}
3. Memberi hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahan isteri
Ini termasuk bentuk kezaliman terhadap isteri, antara lain iaitu:
(a) Menggunakan pukulan di tahap awal pemberitahuan hukuman {lihat Al-Quran, Surah An-Nisa : 34}
(b) Mengusir isteri dari rumahnya tanpa ada kebenaran secara syar’ie {lihat Al-Quran, Surah Ath-Thalaq : 1}
(c) Memukul wajah, mencela dan menghina.
Dalam as-Sunan dan al-Musnan dari Mu’awiyah bin Haidah al-Qusyairi bahawa ia berkata: “Ya Rasulullah, apakah HAK isteri atas suaminya? Nabi s.a.w menjawab:
“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya …..” {H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani}
4. Culas dalam memberi nafkah kepada isteri
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusukan anak-anak mereka selama dua tahun yaitu bagi orang yang hendak menyempurnakan penyusuan itu; dan kewajiban ayah ialah memberi makan dan pakaian kepada isterinya itu menurut cara yang sepatutnya. Tidaklah diberatkan seseorang melainkan menurut kemampuannya. Janganlah menjadikan seseorang ibu itu menderita karena anaknya, dan (jangan juga menjadikan) seseorang ayah itu menderita karena anaknya; dan waris juga menanggung kewajiban yang tersebut (jika si ayah telah tiada). kemudian jika keduanya (suami isteri berkeinginan menghentikan penyusuan itu dengan persetujuan (yang telah dicapai oleh) mereka sesudah berunding, maka mereka berdua tidaklah salah (melakukannya). Dan jika kamu hendak beri anak-anak kamu menyusu kepada orang lain, maka tidak ada salahnya bagi kamu apabila kamu serahkan (upah) yang kamu berikan itu dengan cara yang patut. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, serta ketahuilah, sesungguhnya Allah sentiasa melihat akan apapun yang kamu lakukan.” {Al-Quran, Surah Al-Baqarah : 233}
Isteri BERHAK mendapatkan nafkah, kerana dia telah membolehkan suaminya bersenang–senang kepadanya, dia telah mentaati suaminya, tinggal di rumahnya, mengasuh & mendidik anak-anaknya. Dan jika isteri mendapati suaminya culas dalam memberi nafkah, bakhil, tidak memberikan nafkah kepadanya tanpa ada pembenaran syar’i, maka dia boleh mengambil harta suami untuk mencukupi keperluannya secara ma’ruf (tidak berlebihan) meskipun tanpa sepengetahuan suaminya.
Sabda Rasulullah s.a.w:
“Jika seorang muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya sedangkan dia mengharapkan pahalanya, maka nafkah itu adalah sedekah baginya.” {Muttafaq ‘alaih}
5. Sikap keras, kasar, tidak lembut terhadap isteri
Rasulullah s.a.w bersabda: “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya.” {H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani}
Maka suami hendaklah berakhlak baik terhadap isterinya dengan bersikap lembut & menjauhi sikap kasar.
6. Kesombongan suami membantu isteri dalam urusan rumahtangga
Ini kesalahan yang paling banyak MENJANGKITI para suami. Padahal lelaki yang paling UTAMA yakni Rasulullah s.a.w tidak segan untuk membantu pekerjaan isterinya.
Ketika Aisyah r.a ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w di rumahnya, beliau menjawab:
“Beliau membantu pekerjaan isterinya & jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat.” {H.R. Bukhari}
7. Menyebarkan rahasia dan aib isterinya
“Sesungguhnya diantara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia isterinya.” {H.R. Muslim}
Dalam hadith ini diHARAMkan seorang suami menyebarkan apa yang terjadi antara dia dengan isterinya terutama perilaku keduanya di tempat tidur. Juga diharamkan menyebutkan perinciannya, serta apa yang terjadi pada isterinya baik berupa perkataan maupun perbuatan lainnya.
8. Sikap terburu-buru dalam menceraikan isteri
Wahai suami yang mulia, sesungguhnya hubungan antara engkau & isterimu adalah hubungan yang kuat lagi suci, oleh karena itu Islam menganggap penceraian adalah perkara besar yang tidak boleh diremehkan karena penceraian akan menyeret kepada kerusakan, kacau balaunya pendidikan anak dsb. Dan hendaknya perkataan cerai/talak itu tidak digunakan sebagai bahan gurauan/mainan. Karena Rasulullah s.a.w telah bersabda:
“Ada 3 hal yang kesungguhannya dan gurauannya sama-sama dianggap sungguh-sungguh yaitu: NIKAH, TALAK (cerai) dan RUJUK.” {H.R. Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai “hasan” oleh asy-Syeikh Albani}
Memang perselisihan antara suami isteri sering terjadi kadang sampai mengarah kepada penceraian. Akan tetapi penceraian ini tidak boleh dijadikan sebagai langkah pertama dalam penyelesaian perselisihan ini. Bahkana harus diusahakan berbagai cara untuk menyelesaikannya, karena kemungkinan besar akan banyak rasa penyesalan yang ditimbulkan dikemudian hari kelak.
Rasulullah s.a.w bersabda:
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgahsananya di atas air (laut), kemudian ia mengutus para tentaranya. Maka tentara yang paling dekat dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya (penyesatannya). Maka datanglah salah satu tenteranya dan melapor: Aku telah melakukan ini dan itu, maka Iblis berkata: Engkau belum melakukan apa-apa, kemudian datanglah tentara yang lain dan melapor: Aku telah menggodanya hingga akhirnya aku menceraikannya dengan isterinya. Maka Iblis pun mendekatkan tentara syaitan ini di sisinya lalu berkata: Engkau tentara terbaik.” {H.R. Muslim}
9. Berpoligami tanpa memperhatikan ketentuan syari’at
Menikah untuk kedua kali, ketiga dan keempat kali merupakan salah satu perkara yang Allah syariatkan. Akan tetapi yang menjadi catatan di sini bahwa sebahagian orang yang ingin menerapkan syariat ini/telah menerapkannya tidak memperhatikan sikapnya yang tidak memenuhi kewajiban serta tanggungjawab terhadap isteri. Terutama isteri pertama & anak-anaknya.
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja.” {Al-Quran, Surah An-Nisa : 3}
Sikap ini merupakan KEADILAN yang diperintahkan Allah s.w.t. Memang benar berpoligami merupakan syariat Islam, tetapi jika seseorang tidak mampu melaksanakannya dengan baik & tidak memenuhi syarat-syaratnya maka tidak boleh memikul tanggungjawabnya, bila dilakukan maka menjuruskan kerusakan sebuah rumahtangga, menghancurkan anak-anak & menambah permasalahan keluarga & juga kepada masyarakat. Maka fikirkanlah akibatnya & perhatikanlah dengan saksama perkaranya sebelum masuk kelayakan ke’dalam’nya.
10. Lemahnya kecemburuan
Para suami memBIARkan kemolekan, keindahan & kecantikan isterinya DINIKMATI & DIPERTONTONkan oleh ramai orang. Dia memBIARkan isterinya menampakkan auratnya ketika keluar rumah, membiarkan berkumpul dengan lelaki-lelaki lain. Bahkan sebahagian ada yang BANGGA karena telah memiliki isteri yang cantik yang boleh dinikmati ‘pandangan’ kebanyakan orang. Padahal wanita dimata Islam adalah makhluk yang SANGAT mulia, sehingga keindahan & keelokannya hanya diperuntukkan atau DIKHUSUSkan buat suaminya saja dan tidak sesekali di’jaja’ sebebasnya kemana-mana.
Seorang suami yang memiliki kecemburuan terhadap istrinya tidak akan membiarkan isterinya berjabat tangan dengan lelaki lain yang BUKAN mahram.
“Ditusukkan kepala seorang lelaki dengan jarum dari besi lebih baik daripada dia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” {lihat dalam ash-Shahihah : 226}
Seorang suami yang memiliki kecemburuan terhadap isterinya, dia akan memperhatikan sabda Rasulullah s.a.w:
“Janganlah kalian masuk menemui para wanita.” lalu seorang Ansar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan al-hamwu (kerabat suami/ipar )?” Beliau mengatakan, “Al- hamwu (ipar) adalah kematian.” {Muttafaq ‘alaih}
Perhatikan juga ancaman Rasulullah s.a.w terhadap lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga (isteri):
“Tiga golongan yang Allah s.w.t tidak akan melihat mereka pada hari kiamat iaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts” {H.R. An-Nasa’i dinilai ‘hasan’ oleh syeikh Albani, lihat ash-Shahihah : 674}
Dan ad-Dayyuts(dayus) adalah LELAKI yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarganya.
Demikian mengenai 10 Kesalahan Suami Terhadap Isteri, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya. wassalamualaikum.
Ammar Wajidah Blogspot dot com
Jika kita melihat kenyataan dalam masyarakat, dua sikap suami yang saling bertentangan dalam menyantuni isteri mereka, sikap inilah yang perlu di ambil perhatian, hal ini dapat menimbulkan masalah yang berujung dengan sebuah perceraian.
Pertama, suami yang meremehkan isterinya, yang mensia – siakan hak-haknya & melakukan pelbagai kesalahan berkaitan dengan hak isterinya.
Kedua, suami melepaskan kendalinya terhadap isteri & membebaskannya begitu saja (dalam kata lain, , suami ber ‘LEPAS TANGAN’).
Allah berfirman dalam Al-Quran, Surah An Nisa : 34 :
“Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki atas sebahagian yang lain (wanita) & mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu, maka wanita yg soleh, ialah yang taat Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita- wanita yg kamu khuatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka & pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka & pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari–cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”
Berikut ini adalah 10 (sepuluh) KESALAHAN-KESALAHAN suami yang banyak dilakukan, yang kesemuanya berdasarkan kepada dua sikap keliru tipe para suami diatas:
1. Tidak mengajarkan AGAMA dan HUKUM syariat Islam kepada isteri
Banyak kita temui bahwa para isteri tidak mengetahui bagaimana cara sholat yang betul, hukum haid & nifas, bertingkah laku/berperilaku terhadap suami secara tidak Islami & tidak mendidik anak-anak secara Islam. Bahkan ada yang terjerumus ke dalam pelbagai jenis kesyirikan. Yang menjadi fokus perhatian seorang isteri hanyalah bagaimana cara memasak & menghidangkan makanan tertentu, cara berdandan yang cantik dsb. Tidak lain semua kerana tuntutan suami, sedangkan masalah AGAMA, terutama ibadahnya tidak pernah ditanyakan oleh suami.
Padahal Allah s.w.t berfirman yang bermaksud:
“Hai orang–orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu, penjaganya malaikat – malaikat yang kasar, keras & tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintakan” {Al-Quran, Surah At-Tahrim:6}
Maka para suami diminta untuk tidak sesekali mengABAIkan hal ini, karena semuanya akan diminta dipertanggungjawaban atasnya. Hendaklah benar-benar mengajarkan agama kepada isterinya, baik dilakukan sendiri atau melalui perantara. Antara lain yang dapat dilakukan; menghadiahkan buku-buku tentang Islam & hukum-hukumnya serta berbincang bersama-sama, kaset/cd ceramah, mengajak isterinya menghadiri ke majlis-majlis ILMU yang disampaikan oleh orang-orang yang berilmu dsb.. (yang paling praktis.. ajaklah solat berjamaah di rumah atau di masjid )
2. Suka mencari kekurangan & kesalahan isteri
Dalam suatu hadith riwayat Bukhari & Muslim, Rasulullah s.a.w melarang lelaki yang berpergian dalam waktu yang lama, pulang menemui keluarganya di waktu malam, karena dikhawatirkan akan mendapati berbagai kekurangan isteri & cela isterinya. Bahkan suami diminta bersabar & menahan diri dari kekurangan yang ada pada isterinya, juga ketika isteri tidak melaksanakan kewajibannya. Karena suami juga mempunyai kekurangan & celaan, seperti sabda Rasulullah:
“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.” {H.R. Muslim}
3. Memberi hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahan isteri
Ini termasuk bentuk kezaliman terhadap isteri, antara lain iaitu:
(a) Menggunakan pukulan di tahap awal pemberitahuan hukuman {lihat Al-Quran, Surah An-Nisa : 34}
(b) Mengusir isteri dari rumahnya tanpa ada kebenaran secara syar’ie {lihat Al-Quran, Surah Ath-Thalaq : 1}
(c) Memukul wajah, mencela dan menghina.
Dalam as-Sunan dan al-Musnan dari Mu’awiyah bin Haidah al-Qusyairi bahawa ia berkata: “Ya Rasulullah, apakah HAK isteri atas suaminya? Nabi s.a.w menjawab:
“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya …..” {H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani}
4. Culas dalam memberi nafkah kepada isteri
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusukan anak-anak mereka selama dua tahun yaitu bagi orang yang hendak menyempurnakan penyusuan itu; dan kewajiban ayah ialah memberi makan dan pakaian kepada isterinya itu menurut cara yang sepatutnya. Tidaklah diberatkan seseorang melainkan menurut kemampuannya. Janganlah menjadikan seseorang ibu itu menderita karena anaknya, dan (jangan juga menjadikan) seseorang ayah itu menderita karena anaknya; dan waris juga menanggung kewajiban yang tersebut (jika si ayah telah tiada). kemudian jika keduanya (suami isteri berkeinginan menghentikan penyusuan itu dengan persetujuan (yang telah dicapai oleh) mereka sesudah berunding, maka mereka berdua tidaklah salah (melakukannya). Dan jika kamu hendak beri anak-anak kamu menyusu kepada orang lain, maka tidak ada salahnya bagi kamu apabila kamu serahkan (upah) yang kamu berikan itu dengan cara yang patut. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, serta ketahuilah, sesungguhnya Allah sentiasa melihat akan apapun yang kamu lakukan.” {Al-Quran, Surah Al-Baqarah : 233}
Isteri BERHAK mendapatkan nafkah, kerana dia telah membolehkan suaminya bersenang–senang kepadanya, dia telah mentaati suaminya, tinggal di rumahnya, mengasuh & mendidik anak-anaknya. Dan jika isteri mendapati suaminya culas dalam memberi nafkah, bakhil, tidak memberikan nafkah kepadanya tanpa ada pembenaran syar’i, maka dia boleh mengambil harta suami untuk mencukupi keperluannya secara ma’ruf (tidak berlebihan) meskipun tanpa sepengetahuan suaminya.
Sabda Rasulullah s.a.w:
“Jika seorang muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya sedangkan dia mengharapkan pahalanya, maka nafkah itu adalah sedekah baginya.” {Muttafaq ‘alaih}
5. Sikap keras, kasar, tidak lembut terhadap isteri
Rasulullah s.a.w bersabda: “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya.” {H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani}
Maka suami hendaklah berakhlak baik terhadap isterinya dengan bersikap lembut & menjauhi sikap kasar.
6. Kesombongan suami membantu isteri dalam urusan rumahtangga
Ini kesalahan yang paling banyak MENJANGKITI para suami. Padahal lelaki yang paling UTAMA yakni Rasulullah s.a.w tidak segan untuk membantu pekerjaan isterinya.
Ketika Aisyah r.a ditanya tentang apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w di rumahnya, beliau menjawab:
“Beliau membantu pekerjaan isterinya & jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat.” {H.R. Bukhari}
7. Menyebarkan rahasia dan aib isterinya
“Sesungguhnya diantara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahasia isterinya.” {H.R. Muslim}
Dalam hadith ini diHARAMkan seorang suami menyebarkan apa yang terjadi antara dia dengan isterinya terutama perilaku keduanya di tempat tidur. Juga diharamkan menyebutkan perinciannya, serta apa yang terjadi pada isterinya baik berupa perkataan maupun perbuatan lainnya.
8. Sikap terburu-buru dalam menceraikan isteri
Wahai suami yang mulia, sesungguhnya hubungan antara engkau & isterimu adalah hubungan yang kuat lagi suci, oleh karena itu Islam menganggap penceraian adalah perkara besar yang tidak boleh diremehkan karena penceraian akan menyeret kepada kerusakan, kacau balaunya pendidikan anak dsb. Dan hendaknya perkataan cerai/talak itu tidak digunakan sebagai bahan gurauan/mainan. Karena Rasulullah s.a.w telah bersabda:
“Ada 3 hal yang kesungguhannya dan gurauannya sama-sama dianggap sungguh-sungguh yaitu: NIKAH, TALAK (cerai) dan RUJUK.” {H.R. Abu Daud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai “hasan” oleh asy-Syeikh Albani}
Memang perselisihan antara suami isteri sering terjadi kadang sampai mengarah kepada penceraian. Akan tetapi penceraian ini tidak boleh dijadikan sebagai langkah pertama dalam penyelesaian perselisihan ini. Bahkana harus diusahakan berbagai cara untuk menyelesaikannya, karena kemungkinan besar akan banyak rasa penyesalan yang ditimbulkan dikemudian hari kelak.
Rasulullah s.a.w bersabda:
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgahsananya di atas air (laut), kemudian ia mengutus para tentaranya. Maka tentara yang paling dekat dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya (penyesatannya). Maka datanglah salah satu tenteranya dan melapor: Aku telah melakukan ini dan itu, maka Iblis berkata: Engkau belum melakukan apa-apa, kemudian datanglah tentara yang lain dan melapor: Aku telah menggodanya hingga akhirnya aku menceraikannya dengan isterinya. Maka Iblis pun mendekatkan tentara syaitan ini di sisinya lalu berkata: Engkau tentara terbaik.” {H.R. Muslim}
9. Berpoligami tanpa memperhatikan ketentuan syari’at
Menikah untuk kedua kali, ketiga dan keempat kali merupakan salah satu perkara yang Allah syariatkan. Akan tetapi yang menjadi catatan di sini bahwa sebahagian orang yang ingin menerapkan syariat ini/telah menerapkannya tidak memperhatikan sikapnya yang tidak memenuhi kewajiban serta tanggungjawab terhadap isteri. Terutama isteri pertama & anak-anaknya.
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja.” {Al-Quran, Surah An-Nisa : 3}
Sikap ini merupakan KEADILAN yang diperintahkan Allah s.w.t. Memang benar berpoligami merupakan syariat Islam, tetapi jika seseorang tidak mampu melaksanakannya dengan baik & tidak memenuhi syarat-syaratnya maka tidak boleh memikul tanggungjawabnya, bila dilakukan maka menjuruskan kerusakan sebuah rumahtangga, menghancurkan anak-anak & menambah permasalahan keluarga & juga kepada masyarakat. Maka fikirkanlah akibatnya & perhatikanlah dengan saksama perkaranya sebelum masuk kelayakan ke’dalam’nya.
10. Lemahnya kecemburuan
Para suami memBIARkan kemolekan, keindahan & kecantikan isterinya DINIKMATI & DIPERTONTONkan oleh ramai orang. Dia memBIARkan isterinya menampakkan auratnya ketika keluar rumah, membiarkan berkumpul dengan lelaki-lelaki lain. Bahkan sebahagian ada yang BANGGA karena telah memiliki isteri yang cantik yang boleh dinikmati ‘pandangan’ kebanyakan orang. Padahal wanita dimata Islam adalah makhluk yang SANGAT mulia, sehingga keindahan & keelokannya hanya diperuntukkan atau DIKHUSUSkan buat suaminya saja dan tidak sesekali di’jaja’ sebebasnya kemana-mana.
Seorang suami yang memiliki kecemburuan terhadap istrinya tidak akan membiarkan isterinya berjabat tangan dengan lelaki lain yang BUKAN mahram.
“Ditusukkan kepala seorang lelaki dengan jarum dari besi lebih baik daripada dia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” {lihat dalam ash-Shahihah : 226}
Seorang suami yang memiliki kecemburuan terhadap isterinya, dia akan memperhatikan sabda Rasulullah s.a.w:
“Janganlah kalian masuk menemui para wanita.” lalu seorang Ansar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan al-hamwu (kerabat suami/ipar )?” Beliau mengatakan, “Al- hamwu (ipar) adalah kematian.” {Muttafaq ‘alaih}
Perhatikan juga ancaman Rasulullah s.a.w terhadap lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga (isteri):
“Tiga golongan yang Allah s.w.t tidak akan melihat mereka pada hari kiamat iaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts” {H.R. An-Nasa’i dinilai ‘hasan’ oleh syeikh Albani, lihat ash-Shahihah : 674}
Dan ad-Dayyuts(dayus) adalah LELAKI yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarganya.
Demikian mengenai 10 Kesalahan Suami Terhadap Isteri, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya. wassalamualaikum.
Ammar Wajidah Blogspot dot com
10 Kesalahan Istri Terhadap Suami -Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi. Kali ini saya akn posting mengenai 10 Kesalahan Istri Terhadap Suami. Kalau begitu langsung saja deh, berikut adalah kesalahan istri terhadap suami.
1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.
2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
1. Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
2. Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
3. Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
4. Lalai dalam melayani suami
5. Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
6. Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
7. Keluar rumah tanpa izin suami
8. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.
3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.
4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.
5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”
6. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.”
Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya, maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat, satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan, masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu, bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri, jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)
7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]
8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.
Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.
9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.
Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.
Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.
10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.
Demikian artikel 10 Kesalahan Istri Terhadap Suami, beberapa kesalahan-kesalahan istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. wasssalmualaikum.
sumber:www.eramuslim.com
1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.
2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
1. Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
2. Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
3. Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
4. Lalai dalam melayani suami
5. Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
6. Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
7. Keluar rumah tanpa izin suami
8. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.
3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.
4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.
5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”
6. Mengingkari kebaikan suami
“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.”
Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya, maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat, satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan, masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu, bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri, jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)
7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]
8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.
Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.
9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.
Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.
Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.
10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.
Demikian artikel 10 Kesalahan Istri Terhadap Suami, beberapa kesalahan-kesalahan istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. wasssalmualaikum.
sumber:www.eramuslim.com
Kisah Nyata : Dunia Maya Menyeretku Pada Kesengsaraan Hidup - Assalamualaikum sobat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi. Kali ini saya akan posting mengenai kisah nyata mengenai akibat pengguna dunia maya.
Kalau begitu langsung saja deh, berikut adalah ceritanya, cekidot:
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Sebut saja nama saya sulis. Saya berasal dari Subang Jawa Barat. Sebenarnya saya tak tahu pasti, apa tujuan saya hadir dan mengungkap semua kisah saya di sini. Karena jujur saya malu,,tapi saya juga tak tahu meski berbuat apalagi menghadapi ini semua ..
Sebelum-saya tersiksa seperti ini, kehidupan saya sangat bahagia,, bisa berkumpul bersama suami dan anak-anak ..
O,ya pembaca !
Saya ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Suami bekerja pada perusahaan swasta nasional,,di Jakarta. Kami telah berumah tangga selama 11 tahun. Dan Alhamdulillah dikaruniai 3 orang anak, selama itu alhamdulillah tak ada badai yang berarti Yang menghantam bahtera rumah tangga kami Namun mungkin harus dengan cara begini, akhirnya kini kami terpisah.
Mula nya aku hanya iseng, membuka akun di jejaring sosial facebook itu. Buat sekedar iseng mengisi waktu luangku dan juga sekedar iseng jika suami sedang dinas di jakarta, memang sebelum aku buka akun facebook juga, aku pernah juga coba jejaring sosial yang lainnya namun aku rasa hanya facebook lah yang aku paling suka.
Aku sedikit pun tak menyangka, bahwa dunia maya akan menyeretku pada kesengsaraan kehidupan dunia nyata dan memang aku bersama suami sama-sama mempunyai akun fb.
Dan dalam status hubungan di dunia maya pun aku tulis bahwa aku telah menikah, bahkan fhoto profil pun yang aku tampilkan adalah fhoto dimana kami sedang melangsungkan izab kabul.
Sejak dari kecil aku menyukai sastra tulis terutama bait-bait puisi,, Sampai sekarang pun aku masih sangat menyukainya Dan bisa di tebak,,hampir semua status fb ku aku isi dengan puisi. Memang dalam memilih pertemanan di fb, aku termasuk selektif, aku paling tak suka pada yang selalu mengeluarkan sumpah serapah. Makanya kebanyakan temanku di fb,, yang mempunyai status keagamaan atau karya puisi.
Tragedi ini di mulai ketika aku berteman di fb dengan seseorang yang berinitial IS, dia mengaku orang Bandung. awal mula nya kami biasa saja,, dan sangat tak menyangka akan mengarah ke arah sana.
Awalnya kami saling coment di stts, dia pun sangat menghargaiku dengan panggilan Kk, karena mungkin dia melihat bahwa aku telah berkeluarga.
Rupanya karena mungkin sama-sama penggemar puisi, mulailah kami sering inbox'an kadang kalau aku kehabisan insfirasi buat membikin stts,, aku minta bantuan sama dia untuk di buatkan beberapa bait puisi buat bikin stts.
Hari berganti hari,,seiring berjalannya waktu tak terasa kami sudah beberapa bulan dalam kedekatan itu Dan kami pun telah bertukar no.ponsel.
Dan rupanya,,syetan bermain di otak kami. Karena suami pulang kerumah seminggu sekali, otomatis aku lebih leluasa menerima telpon dari dia dan entah bagaimana malam itu ceritanya kami pun jadian semenjak kami jadian,,lambat laun mulai banyak yang ku rubah di profilku dan memang suami sempat bertanya,, namun selalu saja ada alasan yang saya berikan Dan suami pun,,maklum dan berkilah ''ya tak apalah di dunia maya ini''
Aku gembira,,bahwa suamiku percaya akan segala alasan yang aku kemukakan. Tentu hal ini membuat aku gembira. Namun ada juga kecemasan di hati Jangan-jangan nanti ketahuan,, dan untuk menyiasatinya maka aku ungkapkan pada suami bagaimana kalau akun facebooknya kita tutup saja karena menurutku tidak ada manfaatnya dan hanya buang-buang waktu saja
Sesuai perkiraanku suamiku menuruti apa kemauanku Dan kami berdua menutup akun fb kami hal itu berkat insfirasi dari kekasihku di dunia maya tadi, tak lupa aku wanti-wanti pada suami,,jangan buka fb lagi.
Minggu sore, suamiku berangkat lagi ke jakarta, Dan aku merasa bebas,, sebebas-bebas nya cepat aku buka kembali akun fb yang tadi aku dan suami nonaktifkan. Aku ganti semuanya, nama, status hubungan dan lain-lain aku ganti.
Dan aku mulai memblokir semua orang yang aku kenal di dunia nyata. Dan kini aku bebas berkasih mesra di dunia maya. Dan aku seakan menemukan kehidupan baru,, waktuku lebih banyak tersita dunia maya dari pada kehidupan yang sesungguhnya
Tak terasa hubungan gelap kami sudah hampir berjalan setahun tetapi selama itu pula,kami selalu gagal ketika akan ketemuan memang alasan yang dia kemukakan cukup beralasan ''yakni-takut ketahuan suamiku. Dan entah kenapa,,pikiran ku seakan mati ketika dia memintaku,,buat minta cerai pada suamiku. Aku pun menyetujuinya,,dan kukatakan padanya aku butuh waktu.
Dan aku mulai menampakan perangai yang berbeda pada suamiku Kadang diluar kesadaranku aku berbuat seenaknya dan ku tahu,,karena dia orangnya sangat pendiam walaupun sedang marah belum pernah di mengeluarkan kata-kata kotor apalagi sampai menampar, dan secara lahiriah tak ada cacat pada suamiku dia sangat besar tanggung jawabnya pada keluarga dan selain itu,,dia juga seorang pekerja yang ulet.
Ku pakai segala tipu dayaku dan aku selalu memancing-mancing agar aku bisa bertengkar. Dan pada suatu sore di hari sabtu ketika dia baru datang dari jakarta. Langsung saja aku damprat habis-habisan sambil memperlihatkan satu photo wanita, aku katakan bahwa itu ku temukan dari saku jas dia padahal itu hanya rekayasa busuk aku saja.
Demi menhadapi hal itu,,suamiku malah senyum-senyum dan berusaha merangkulku, dan berkata :''Makasih mah,,itu tanda nya mama sangat takut kehilangan papa dan alhamdulillah papa tidak lakukan itu"
Aku sangat muak dan kesal akan sikapnya waktu itu dan ku tepis tangannya dan mendorong tubuhnya dengan kasarnya, sampai dia ter jatuh dan kepalanya membentur kusen pintu cukup keras.
Dan suamiku cepat bangun sambil memegang kepalanya dan berkata :''Astaghfirullah,,a-da apa mama,,istighfar mama'' dengan ketusnya aku berkata :''sudah pa'',,segalanya telah jelas aku sudah bulat papa,,aku minta cerai,, ku katakan itu semua seakan tak ada beban sedikit pun. Aku segera menggendong anakku yang paling kecil dan membawanya ke dalam kamar dan ku kunci dari dalam anakku yang nomor 1 dan 2,,hanya terpaku melihat tingkah ku
Aku tetap mengunci diri dalam kamar,,ketika suami ku mengetuk-ngetuk pintu dan aku tak bergeming sedikit pun apalagi membukanya. Dari lubang pintu,,ku lihat suamiku mempersiapkan makan malamnya bersama kedua anak kami dan sesekali aku lihat dia mengeleng-gelengkan kepala. Dan aku sibuk saling kirim pesan dengan pacarku, dan sebentar lagi aku jamin aku akan di ceraikan suamiku itu yang aku katakan padanya.
Keesokan harinya,,ketika aku keluar dari kamar. Ku lihat suamiku duduk diruang depan dan demi melihat aku keluar, Dia segera menghampiriku,,dan menyapa ku. Dan ku jawab dengan dampratan ku. Dan akhirnya aku ribut besar hari itu namun ku lihat suamiku masih bersabar. Namun aku bersikukuh ingin tetap di cerai. Dan hingga sore tiba,,hingga suamiku pergi kembali ke jakarta aku katakan itu
Ketika suamiku di jakarta,,aku tetap meminta cerai dan seminggu kemudian akhirnya suamiku menceraikan ku meskipun lewat pengacaranya.
Dan suamiku tetep membujuk aku untuk memikirkannya matang-matang jangan keburu nafsu,,namun aku tetap kukuh. Dan ku katakan pada dia suamiku atau kah aku yang akan keluar dari rumah dan suamiku mengalah.
Hari itu pertengahan tahun 2011 ..
Hari dimana suamiku bersama kedua anakku meninggalkan aku dan karirnya di jakarta, menuju kota kelahirannya di purwokerto. Dan entah mengapa tak sedikitpun aku merasa was-was atau pun sedih, aku memang biadab !!!.
Tiga hari kepulangan suamiku ke kampung halamannya, aku meminta ketemuan sama pacarku, lagi-lagi-dia berkilah janganlah dahulu malu sama orang sekitar kata dia. Dan aku pun memakluminya dan berkasih mesra-mesraan terus berlanjut.
Aku laksana anak baru gede yang baru saja punya pacar ku telpon dia sampai 3 hari sekali sudah tak terhitung,,berapa puluh juta uang yang sudah ku transfer, belum lagi sejumlah pulsa.
Dan entah mengapa setiap kali dia meminta uang aku tak kuasa menolak, aku hanya ingin bahagia denganmu,,kataku waktu itu padahal itulah kebodohanku yang nyata
Sudah tiga bulan,,semenjak kepulangan suamiku,, Tak ada kabar berita dari anak-anakku,, mungkin saja mantan suamiku telpon,, namun nomor ponselku telah kuganti.
Dan selama itu pula pertemuan yang kuharapkan tidak kunjung tiba karena saking jengkelnya,, aku meminta alamatnya dan aku sendiri yang datang. Dan pada hari yang di tentukan berangkatlah aku ke kota Bandung, setelah terlebih dahulu ku titipkan anakku di ibuku yang jaraknya bisa di bilang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku.
Dengan berbekal alamat yang dia berikan, ku susuri kota Bandung. Dan tanpa kesulitan yang berarti aku menemukan alamatnya. Ku telpon dia,, namun aneh mengapa tidak aktif,, padahal waktu keluar tol tadi masih aktif,, namun mengapa tiba-tiba saja hp nya mati.
''ah mungkin lagi di charger''pikirku, tanpa membuang waktu segera aku hampiri salah satu rumah di komplek itu dengan perasaan cemas campur malu aku pencet bel di depan rumah itu.
Tak lama kemudian,,datanglah seorang wanita muda layaknya Baby sitter,,aku sedikit kaget dan mulai menerka,,jangan-jangan??????
namun segera ku tepis angan itu dan betul saja dia babby sitter. Dan di mengatakan bahwa tuan rumah sedang di taman belakang aku sempat kaget,,bahwa yang ku tahu IS itu masih perjaka dan umurnya berbeda 3 tahun denganku dan ketika kutanyakan bahwa betul ini rumahnya IS,,si babby sitter menyatakan benar. Dan akan segera memanggil majikannya,, setelah mempersilahkan aku menunggu di ruang tamu.
Perumahan itu adalah perumahan cukup elite di kota bandung dan sejenak aku takjub, dan ketika aku sedang mengamati sekeliling pintu di buka dan masuk lah seseorang laki-laki yang di perkirakan 70 tahunan. Aku mengira ini adalah bapaknya IS dan kami pun saling berjabat tangan dan si bapak tadi menanyakan ada keperluan apa??
ku utarakan bahwa aku ingin bertemu IS,,dia berkata bahwa dialah IS, aku sedikit tersipu,,aku mengira bahwa bapaknya IS bercanda, namun sekali lagi dia katakan bahwa dia lah IS itu aku menyodorkan photo pada si bapak di depanku bahwa IS yang aku maksudkan itu dan si bapak itu mengernyitkan kening.
''bapak tak kenal orang ini neng mungkin neng salah alamat'' kata bapak itu aku pun menunjukkan alamat yang IS berikan beberapa waktu lalu.
Seisi rumah Pak IS geger oleh kedatanganku seluruh anak beliau di panggil ke rumahnya, yang kebetulan rumah ketiga anaknya yang sudah berumah tangga tidak terlalu jauh dan kebetulan hari itu hari libur jadi semua ada di rumah, mereka semua bingung dan mengaku tdk mengenalku dan aku gelagapan ketika di tanya,,dari mana mendapatkan alamat itu.
Terpaksa aku berbohong, karena aku malu, dan pasti jadi bahan tertawaan kalau aku katakan dapat dari teman facebook.
''saya mendapatkannya dari seseorang ini fhotonya dan ini juga no ponselnya,,tapi sekarang tdk aktif" mohon maaf ya pak saya sudah merepotkan keluarga bapak disini mungkin dia lagi sibuk sehingga ponselnya di matikan,, kataku,-,dan aku segera pamit
Dengan perasaan tak menentu ku pacu mobilku keluar dari area kompleks itu. ku arahkan kendaraan ku memasuki areal pusat perbelanjaan BSM, sekedar menghilangkan kaget dan rasa kesalku ..
ku masuki salah satu resto di situ dan setelah mendapat tempat yang nyaman kembali ponselnya ku hubungi,,masih tetap tidak aktif penasaran,,-,akhirnya aku log in facebook betapa kagetnya aku ternyata akun facebook nya pun telah non aktif. aku keluar resto itu tanpa menghabiskan sisa makananku yang baru aku pesan.
Dengan langkah gontai,,aku menuju mobilku ku pacu kendaraanku sekencang mungkin, dalam hati aku mengutuk kebodohanku sendiri, aku adalah manusia paling bodoh,,yang telah mengorbankan kehidupan nyataku demi kehidupan maya yang menipu penyesalan-tinggal penyesalan,,segalanya telah terlambat.
sesampai-nya di rumah aku tak henti-hentinya menangis. Pernah terlintas dalam benakku akan melaporkan ini pada pihak berwajib tapi setelah aku pikirkan maka niatku aku urungkan karena pertimbangan ini dan itu.
Ku tumpahkan semua kekecewaan,,penyesal-an dan rasa bersalahku pada kakaku yang paling tua, dia selalu mengerti keadaanku, demi mendengar ceritaku kakaku tak henti-hentinya berdecak,,dan beristighfar. dia menyarankanku untuk segera meminta maaf pada suamiku dan aku pun berkata tak sanggup dan sangat malu,, memang aku sangat yakin suamiku yang berjiwa besar akan memaafkanku dan menerimaku kembali sebagai isterinya. Dia sangat mencintaiku ...
Sebulan setelah kejadian itu,,bobot badanku menurun drastis akibat defresi Suatu malam kupandang wajah anakku yang masih berumur 2,5 tahun. aku tahu suamiku sangat menyayanginya dan-tentu hatinya sangat sakit dipisahkan darinya. dan dengan cara aku fitnah lagi segera ku telpon kakaku,,aku memnintanya untuk menemaniku. karena-bapakku tak mungkin melakukan perjalanan jauh mengingat usianya yang sudah sangat lanjut dan sering sakit-sakitan. dan-kakak serta kakak iparku mau menemaniku ke purwokerto,,kampung halaman suamiku
Pada hari yang di tentukan berangkatlah kami bertiga,,bersama si kecil. tak usah di perinci di jalannya,,
sampai-lah kami pada tempat yang di tuju, ada rasa sungkan ketika mobil di parkir depan rumah suamiku. Ada setitik kegembiraan melihat mobil suamiku terparkir di garasi berarti suamiku ada dirumah,,tapi mengapa rumah sepi begini,, pikirku. Kakaku yang mengetuk pintu dan mengucap salam Tak lama kemudian,,ada seseorang membukakan pintu dan ternyata dia adik suami ku yang paling kecil.
Demi melihat kehadiran kami,,adik suamiku hanya memberi senyum seolah dipaksakan dan mempersilahkan kami masuk dan dari adik suamiku kami tahu bahwa ibu mertuaku,sedang dirumah familly nya, adik suamiku segera menelpon ibu mertua, dan beberapa saat kemudian Ibu mertuaku datang.
Ketika melihatku,,ibu mertuaku berlari dan memelukku dan menangis sejadi-jadinya,,aku menyangka bahwa ibu mertuaku kangen padaku. Karena aku tahu,,ibu mertua paling menyayangi aku,,dan ini membuat iri anak serta menantunya yang lain.
Dan ketika kutanyakan tentang suamiku,, Ibu mertuaku menangis semakin menjadi-jadi. Adik-suamiku,,yang sedari tadi diam seribu bahasa kini dia bicara,, dan perkataannya serasa tembus sampai ke jantung ''Mbak-yu dasar tak berguna,,suami sakit malah di telantarkan,,ujung2n-ya minta cerai. Suami mbak telah meninggal
Bumi serasa terbalik demi mendengar kata terakhir adiknya
seakan tak percaya. dan ketika ibu mertuaku menganggukkan kepala aku tak ingat apa-apa,,aku jatuh tak sadarkan diri ketika aku sadar aku ingin diantarkan kemakam suamiku,,dalam hatiku pediih sekali suamiku berpulang,,tanpa aku disisi nya,,suamiku berpulang membawa sakit hati yang tdk terobati.
Aku menangis sejadi-jadinya di atas pusara suamiku dalam waktu yang lama. hingga malam aku tak mau beranjak dari sana,,hati ku sakit sekali mengingat dosa yang telah ku berikan padanya Aku sakit hati,,mengapa tak seorang pun memberi kabar padaku
Keesokan harinya,,ibu mertuaku mulai bercerita. Bahwa kedatanganku yang tiba-tiba bersama anak-anak dan tanpa di temani aku dan si kecil membuat ibu selalu bertanya terus dan suamiku selalu menutupinya,,bahwa memang kami lagi ribut kecil kata mendiang suamiku,,namun yang membuat aneh ibu, mengapa anakmu sampai pindah sekolah kata ibu waktu itu,,dan suamiku tetap bungkam. Nanti dulu bu,,saya jelaskan kata dia,,sekarang kepala saya sakit dan ibu mertuaku pun maklum
Namun,,ketika suamiku baru sebulan di sini, hari itu dia berniat menjemput anak-anak sekolah mungkin dia mendadak sakit kepala dan mobil yang di kendarainya menghantam mini bis yang sedang melaju dengan kcepatan tinggi dan setelah dirawat 4 hari, nyawa nya tak tertolong lagi. Dan mengapa aku tak di beri tahu,,tentang wafatnya karena itu amanat dia sewaktu pertama di bawa ke RS dan dia juga pesan meninggal pun jangan di kasih tahu.
Tak terasa air mata jatuh ke laptopku ketika menulis cerita ini Seperti khayal tapi ini memang terjadi. Rasa berdosa, penyesalan, dan perasaan lainnya bercampur aduk menjadi satu dan entah sampai kapan rasa ini terus menyiksaku dari hal sepele menjadi perusak yang maha dahsyat, karena memperturut hawa nafsu.
Aku harus kehilangan segalanya,kedua anakku tak mau aku bawa Dan yang paling menyedihkan,,ketika ku telpon ibu mertuaku menanyakan tentang anakku. tiap pulang sekolah mereka berdua selalu ke makam papa nya,,kadang sampai tertidur di sana Ini membuatku sangat sedih,,di usia mereka yang masih mentah harus di tinggalkan figur yang mereka sayang.
sodara-sodaraku kaum perempuan, saya cuma berpesan satu hal pada kalian Jagalah dirimu baik-baik jangan kau korbankan kehidupan nyatamu demi alam khayalmu, alam maya, yang kadang tak berujung ..
Demikian mengenai Kisah Nyata : Dunia Maya Menyeretku Pada Kesengsaraan Hidup, semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua dan semoga postingan kali ini dapat bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.
Kalau begitu langsung saja deh, berikut adalah ceritanya, cekidot:
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Sebut saja nama saya sulis. Saya berasal dari Subang Jawa Barat. Sebenarnya saya tak tahu pasti, apa tujuan saya hadir dan mengungkap semua kisah saya di sini. Karena jujur saya malu,,tapi saya juga tak tahu meski berbuat apalagi menghadapi ini semua ..
Sebelum-saya tersiksa seperti ini, kehidupan saya sangat bahagia,, bisa berkumpul bersama suami dan anak-anak ..
O,ya pembaca !
Saya ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Suami bekerja pada perusahaan swasta nasional,,di Jakarta. Kami telah berumah tangga selama 11 tahun. Dan Alhamdulillah dikaruniai 3 orang anak, selama itu alhamdulillah tak ada badai yang berarti Yang menghantam bahtera rumah tangga kami Namun mungkin harus dengan cara begini, akhirnya kini kami terpisah.
Mula nya aku hanya iseng, membuka akun di jejaring sosial facebook itu. Buat sekedar iseng mengisi waktu luangku dan juga sekedar iseng jika suami sedang dinas di jakarta, memang sebelum aku buka akun facebook juga, aku pernah juga coba jejaring sosial yang lainnya namun aku rasa hanya facebook lah yang aku paling suka.
Aku sedikit pun tak menyangka, bahwa dunia maya akan menyeretku pada kesengsaraan kehidupan dunia nyata dan memang aku bersama suami sama-sama mempunyai akun fb.
Dan dalam status hubungan di dunia maya pun aku tulis bahwa aku telah menikah, bahkan fhoto profil pun yang aku tampilkan adalah fhoto dimana kami sedang melangsungkan izab kabul.
Sejak dari kecil aku menyukai sastra tulis terutama bait-bait puisi,, Sampai sekarang pun aku masih sangat menyukainya Dan bisa di tebak,,hampir semua status fb ku aku isi dengan puisi. Memang dalam memilih pertemanan di fb, aku termasuk selektif, aku paling tak suka pada yang selalu mengeluarkan sumpah serapah. Makanya kebanyakan temanku di fb,, yang mempunyai status keagamaan atau karya puisi.
Tragedi ini di mulai ketika aku berteman di fb dengan seseorang yang berinitial IS, dia mengaku orang Bandung. awal mula nya kami biasa saja,, dan sangat tak menyangka akan mengarah ke arah sana.
Awalnya kami saling coment di stts, dia pun sangat menghargaiku dengan panggilan Kk, karena mungkin dia melihat bahwa aku telah berkeluarga.
Rupanya karena mungkin sama-sama penggemar puisi, mulailah kami sering inbox'an kadang kalau aku kehabisan insfirasi buat membikin stts,, aku minta bantuan sama dia untuk di buatkan beberapa bait puisi buat bikin stts.
Hari berganti hari,,seiring berjalannya waktu tak terasa kami sudah beberapa bulan dalam kedekatan itu Dan kami pun telah bertukar no.ponsel.
Dan rupanya,,syetan bermain di otak kami. Karena suami pulang kerumah seminggu sekali, otomatis aku lebih leluasa menerima telpon dari dia dan entah bagaimana malam itu ceritanya kami pun jadian semenjak kami jadian,,lambat laun mulai banyak yang ku rubah di profilku dan memang suami sempat bertanya,, namun selalu saja ada alasan yang saya berikan Dan suami pun,,maklum dan berkilah ''ya tak apalah di dunia maya ini''
Aku gembira,,bahwa suamiku percaya akan segala alasan yang aku kemukakan. Tentu hal ini membuat aku gembira. Namun ada juga kecemasan di hati Jangan-jangan nanti ketahuan,, dan untuk menyiasatinya maka aku ungkapkan pada suami bagaimana kalau akun facebooknya kita tutup saja karena menurutku tidak ada manfaatnya dan hanya buang-buang waktu saja
Sesuai perkiraanku suamiku menuruti apa kemauanku Dan kami berdua menutup akun fb kami hal itu berkat insfirasi dari kekasihku di dunia maya tadi, tak lupa aku wanti-wanti pada suami,,jangan buka fb lagi.
Minggu sore, suamiku berangkat lagi ke jakarta, Dan aku merasa bebas,, sebebas-bebas nya cepat aku buka kembali akun fb yang tadi aku dan suami nonaktifkan. Aku ganti semuanya, nama, status hubungan dan lain-lain aku ganti.
Dan aku mulai memblokir semua orang yang aku kenal di dunia nyata. Dan kini aku bebas berkasih mesra di dunia maya. Dan aku seakan menemukan kehidupan baru,, waktuku lebih banyak tersita dunia maya dari pada kehidupan yang sesungguhnya
Tak terasa hubungan gelap kami sudah hampir berjalan setahun tetapi selama itu pula,kami selalu gagal ketika akan ketemuan memang alasan yang dia kemukakan cukup beralasan ''yakni-takut ketahuan suamiku. Dan entah kenapa,,pikiran ku seakan mati ketika dia memintaku,,buat minta cerai pada suamiku. Aku pun menyetujuinya,,dan kukatakan padanya aku butuh waktu.
Dan aku mulai menampakan perangai yang berbeda pada suamiku Kadang diluar kesadaranku aku berbuat seenaknya dan ku tahu,,karena dia orangnya sangat pendiam walaupun sedang marah belum pernah di mengeluarkan kata-kata kotor apalagi sampai menampar, dan secara lahiriah tak ada cacat pada suamiku dia sangat besar tanggung jawabnya pada keluarga dan selain itu,,dia juga seorang pekerja yang ulet.
Ku pakai segala tipu dayaku dan aku selalu memancing-mancing agar aku bisa bertengkar. Dan pada suatu sore di hari sabtu ketika dia baru datang dari jakarta. Langsung saja aku damprat habis-habisan sambil memperlihatkan satu photo wanita, aku katakan bahwa itu ku temukan dari saku jas dia padahal itu hanya rekayasa busuk aku saja.
Demi menhadapi hal itu,,suamiku malah senyum-senyum dan berusaha merangkulku, dan berkata :''Makasih mah,,itu tanda nya mama sangat takut kehilangan papa dan alhamdulillah papa tidak lakukan itu"
Aku sangat muak dan kesal akan sikapnya waktu itu dan ku tepis tangannya dan mendorong tubuhnya dengan kasarnya, sampai dia ter jatuh dan kepalanya membentur kusen pintu cukup keras.
Dan suamiku cepat bangun sambil memegang kepalanya dan berkata :''Astaghfirullah,,a-da apa mama,,istighfar mama'' dengan ketusnya aku berkata :''sudah pa'',,segalanya telah jelas aku sudah bulat papa,,aku minta cerai,, ku katakan itu semua seakan tak ada beban sedikit pun. Aku segera menggendong anakku yang paling kecil dan membawanya ke dalam kamar dan ku kunci dari dalam anakku yang nomor 1 dan 2,,hanya terpaku melihat tingkah ku
Aku tetap mengunci diri dalam kamar,,ketika suami ku mengetuk-ngetuk pintu dan aku tak bergeming sedikit pun apalagi membukanya. Dari lubang pintu,,ku lihat suamiku mempersiapkan makan malamnya bersama kedua anak kami dan sesekali aku lihat dia mengeleng-gelengkan kepala. Dan aku sibuk saling kirim pesan dengan pacarku, dan sebentar lagi aku jamin aku akan di ceraikan suamiku itu yang aku katakan padanya.
Keesokan harinya,,ketika aku keluar dari kamar. Ku lihat suamiku duduk diruang depan dan demi melihat aku keluar, Dia segera menghampiriku,,dan menyapa ku. Dan ku jawab dengan dampratan ku. Dan akhirnya aku ribut besar hari itu namun ku lihat suamiku masih bersabar. Namun aku bersikukuh ingin tetap di cerai. Dan hingga sore tiba,,hingga suamiku pergi kembali ke jakarta aku katakan itu
Ketika suamiku di jakarta,,aku tetap meminta cerai dan seminggu kemudian akhirnya suamiku menceraikan ku meskipun lewat pengacaranya.
Dan suamiku tetep membujuk aku untuk memikirkannya matang-matang jangan keburu nafsu,,namun aku tetap kukuh. Dan ku katakan pada dia suamiku atau kah aku yang akan keluar dari rumah dan suamiku mengalah.
Hari itu pertengahan tahun 2011 ..
Hari dimana suamiku bersama kedua anakku meninggalkan aku dan karirnya di jakarta, menuju kota kelahirannya di purwokerto. Dan entah mengapa tak sedikitpun aku merasa was-was atau pun sedih, aku memang biadab !!!.
Tiga hari kepulangan suamiku ke kampung halamannya, aku meminta ketemuan sama pacarku, lagi-lagi-dia berkilah janganlah dahulu malu sama orang sekitar kata dia. Dan aku pun memakluminya dan berkasih mesra-mesraan terus berlanjut.
Aku laksana anak baru gede yang baru saja punya pacar ku telpon dia sampai 3 hari sekali sudah tak terhitung,,berapa puluh juta uang yang sudah ku transfer, belum lagi sejumlah pulsa.
Dan entah mengapa setiap kali dia meminta uang aku tak kuasa menolak, aku hanya ingin bahagia denganmu,,kataku waktu itu padahal itulah kebodohanku yang nyata
Sudah tiga bulan,,semenjak kepulangan suamiku,, Tak ada kabar berita dari anak-anakku,, mungkin saja mantan suamiku telpon,, namun nomor ponselku telah kuganti.
Dan selama itu pula pertemuan yang kuharapkan tidak kunjung tiba karena saking jengkelnya,, aku meminta alamatnya dan aku sendiri yang datang. Dan pada hari yang di tentukan berangkatlah aku ke kota Bandung, setelah terlebih dahulu ku titipkan anakku di ibuku yang jaraknya bisa di bilang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku.
Dengan berbekal alamat yang dia berikan, ku susuri kota Bandung. Dan tanpa kesulitan yang berarti aku menemukan alamatnya. Ku telpon dia,, namun aneh mengapa tidak aktif,, padahal waktu keluar tol tadi masih aktif,, namun mengapa tiba-tiba saja hp nya mati.
''ah mungkin lagi di charger''pikirku, tanpa membuang waktu segera aku hampiri salah satu rumah di komplek itu dengan perasaan cemas campur malu aku pencet bel di depan rumah itu.
Tak lama kemudian,,datanglah seorang wanita muda layaknya Baby sitter,,aku sedikit kaget dan mulai menerka,,jangan-jangan??????
namun segera ku tepis angan itu dan betul saja dia babby sitter. Dan di mengatakan bahwa tuan rumah sedang di taman belakang aku sempat kaget,,bahwa yang ku tahu IS itu masih perjaka dan umurnya berbeda 3 tahun denganku dan ketika kutanyakan bahwa betul ini rumahnya IS,,si babby sitter menyatakan benar. Dan akan segera memanggil majikannya,, setelah mempersilahkan aku menunggu di ruang tamu.
Perumahan itu adalah perumahan cukup elite di kota bandung dan sejenak aku takjub, dan ketika aku sedang mengamati sekeliling pintu di buka dan masuk lah seseorang laki-laki yang di perkirakan 70 tahunan. Aku mengira ini adalah bapaknya IS dan kami pun saling berjabat tangan dan si bapak tadi menanyakan ada keperluan apa??
ku utarakan bahwa aku ingin bertemu IS,,dia berkata bahwa dialah IS, aku sedikit tersipu,,aku mengira bahwa bapaknya IS bercanda, namun sekali lagi dia katakan bahwa dia lah IS itu aku menyodorkan photo pada si bapak di depanku bahwa IS yang aku maksudkan itu dan si bapak itu mengernyitkan kening.
''bapak tak kenal orang ini neng mungkin neng salah alamat'' kata bapak itu aku pun menunjukkan alamat yang IS berikan beberapa waktu lalu.
Seisi rumah Pak IS geger oleh kedatanganku seluruh anak beliau di panggil ke rumahnya, yang kebetulan rumah ketiga anaknya yang sudah berumah tangga tidak terlalu jauh dan kebetulan hari itu hari libur jadi semua ada di rumah, mereka semua bingung dan mengaku tdk mengenalku dan aku gelagapan ketika di tanya,,dari mana mendapatkan alamat itu.
Terpaksa aku berbohong, karena aku malu, dan pasti jadi bahan tertawaan kalau aku katakan dapat dari teman facebook.
''saya mendapatkannya dari seseorang ini fhotonya dan ini juga no ponselnya,,tapi sekarang tdk aktif" mohon maaf ya pak saya sudah merepotkan keluarga bapak disini mungkin dia lagi sibuk sehingga ponselnya di matikan,, kataku,-,dan aku segera pamit
Dengan perasaan tak menentu ku pacu mobilku keluar dari area kompleks itu. ku arahkan kendaraan ku memasuki areal pusat perbelanjaan BSM, sekedar menghilangkan kaget dan rasa kesalku ..
ku masuki salah satu resto di situ dan setelah mendapat tempat yang nyaman kembali ponselnya ku hubungi,,masih tetap tidak aktif penasaran,,-,akhirnya aku log in facebook betapa kagetnya aku ternyata akun facebook nya pun telah non aktif. aku keluar resto itu tanpa menghabiskan sisa makananku yang baru aku pesan.
Dengan langkah gontai,,aku menuju mobilku ku pacu kendaraanku sekencang mungkin, dalam hati aku mengutuk kebodohanku sendiri, aku adalah manusia paling bodoh,,yang telah mengorbankan kehidupan nyataku demi kehidupan maya yang menipu penyesalan-tinggal penyesalan,,segalanya telah terlambat.
sesampai-nya di rumah aku tak henti-hentinya menangis. Pernah terlintas dalam benakku akan melaporkan ini pada pihak berwajib tapi setelah aku pikirkan maka niatku aku urungkan karena pertimbangan ini dan itu.
Ku tumpahkan semua kekecewaan,,penyesal-an dan rasa bersalahku pada kakaku yang paling tua, dia selalu mengerti keadaanku, demi mendengar ceritaku kakaku tak henti-hentinya berdecak,,dan beristighfar. dia menyarankanku untuk segera meminta maaf pada suamiku dan aku pun berkata tak sanggup dan sangat malu,, memang aku sangat yakin suamiku yang berjiwa besar akan memaafkanku dan menerimaku kembali sebagai isterinya. Dia sangat mencintaiku ...
Sebulan setelah kejadian itu,,bobot badanku menurun drastis akibat defresi Suatu malam kupandang wajah anakku yang masih berumur 2,5 tahun. aku tahu suamiku sangat menyayanginya dan-tentu hatinya sangat sakit dipisahkan darinya. dan dengan cara aku fitnah lagi segera ku telpon kakaku,,aku memnintanya untuk menemaniku. karena-bapakku tak mungkin melakukan perjalanan jauh mengingat usianya yang sudah sangat lanjut dan sering sakit-sakitan. dan-kakak serta kakak iparku mau menemaniku ke purwokerto,,kampung halaman suamiku
Pada hari yang di tentukan berangkatlah kami bertiga,,bersama si kecil. tak usah di perinci di jalannya,,
sampai-lah kami pada tempat yang di tuju, ada rasa sungkan ketika mobil di parkir depan rumah suamiku. Ada setitik kegembiraan melihat mobil suamiku terparkir di garasi berarti suamiku ada dirumah,,tapi mengapa rumah sepi begini,, pikirku. Kakaku yang mengetuk pintu dan mengucap salam Tak lama kemudian,,ada seseorang membukakan pintu dan ternyata dia adik suami ku yang paling kecil.
Demi melihat kehadiran kami,,adik suamiku hanya memberi senyum seolah dipaksakan dan mempersilahkan kami masuk dan dari adik suamiku kami tahu bahwa ibu mertuaku,sedang dirumah familly nya, adik suamiku segera menelpon ibu mertua, dan beberapa saat kemudian Ibu mertuaku datang.
Ketika melihatku,,ibu mertuaku berlari dan memelukku dan menangis sejadi-jadinya,,aku menyangka bahwa ibu mertuaku kangen padaku. Karena aku tahu,,ibu mertua paling menyayangi aku,,dan ini membuat iri anak serta menantunya yang lain.
Dan ketika kutanyakan tentang suamiku,, Ibu mertuaku menangis semakin menjadi-jadi. Adik-suamiku,,yang sedari tadi diam seribu bahasa kini dia bicara,, dan perkataannya serasa tembus sampai ke jantung ''Mbak-yu dasar tak berguna,,suami sakit malah di telantarkan,,ujung2n-ya minta cerai. Suami mbak telah meninggal
Bumi serasa terbalik demi mendengar kata terakhir adiknya
seakan tak percaya. dan ketika ibu mertuaku menganggukkan kepala aku tak ingat apa-apa,,aku jatuh tak sadarkan diri ketika aku sadar aku ingin diantarkan kemakam suamiku,,dalam hatiku pediih sekali suamiku berpulang,,tanpa aku disisi nya,,suamiku berpulang membawa sakit hati yang tdk terobati.
Aku menangis sejadi-jadinya di atas pusara suamiku dalam waktu yang lama. hingga malam aku tak mau beranjak dari sana,,hati ku sakit sekali mengingat dosa yang telah ku berikan padanya Aku sakit hati,,mengapa tak seorang pun memberi kabar padaku
Keesokan harinya,,ibu mertuaku mulai bercerita. Bahwa kedatanganku yang tiba-tiba bersama anak-anak dan tanpa di temani aku dan si kecil membuat ibu selalu bertanya terus dan suamiku selalu menutupinya,,bahwa memang kami lagi ribut kecil kata mendiang suamiku,,namun yang membuat aneh ibu, mengapa anakmu sampai pindah sekolah kata ibu waktu itu,,dan suamiku tetap bungkam. Nanti dulu bu,,saya jelaskan kata dia,,sekarang kepala saya sakit dan ibu mertuaku pun maklum
Namun,,ketika suamiku baru sebulan di sini, hari itu dia berniat menjemput anak-anak sekolah mungkin dia mendadak sakit kepala dan mobil yang di kendarainya menghantam mini bis yang sedang melaju dengan kcepatan tinggi dan setelah dirawat 4 hari, nyawa nya tak tertolong lagi. Dan mengapa aku tak di beri tahu,,tentang wafatnya karena itu amanat dia sewaktu pertama di bawa ke RS dan dia juga pesan meninggal pun jangan di kasih tahu.
Tak terasa air mata jatuh ke laptopku ketika menulis cerita ini Seperti khayal tapi ini memang terjadi. Rasa berdosa, penyesalan, dan perasaan lainnya bercampur aduk menjadi satu dan entah sampai kapan rasa ini terus menyiksaku dari hal sepele menjadi perusak yang maha dahsyat, karena memperturut hawa nafsu.
Aku harus kehilangan segalanya,kedua anakku tak mau aku bawa Dan yang paling menyedihkan,,ketika ku telpon ibu mertuaku menanyakan tentang anakku. tiap pulang sekolah mereka berdua selalu ke makam papa nya,,kadang sampai tertidur di sana Ini membuatku sangat sedih,,di usia mereka yang masih mentah harus di tinggalkan figur yang mereka sayang.
sodara-sodaraku kaum perempuan, saya cuma berpesan satu hal pada kalian Jagalah dirimu baik-baik jangan kau korbankan kehidupan nyatamu demi alam khayalmu, alam maya, yang kadang tak berujung ..
Demikian mengenai Kisah Nyata : Dunia Maya Menyeretku Pada Kesengsaraan Hidup, semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua dan semoga postingan kali ini dapat bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.
Pengorbanan Istri Yang Sering Tidak Disadari Suami - Assalamualaikum sahabt muslim alhamdulillah bisa posting lagi. Wanita adalah makhluk terindah yang di ciptakan oleh Allah.
Tapi tak banyak para pria yang tahu bahwa wanita yang menjadi istrinya itu berkorban demi kebahagian sang suami. Lalu apa saja pengorbonan sanga istri kepada suaminya tercinta.
Berikut dibawah ini adalah sedikit ulasannya, cekdot:
1. Ketika suami menikah lagi, dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis karena terluka, tapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.
2.Sebagai istri ia siap mengorbankan impian-impiannya demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.
3.Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.
4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas. ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak,membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya, dan menyetrika dengan rapi.
5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang istri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service, babu dan wanita penghibur digabung jadi satu.
6. Ketika suaminya menginginkan punya anak 4,5,6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawamelahirkannya. Suami kadang gak terlalu paham penderitaan macam begini karena mereka tidak mengalaminya.
7. Meski laki-laki tak paham benar, tapi Allah Maha Mengerti, karena itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi istri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.
Demikian mengenai Pengorbanan Istri Yang Sering Tidak Disadari Suami, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.
Tapi tak banyak para pria yang tahu bahwa wanita yang menjadi istrinya itu berkorban demi kebahagian sang suami. Lalu apa saja pengorbonan sanga istri kepada suaminya tercinta.
Berikut dibawah ini adalah sedikit ulasannya, cekdot:
2.Sebagai istri ia siap mengorbankan impian-impiannya demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.
3.Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.
4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas. ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak,membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya, dan menyetrika dengan rapi.
5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang istri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service, babu dan wanita penghibur digabung jadi satu.
6. Ketika suaminya menginginkan punya anak 4,5,6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawamelahirkannya. Suami kadang gak terlalu paham penderitaan macam begini karena mereka tidak mengalaminya.
7. Meski laki-laki tak paham benar, tapi Allah Maha Mengerti, karena itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, Tuhan langsung memberinya surga. Bagi istri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.
Demikian mengenai Pengorbanan Istri Yang Sering Tidak Disadari Suami, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.
Belajar Jadi Wanita Sukses Seperti Tri Rismaharini Walikota Surabaya -Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi di blog ini. Sosok wanita ini belakangan mencuri perhatian masyarakat indonesia. Gayanya yang mau turun tangan langsung ke lapangan.
Wanita sejak menjadi kota sudah mendapatkan banyak penghargaan dan menjadi salah satu walikota terbaik di dunia. Namun sebagaimana kodrat seseorang ibu. Tidak lantas begitu saja melupakan tugas sebagai seorang ibu rumah tangga.
Dilansir dari merdeka.com, Tri Rismaharini membagi resepnya agar sukses mengelola profesinya, baik dalam tugas kantor maupun masalah pribadi. Beliau menuturkan bahwa kunci kesuksesannya adalah fokus. Seorang wanita karir tidak boleh membawa urusan rumah ke kantor maupun sebaliknya.
Bagi mantan Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya ini hal yang terpenting lainnya dalam hidup adalah komunikasi. Menyesuaikan gaya bicara dengan orang yang ditemuinya juga merupakan kunci untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan. Sosok Risma dikenal sebagai seorang wanita tegas dan spontan. Dirinya tidak akan ragu untuk turun dari mobil hanya demi memungut sampah di jalan yang dilintasinya. Bahkan, Risma tidak segan untuk memecat bawahannya yang tidak disiplin atau jijik ketika membantu memungut sampah.
Namun bagi Risma, dirinya tidak akan berhasil dalam mengerjakan semua tugas-tugasnya tanpa didukung oleh semua stafnya.
Demikian mengenai Belajar Jadi Wanita Sukses Seperti Tri Rismaharini Walikota Surabaya, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.
Wanita sejak menjadi kota sudah mendapatkan banyak penghargaan dan menjadi salah satu walikota terbaik di dunia. Namun sebagaimana kodrat seseorang ibu. Tidak lantas begitu saja melupakan tugas sebagai seorang ibu rumah tangga.
Dilansir dari merdeka.com, Tri Rismaharini membagi resepnya agar sukses mengelola profesinya, baik dalam tugas kantor maupun masalah pribadi. Beliau menuturkan bahwa kunci kesuksesannya adalah fokus. Seorang wanita karir tidak boleh membawa urusan rumah ke kantor maupun sebaliknya.
Bagi mantan Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya ini hal yang terpenting lainnya dalam hidup adalah komunikasi. Menyesuaikan gaya bicara dengan orang yang ditemuinya juga merupakan kunci untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan. Sosok Risma dikenal sebagai seorang wanita tegas dan spontan. Dirinya tidak akan ragu untuk turun dari mobil hanya demi memungut sampah di jalan yang dilintasinya. Bahkan, Risma tidak segan untuk memecat bawahannya yang tidak disiplin atau jijik ketika membantu memungut sampah.
Namun bagi Risma, dirinya tidak akan berhasil dalam mengerjakan semua tugas-tugasnya tanpa didukung oleh semua stafnya.
Demikian mengenai Belajar Jadi Wanita Sukses Seperti Tri Rismaharini Walikota Surabaya, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.
Kemulian Wanita Yang Sedang Hamil - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi. Pada posting kali ini saya akan posting mengenai ibu yang sedang hamil.
Hamil untuk seseorang wanita, memang sangat berat, menjalani kehidupan sehari-hari karena membopong seorang bayi yang ada di perut. Tapi saat wanita sedang hamil mereka memiliki beberapa kemulian yang tidak akan bisa di capai oleh seorang laki-laki.
Lalu apa saja kemulian seseorang wanita hamil, berikut adalah sedikit ulasannya:
1. Apabila seorang perempuan mengandung dalam rahimnya, maka beristighfarlahpara malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
2. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang berjihad di jalan Allah SWT.
3. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, hilanglah dosa²nya seperti keadaan ia baru dilahirkan.
4. Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap setegukan dari pada susunya diberi 1 kebajikan.
5. Apabila semalaman si ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
6. Rakaat shalat wanita yang sedang hamil adalah lebih baik dari pada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
7. Wanita yang memberi minum air susu (ASI) kepada anaknya dari dirinya sendiri akan mendapat 1 pahala pada tiap² tetes susu yang diberikannya.
8. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan diampunkan oleh Allah SWT seluruh dosanya dan bila ia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
9. Wanita yang hamil akan dapat pahala terus berpuasa pada siang hari.
10. Wanita yang hamil akan dapat pahala terus beribadah pada malam hari.
11. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa, serta setiap kesakitan pada 1 uratnya Allah SWT mengkurniakan 1 pahala haji.
12. Sekiranya wanita mati di masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid.
13. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2,5 tahun), maka malaikat² dilangit akan kabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.
14. Jika wanita memberi susu dirinya pada anaknya yang menangis, Allah SWT akan memberi pahala 1 tahun shalat dan berpuasa.
Subhanallah...
Betapa mulianya wanita hamil, tentunya dengan jalan kehamilan yang diridhai oleh Allah SWT, bukan dengan cara kehamilan yang Na'udzubillah..
Hamil untuk seseorang wanita, memang sangat berat, menjalani kehidupan sehari-hari karena membopong seorang bayi yang ada di perut. Tapi saat wanita sedang hamil mereka memiliki beberapa kemulian yang tidak akan bisa di capai oleh seorang laki-laki.
Lalu apa saja kemulian seseorang wanita hamil, berikut adalah sedikit ulasannya:
1. Apabila seorang perempuan mengandung dalam rahimnya, maka beristighfarlahpara malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
2. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang berjihad di jalan Allah SWT.
3. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, hilanglah dosa²nya seperti keadaan ia baru dilahirkan.
4. Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap setegukan dari pada susunya diberi 1 kebajikan.
5. Apabila semalaman si ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
6. Rakaat shalat wanita yang sedang hamil adalah lebih baik dari pada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
7. Wanita yang memberi minum air susu (ASI) kepada anaknya dari dirinya sendiri akan mendapat 1 pahala pada tiap² tetes susu yang diberikannya.
8. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan diampunkan oleh Allah SWT seluruh dosanya dan bila ia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
9. Wanita yang hamil akan dapat pahala terus berpuasa pada siang hari.
10. Wanita yang hamil akan dapat pahala terus beribadah pada malam hari.
11. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa, serta setiap kesakitan pada 1 uratnya Allah SWT mengkurniakan 1 pahala haji.
12. Sekiranya wanita mati di masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid.
13. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2,5 tahun), maka malaikat² dilangit akan kabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.
14. Jika wanita memberi susu dirinya pada anaknya yang menangis, Allah SWT akan memberi pahala 1 tahun shalat dan berpuasa.
Subhanallah...
Betapa mulianya wanita hamil, tentunya dengan jalan kehamilan yang diridhai oleh Allah SWT, bukan dengan cara kehamilan yang Na'udzubillah..
Demikian mengenai Kemulian Wanita Yang Sedang Hamil, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.
Apakah TUHAN Benar-benar Ada? - Assalamualaikum sobat blogger, alhamdulillah bisa update blog ini lagi. Posting kali ini saya akan posting yang isi artikelnya pasti membuat orang bertanya-tanya? Apa maksud dari postingan kali ini.
Sebelumnya kalian jangan berburuk sangka dulu kepada saya. Kalau saya di tanya apakah saya Percaya Tuhan? saya jawab iya, karena sesuatu yang ada, itu tak perlu di buktikan dengan bukti yang otentik. Lalu apa maksud postigan ini? Postingan ini agar kalian lebih yakin bahwa Tuhan itu benar-benar ada.
Simaklah ulasan di bawah ini agar kalian mengerti maksud saya.
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda :: (Dengan nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa...?? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??
Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan Anda.
Pemuda :: (Tetap dengan nada sombong) Anda yakin....?? Sedang profesor & banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya...!!
Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan...??
1. Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya?
2. Apakah yang dinamakan TAKDIR...??
3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama? Apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba pemuka agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.
(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata ::
Pemuda :: Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??
Ustadz :: Saya tidak marah...!!! Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya...!!
Pemuda :: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti...??!!
Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!
Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit...!!
Ustadz :: Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada...?!!
Pemuda :: Ya... Percaya...!!
Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu...??!!
Pemuda :: Saya tidak bisa...!!
Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.
Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..??!!
Pemuda :: Tidak...!!
Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini...??!!
Pemuda :: Tidak...!!
Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR...!!
Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda...??!!
Pemuda :: Kulit...!!
Ustadz :: Terbuat dari apa pipi Anda...??!!
Pemuda :: Kulit...!!
Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!
Pemuda :: Sakit...!!
Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.
MASIHKAH ANDA MERAGUKAN KEHADIRAN 'TUHAN' DALAM HARI-HARI ANDA ?
Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimkan pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat...
SUBHANALLAH...
Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita agar tetap istiqomah dalam melakukan kebaikan dan memberikan kelapangan hati kita untuk menjadikan kita pribadi yang luar biasa. Aamiinn...
Demikian mengenai Apakah TUHAN Benar-benar Ada?, semoga dapat menambah informasi dan bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.
Sebelumnya kalian jangan berburuk sangka dulu kepada saya. Kalau saya di tanya apakah saya Percaya Tuhan? saya jawab iya, karena sesuatu yang ada, itu tak perlu di buktikan dengan bukti yang otentik. Lalu apa maksud postigan ini? Postingan ini agar kalian lebih yakin bahwa Tuhan itu benar-benar ada.
Simaklah ulasan di bawah ini agar kalian mengerti maksud saya.
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
Pemuda :: (Dengan nada sombong pemuda itu bertanya) Anda siapa...?? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan saya...??
Ustadz :: Saya hanya hamba ALLAH & dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan Anda.
Pemuda :: (Tetap dengan nada sombong) Anda yakin....?? Sedang profesor & banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Ustadz :: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya...!!
Pemuda :: Saya punya 3 buah pertanyaan...??
1. Kalau memang TUHAN itu ada, tunjukkan wujud TUHAN kepada saya?
2. Apakah yang dinamakan TAKDIR...??
3. Kalau SETAN diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama? Apakah TUHAN tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba pemuka agama tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.
(sambil menahan sakit) si Pemuda berkata ::
Pemuda :: Kenapa...?? Anda marah kepada saya...??
Ustadz :: Saya tidak marah...!!! Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya...!!
Pemuda :: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti...??!!
Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!
Pemuda :: Tentu saja saya merasakan sakit...!!
Ustadz :: Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada...?!!
Pemuda :: Ya... Percaya...!!
Ustadz :: Tunjukan pada saya wujud sakit itu...??!!
Pemuda :: Saya tidak bisa...!!
Ustadz :: Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan TUHAN tanpa mampu melihat wujudnya.
Ustadz :: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya..??!!
Pemuda :: Tidak...!!
Ustadz:: Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini...??!!
Pemuda :: Tidak...!!
Ustadz :: Itulah yang dinamakan TAKDIR...!!
Ustadz :: Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar anda...??!!
Pemuda :: Kulit...!!
Ustadz :: Terbuat dari apa pipi Anda...??!!
Pemuda :: Kulit...!!
Ustadz :: Bagaimana rasanya tamparan saya...??!!
Pemuda :: Sakit...!!
Ustadz :: Walaupun setan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika TUHAN berkehendak, maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan bagi setan.
MASIHKAH ANDA MERAGUKAN KEHADIRAN 'TUHAN' DALAM HARI-HARI ANDA ?
Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimkan pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat...
SUBHANALLAH...
Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita agar tetap istiqomah dalam melakukan kebaikan dan memberikan kelapangan hati kita untuk menjadikan kita pribadi yang luar biasa. Aamiinn...
Demikian mengenai Apakah TUHAN Benar-benar Ada?, semoga dapat menambah informasi dan bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.
Akibat Menyepelekan Sholat - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi. Sholat adalah ibadah yang nantinya akan dihitung pertama amalnya di hari akhir nanti. Sholat juga salah satau ibadah wajib bagi seorang muslim yang sudah balig, nah berikut adalah kisah inspirasi akibat menyepelkan sholat yang bisa anda ambil hikmahnya.
AKIBAT MENYEPELEKAN SHOLAT
Kakak perempuan Fulan telah meninggal dunia. Saat Fulan ikut mengubur kakaknya, kantung uangnya terjatuh dan tertimbun tanah, ia tak sempat mengambilnya.
Setelah upacara pemakaman selesai dan semua orang yang melayat sudah pulang, Fulan menggali kembali kuburan kakaknya untuk mengambil kantung uangnya yang tertimbun.
Betapa terkejutnya Fulan, dari liang kubur kakak perempuannya itu keluar api menyala. Dengan cepat Fulan menimbun kembali kuburan itu, ia mengurungkan niatnya mengambil kantung uang miliknya.
Bergegas ia pulang ke rumah dan dengan menangis ia menemui ibunya.
“Ibu apa yang telah diperbuat kakak perempuanku, hingga terjadi demikian?” tanya Fulan kepada ibunya.
“Apa yang terjadi, anakku? ”
“Ketika aku menggali kubur kakak untuk mengambil kantung uangku yang terjatuh, keluarlah api dari liang kuburnya,” kata Fulan, menceritakan apa yang baru saja dilihatnya.
Mendengar cerita anaknya, sang ibu hanya diam terpaku. Pandangannya menerawang jauh, air matanya meleleh membasahi kedua pipinya. Ia sangat menyesali apa yang telah diperbuat anak perempuannya semasa hidup.
“Apa yang dilakukannya ibu ?” tanya Fulan lagi. Rasa ingin tahunya semakin besar melihat reaksi ibunya.
“Wahai anakku, Fulan. Kakak perempuanmu dulu semasa hidupnya suka menyepelekan shalat, dan mengakhirkan shalatnya.” jawab ibu Fulan dengan sedih ...
Ya Allah jadikanlah Aku dan setiap Orang yang Mengucapkan'Aamiin'agar tetap mendirikan sholat .. Aamiin
Demikian mengenai Akibat Menyepelekan Sholat, semoga dapat bermanfaat buatkalian semuanya, wassalamualaikum.
AKIBAT MENYEPELEKAN SHOLAT
Kakak perempuan Fulan telah meninggal dunia. Saat Fulan ikut mengubur kakaknya, kantung uangnya terjatuh dan tertimbun tanah, ia tak sempat mengambilnya.
Setelah upacara pemakaman selesai dan semua orang yang melayat sudah pulang, Fulan menggali kembali kuburan kakaknya untuk mengambil kantung uangnya yang tertimbun.
Betapa terkejutnya Fulan, dari liang kubur kakak perempuannya itu keluar api menyala. Dengan cepat Fulan menimbun kembali kuburan itu, ia mengurungkan niatnya mengambil kantung uang miliknya.
Bergegas ia pulang ke rumah dan dengan menangis ia menemui ibunya.
“Ibu apa yang telah diperbuat kakak perempuanku, hingga terjadi demikian?” tanya Fulan kepada ibunya.
“Apa yang terjadi, anakku? ”
“Ketika aku menggali kubur kakak untuk mengambil kantung uangku yang terjatuh, keluarlah api dari liang kuburnya,” kata Fulan, menceritakan apa yang baru saja dilihatnya.
Mendengar cerita anaknya, sang ibu hanya diam terpaku. Pandangannya menerawang jauh, air matanya meleleh membasahi kedua pipinya. Ia sangat menyesali apa yang telah diperbuat anak perempuannya semasa hidup.
“Apa yang dilakukannya ibu ?” tanya Fulan lagi. Rasa ingin tahunya semakin besar melihat reaksi ibunya.
“Wahai anakku, Fulan. Kakak perempuanmu dulu semasa hidupnya suka menyepelekan shalat, dan mengakhirkan shalatnya.” jawab ibu Fulan dengan sedih ...
Ya Allah jadikanlah Aku dan setiap Orang yang Mengucapkan'Aamiin'agar tetap mendirikan sholat .. Aamiin
Demikian mengenai Akibat Menyepelekan Sholat, semoga dapat bermanfaat buatkalian semuanya, wassalamualaikum.












