Belajar Jadi Wanita Sukses Seperti Tri Rismaharini Walikota Surabaya -Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi di blog ini. Sosok wanita ini belakangan mencuri perhatian masyarakat indonesia. Gayanya yang mau turun tangan langsung ke lapangan.

Wanita sejak menjadi kota sudah mendapatkan  banyak penghargaan dan menjadi salah satu walikota terbaik di dunia. Namun sebagaimana  kodrat seseorang ibu. Tidak lantas begitu saja melupakan tugas sebagai seorang ibu rumah tangga.
Belajar Jadi Wanita Sukses Seperti Tri Rismaharini Walikota Surabaya

Dilansir dari merdeka.com, Tri Rismaharini membagi resepnya agar sukses mengelola profesinya, baik dalam tugas kantor maupun masalah pribadi. Beliau menuturkan bahwa kunci kesuksesannya adalah fokus. Seorang wanita karir tidak boleh membawa urusan rumah ke kantor maupun sebaliknya.

Bagi mantan Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya ini hal yang terpenting lainnya dalam hidup adalah komunikasi. Menyesuaikan gaya bicara dengan orang yang ditemuinya juga merupakan kunci untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan. Sosok Risma dikenal sebagai seorang wanita tegas dan spontan. Dirinya tidak akan ragu untuk turun dari mobil hanya demi memungut sampah di jalan yang dilintasinya. Bahkan, Risma tidak segan untuk memecat bawahannya yang tidak disiplin atau jijik ketika membantu memungut sampah.


Namun bagi Risma, dirinya tidak akan berhasil dalam mengerjakan semua tugas-tugasnya tanpa didukung oleh semua stafnya. 

Demikian mengenai Belajar Jadi Wanita Sukses Seperti Tri Rismaharini Walikota Surabaya, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.
Toilet dan toleransi, Analogi Sederhana Dalam Ucapan Natal
Toilet dan toleransi, Analogi Sederhana Dalam Ucapan Natal - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi. Antara Toleransi Dan Kebersamaan. Sobat, saya yakin anda pernah jalan jalan bersama istri atau suami anda, atau barang kali kedua orang tua atau mungkin pula teman.

Tentu acara berjalan bersama akan terasa nyaman dan mengasyikkan bila ada sikap saling memahami dan toleransi.

Sebagai contoh: di saat teman anda merasa mulas / sakit perut maka anda dituntut pengertian, yaitu dengan mengizinkannya pergi ke toilet. Anda membiarkannya menyelesaikan urusannya, tanpa anda mengganggunya.

Kebersamaan atau toleransi bukan berarti anda turut serta masuk ke toilet, ikut ikutan jongkok di toilet karena anda ingin menunjukkan sikap solidaritas atau empati dengannya.

Sobat, kira kira apa yang anda lakukan bila ada teman anda yang ingin toleransi atau empati kepada anda dengan cara turut serta masuk ke toilet bersama anda dan ikut ikutan jongkok bersama anda?

Gambaran ini adalah ilustrasi sederhana tentang toleransi beragama yang seharusnya dilakukan oleh ummat Islam kepada tetangga atau teman yang berbeda agama.

Bila anda memiliki tetangga atau teman nasrani, maka biarkan ia merayakan hari besar mereka tanpa perlu anda mengusiknya. Namun tinggalkan segala kegiatan agamanya, karena menurut syariat islam, segala praktek ibadah mereka adalah menyimpang dari ajaran Islam alias bentuk kekufuran.

Satu kesalahan besar bila anda turut serta merayakan atau meramaikan perayaan mereka. Sebagaimana salah besar bila anda turut serta masuk ke toilet bersama teman anda.

Demikianlah salah satu pelajaran yang mungkin dapat kita petik dari ayat 8-9 surat Al Mumtahanah


Demikian mengenai Toilet dan toleransi, Analogi Sederhana Dalam Ucapan Natal, semoga informasi yang saya berikan kali ini dapat bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.

Muhammad Arifin Badri.
source:https://www.facebook.com/NasehatindahIslam/posts/789890707694041
Di Balik Doa Yang Tidak Terkabul
Di Balik Doa Yang Tidak Terkabul - Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.

Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.

Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.

Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.

Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.

Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin
Masuk Islam Setelah Mengetahui Air Liur Anjing Mengandung Bakteri
Masuk Islam Setelah Mengetahui Air Liur Anjing Mengandung Bakteri - Seorang ilmuwan besar yg mendalami bidang bakteri berkunjung ke Mesir untuk menyekolahkan anaknya dan dia sendiri memperoleh pekerjaan dalam bidangnya tersebut. Pada suatu hari dia membaca buku hadist yg berhubungan dengan masalah kesehatan. Tiba-tiba dia tidak percaya ketika membaca hadist Nabi saw,
“Jika seekor anjing menjilat perkakas rumah salah seorang diantara kalian, maka cucilah alat (tempat) itu tujuh kali, satu kali diantara yg tujuh itu dicampur dengan tanah..”

Sejenak dia berdiam menatap hadist itu. Dalam dirinya mulai timbul pertanyaan-pertanyaan yg menggoda : Perintah mencuci tujuh kali itu memang harus dilakukan, dan merupakan kewajiban, namun mengapa Nabi masih menyuruh membasuh tempat itu satu kalinya dengan tanah? Tidakkah dengan memakai air saja sudah cukup?

Pertanyaan itu begitu menggoda. Tanpa menunggu waktu lagi, segera dia mengambil sebuah perkakas rumah dan membiarkannya dijilati anjing. Dia lalu mencucinya dengan air tujuh kali. Meneliti dengan meneropongnya dibawah mikroskop, dan yg terlihat : Berjuta-juta bakteri masih melekat di tempat itu. Bebarti mencuci dengan air tidaklah cukup untuk menghilangkan bakteri atau kuman-kuman penyakit anjing yg melekat ditempat itu.

Sekarang dia mencoba sekali lagi, mencuci tempat itu dengan debu. Dan setelah diteliti, ternyata, kuman-kuman telah hilang seluruhnya.

Pertanyaan yg timbul dibenaknya sekarang : Siapa yg memberitahukan hal ini kepada Muhammad? Padahal poenemuan rahasia bakteri baru diketemukan oleh Pasteur (1822-1895). Bukankah jauh sekali jarak antara Muhammad dengan Pasteur? Berarti penemuan Pasteur hanyalah mengulang penemuan lama, dimana Muhammad telah mengetahui bahwa bakteri atau kuman penyakit itu ada pada anjing dan dapat dihilangkan hanya dengan mempergunakan debu dan dibasuh dengan air enam kali. Siapa yg memberitahukan hakekat ilmiah ini kepada Muhammad? Tidak lain, Dialah ALLAH!!! ALLAH yg benar-benar menunjuk Muhammad saw sebagai utusan-NYA. Akhirnya ilmuwan itu masuk Islam bersama puterinya yg ikut di Kairo itu. (Bagaimana Aku Melihat ALLAH, 1982)
Inilah Do’a Orang Yang Teraniaya
Inilah Do’a Orang Yang Teraniaya - Bismillah ... Seluruh anggota keluarga telah berada di depan meja makan untuk menunggu datangnya waktu maghrib, untuk berbuka puasa. Sekalipun makanan yang terhidang sangat sederhana, sesuai dengan kemiskinan mereka, tetapi mereka sangat mensyukurinya.

Sementara sang ayah, pikirannya sedang kacau karena memikirkan sikap orang yang menghutanginya uang. Orang tersebut bersifat sombong dan selalu mengancam jika hari ini tidak bisa melunasi hutangnya.Dari mana keluarga miskin ini akan dapat mengembalikan hutangnya, sedangkan dia juga tidak bisa memberi makan anak-anaknya? Bagaimana nanti dia akan menemui orang yang sombong tapi bodoh itu?
Tiba-tiba, ketika dia sedang bingung, terdengar pintu rumahnya diketuk sangat keras, seolah-olah rumah akan roboh, diiringi gertakan yang mengagetkan. Kemudian, laki-laki miskin itu membukakan pintu dengan tangan gemetar. Ternyata yang mengetuk pintu ialah pria yang sombong, dengan tatapan mata yang penuh kemarahan. Tanpa berbicara sepatah kata pun, lelaki sombong itu langsung menampar dan menendang serta mencaci lelaki miskin di hadapan anak-anaknya. Anak-anaknya menangis dan berteriak minta tolong, demikian juga dengan ibunya sehingga para tetangga berdatangan. Setelah bermusyawarah–sementara lelaki miskin itu pingsan–orang sombong tersebut
menyanggupi akan meninggalkan rumah si miskin. Ketika itulah azan maghrib bergema.

Bersamaan dengan azan, lelaki miskin itu siuman, lalu menatap lelaki sombong sambil menengadahkan tangan ke langit. Dengan suara terbata-bata dan linangan air mata dia berdoa, “Semoga Allah membalas kejahatanmu, semoga Allah membalas kejahatanmu. “

Berselang sepuluh hari dari kejadian yang memilukan ini, orang sombong itu merasa sakit di bagian betisnya. Dia sudah berkali-kali memeriksakannyake dokter. Akan tetapi, tidak juga membuahkan hasil. Lalu pindah ke dokter yang lain, di pusat kota. Di rumah sakit inilah kemudian dia dirawat. Ketika masuk ke rumah sakit, dia memiliki dua buah betis utuh, setelah keluar betisnya tinggal satu.

Ternyata dia terkena penyakit kanker pada bagian kakinya. Tidak lama berselang, kakinya yang lain terserang kanker juga. Kini dia meninggalkan rumah sakit tanpa memiliki kaki, tidak bisa berjalan dan harus dibantu orang lain.

Orang sombong tersebut terkena doanya orang miskin yang dizaliminya. Beginilah akhir kehidupan orang yang zalim. Sesungguhnya Allah hanya menunda siksa-Nya, Dia tidak pernah lalai mengawasi perbuatan hamba-Nya.

Dikutip dari Buku Bila Amal Dibayar Kontan, Penerbit Darul Falah.
Jika Hatimu merindukan seseorang...
Pejamkan Matamu dan Katakan...

Yaa Allah...
Aku merindukannya kerana_Mu Ya Allah..
Jauhkanlah aku dari perkara yang bisa membuat aku lupa kepada_Mu..
Aku semakin mengerti bahwa jarak ini bukan untuk menghukumku..
Tapi Jarak ini untuk Menjaga aku dan dia..

- Dengan ‘jarak’ ini..Aku dan dia berjanji untuk berubah menjadi lebih baik..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Memperbaiki cinta kepada Ilahi..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Mencintai Pencipta kami lebih dari segalanya..

- Dengan jarak ini..Aku dan dia berjanji untuk Mendalami ajaran Islam...

- Dan Dengan jarak ini juga..Aku dan dia yakin andai tiba saatnya nanti..Aku dan dia akan lebih siap untuk melayari semua ini dengan jalan yang diridhai..

Syukur Ya Allah...
Kerana memberi peluang kepadaku melalui jalan_Mu ini..

Syukur Yaa Rabbi..
kerana memberikan jarak itu kepada aku dan dia..

Ya Allah ....
Sekiranya dia baik untuk dunia dan akhiratku,maka dekatkanlah dan satukanlah aku dengannya....tapi sekiranya dia buruk untuk dunia dan akhiratku...maka jauhkanlah aku darinya ...Aamiin..
Menjadi Ibu Adalah Pekerjaan Paling Berat di Dunia
Menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja adalah pilihan. Mereka memiliki peran yang sama, yaitu menjadi seorang ibu, sebuah pekerjaan tanpa bayaran apapun dan merupakan pekerjaan paling berat di dunia.

Dilansir Dailymail.co.uk, sebuah survey yang dilakukan majalah Parents mengungkapkan bahwa 92 persen wanita yang sudah menjadi ibu setuju bahwa mereka memiliki pekerjaan tersulit di dunia. Sebanyak 500 ibu rumah tangga dan ibu bekerja mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih sulit menjadi seorang ibu.

Mayoritas wanita setuju bahwa tuntutan fisik yang harus prima dan kelelahan emosi adalah hal yang sangat berat dalam mengasuh anak.

Ibu Bekerja Atau Ibu Rumah Tangga Sama-Sama Berat

Bagi ibu rumah tangga, 28 persen dari mereka mengungkapkan pernah di cap malas pada satu titik dan dikritik karena tidak bisa mendukung atau menghasilkan finansial keluarga. Sehingga tidak heran jika 66 persen dari mereka mencemaskan keuangan sebagai kekhawatiran terbesar.

Sedangkan bagi wanita yang bekerja, walaupun memiliki penghasilan, mereka sering merasa bersalah karena sudah meninggalkan anak-anak mereka. Dalam survey yang sama disebutkan bahwa 63 persen ibu bekerja tidak punya pilihan lain selain kembali ke kantor setelah melahirkan. Sebanyak 33 persen ibu bekerja mengaku sangat stres antara pekerjaan sekaligus tuntutan menjadi ibu yang baik.

Karena itu ladies, menjadi ibu rumah tangga dan ibu bekerja sama-sama berat. Menjadi seorang ibu tidak sekedar mengandung dan melahirkan, ada tanggung jawab besar yang diemban wanita setelahnya. Ibu Anda, Anda, dan kelak anak perempuan Anda harus tetap menjadi wanita kuat untuk mengemban pekerjaan paling berat tanpa bayaran ini.
Siapkah Anda?
Bagi seorang ayah, bisa memeluk bayinya yang baru lahir adalah berkah yang luar biasa, apalagi jika bayi itu adalah putra pertamanya. Tidak semua pria bisa langsung memeluk bayinya. Pria muda ini salah satunya, dia dinyatakan terkena kanker tiroid dua minggu sebelum kelahiran bayinya. Pengobatan yang dilakukan membuat pria ini tidak diizinkan berdekatan bahkan tidak boleh memeluk bayinya.
Nama pria ini adalah Calvin Innes (29 tahun). Kepada Dailymail.co.uk dia bercerita bagaimana perjuangan melawan kanker tiroid dan perasaan duka karena tidak boleh memeluk bayinya. Pria yang bekerja sebagai ilustrator buku anak-anak ini menjalani operasi pengangkatan kanker pada bulan Juni lalu. Semua baik-baik saja, Calvin bahkan menemani istrinya saat melahirkan.

Tidak Diizinkan Memeluk Bayi
Sayangnya, setelah operasi pengangkatan kanker, Calvin masih harus menjalani terapi lanjutan. Terapi ini mengharuskan Calvin meminum pil yang dapat membuat tubuhnya memancarkan gelombang radioaktif. Bagi orang yang sehat, gelombang radioaktif bisa berbahaya. Sebagai efek sampingnya, Calvin tidak diizinkan berdekatan dengan orang lain, termasuk bayinya.
"Saya tidak bisa menggendongnya, tidak bisa memberi susu dalam botol, tidak bisa bermain dengannya atau mengganti popoknya," ujar Calvin. Pria ini diharuskan mengonsumsi pil tersebut selama tiga minggu. "Hal ini mengerikan, karena saya hanya bisa melihat istri saya melakukan semua itu dan saya tidak bisa membantu sama sekali,"
Suka tidak suka, Calvin harus menjaga jarak, karena radioaktif dalam tubuhnya bisa berakibat fatal pada orang lain yang berdekatan dengannya. Setiap hari dokter memeriksa bagaimana radioaktif dalam tubuh Calvin untuk memastikan dosisnya aman dan dapat membunuh sel kanker.

Apakah Saya Punya Kesempatan Melihatnya Tumbuh Dewasa?
"Saat tahu bahwa saya terkena kanker dua minggu sebelum kelahiran putra saya, rasanya seperti terkena hantaman palu," lanjut Calvin. "Yang saya pikirkan adalah apakah saya bisa melihat anak saya tumbuh dewasa atau apakah saya bisa melihatnya setelah lahir,"
Rasa khawatir itu pada akhirnya membuat Calvin berjuang melawan kanker tiroid yang menyebabkan benjolan di bagian tenggorokannya. Setelah operasi dan terapi yang dilakukan, dokter menyatakan bahwa Calvin sudah terbebas dari kanker. Pria ini tinggal menunggu hasil pemeriksaan apakah sel kanker sudah menyebar pada organ lain atau belum.

Semua perjuangan itu tidak sia-sia. Setelah terapi selesai, Calvin sudah diperbolehkan memeluk bayinya. Sekarang dia bisa bermain dan mengganti popok putra pertamanya. Semoga saja Calvin tetap sehat dan bisa melihat putranya tumbuh dewasa.

sumber:vemale.com
◦ Tidak suka mengerjakan shalat.
◦ Suka berbicara bohong kepada suami.

◦ Suka berhias kepada orang lain selain suaminya.
◦ Tidak mensyukuri kesenangan yang diberikan oleh suami.

◦ Suka mencari musuh.
◦ Tidak menghormati suami.

◦ Sombong.
◦ Tidak takut kepada Allah walau sedikit pun.

◦ Tidak mau meminta maaf kepada suami.
◦ Tidak mau mengaku kesalahan diri sendiri bila membuat salah.

◦ Degil dan keras kepala.
◦ Tidak mau menerima nasihat.

◦ Suka berfoya².
◦ Merasa diri lebih baik dari orang lain.

◦ Suka memandang rendah kepada orang lain.
◦ Malas melakukan amalan baik seperti membaca Al-Qur‘an, Dzikir, Shalawat dan Istighfar.

Na‘uzubillah.
Wallahu Waliyyut Taufiq.

Semoga Kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah, dan semoga status ini dapat membuka pintu hati Kita yang telah lama terkunci. Aamiin.

Wabillahi Taufik Wal Hidayah.
Wassalamu‘alaik­um Warahmatullahi Wabarakatuh.
Cara Mensucikan Diri Setelah Melakukan Zina
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di dalam masjid bersama para sahabat. Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang kemudian masuk ke dalam masjid. Dengan ketakutan, wanita tersebut mengaku kepada Rasulullah bahwa dia telah berzina. Mendengar hal itu, memerahlah wajah Rasulullah SAW seperti hampir meneteskan darah. Kemudian beliau bersabda kepadanya, Pergilah, hingga engkau melahirkan anakmu.

Sembilan bulan berlalu, wanita itu akhirnya melahirkan. Dihari pertama nifasnya, dia datang kembali membawa anaknya, dan berkata kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina
Rasulullah melihat kepada anak wanita tersebut, dan bersabda: Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.

Dengan sedih, wanita itu akhirnya kembali lagi kerumahnya.

Tiga tahun lebih berlalu, namun si wanita tetap tidak berubah pikiran. Dia datang kembali kepada Rasulullah untuk bertaubat. Dia berkata: Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!

Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir disana, Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga

Sesaat kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam. Setelah wanita tersebut meninggal, beliaupun menshalatinya.

Melihat hal tersebut, umar Bin Khatab merasa sangat heran sekali. Beliau berkata: Engkau menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!.

Rasulullah kembali bersabda: Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, yang seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah? (HR. Ahmad)

Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua

Catatan : ini menunjukan, Bahwa Dosa berzina tak akan Hilang kecuali dengan Cara seperti Rasulullah,JikaDosa berzina Bebas dengan Cara bertaubat, maka Sudah jelas Rasulullah juga tidak akan menghukum Rajam pada wanita tersebut.. Tak Cukup Hanya membaca istighfar,tak Cukup Hanya bertaubat.
Tetapi Cukup dengan Hukuman seperti di atas,jika pezina itu Adalah Muhson ( sudah menikah ),maka Hukumannya adalah Rajam sampai ajalnya seperti Hadits di atas,jika pezina itu Ghoir Muhson ( belum menikah ) maka Hukumannya Di Cambuk dengan 100 kali Cambukan.

Dan dengan Hukuman seperti itulah Dosa orang yang berzina akan di Hapuskan Oleh Allah SWT.

Wallahu a'lam
Sri adalah kembang desa. Namun hatinya baru patah karena tak jadi menikah. Kisah cintanya bersama kekasih tak direstui oleh orang tua sang pria. Sejak saat itu, sang pria dan seluruh keluarganya pindah dari desa tersebut.

Sejak saat itu, Sri selalu menangis. Ia teramat cinta pada kekasihnya itu, namun apa daya, sang pria juga tidak bisa meninggalkan keluarga besarnya. Sri selalu mencoba mengirim surat dan menghubunginya, namun tak ada sedikit pun balasan.

Setiap malam, orang tua dan nenek Sri mendengar gadis cantik itu terisak. Wajahnya juga muram dan jarang tersenyum. Kalau diajak makan, ia mengatakan bahwa dirinya tak selera. Sang ayah pun sampai geleng-geleng melihat tingkah putrinya, namun ingin memarahinya juga ia tak sampai hati.

Suatu ketika sang nenek mengajak Sri memberi pupuk di halaman depan rumahnya. Sang nenek bertanya sambil menanam bibit bunga kesayangannya.
"Sri, ayam sama telur duluan mana ya, Nduk?"
Sri melirik pada neneknya, kemudian melanjutkan menyemai pupuk, "Ya duluan telur to, Mbah. Kalo nggak ada telur ya nggak ada ayam," jawab Sri.
Si nenek menggeleng, "Ya duluan ayam to, Nduk," jawab nenek sambil mencibir.
Sri terhenyak, lalu bertanya pada neneknya. "Kok bisa sih, Mbah?"
Si nenek meringis, "Soalnya tadi nenek bilang ayam duluan kan? Hehehehe.."
Sri manyun, namun kemudian dia tersenyum dan tertawa karena melihat dirinya dikerjai oleh sang nenek. Ia tertawa melihat wajah lucu neneknya. Mungkin ini pertama kalinya dia tertawa sejak ia patah hati.

Keesokan harinya si nenek mengulangi lagi pertanyaan itu, begitupula lusa dan beberapa hari setelahnya. Awalnya Sri masih tertawa, kemudian dia hanya meringis, sampai akhirnya dia tersenyum dan hari ini dia kesal ditanyai hal yang sama. "Nenek ini ngapain sih tanya hal yang sama terus?" tanya Sri kesal.
Mendengar hardikan ini, nenek Sri terdiam, lalu tertunduk dan masuk kamar. Melihat apa yang dilakukan oleh anaknya, sang ibu memanggil Sri agar datang ke kamarnya dan menasehatinya.

"Kamu kan sudah besar, apa ya sopan membentak nenek begitu?" tanya ibunya.
"Habisnya nenek tanya hal yang sama terus, Sri bosan," jawab Sri sambil cemberut.
Sang ibu menghela nafas, kemudian ia mengangkat wajah anaknya, "Lihat ibu. Nenekmu dan juga ayah serta ibu melihat kamu cemberut terus. Nenekmu mengajak bercanda agar kamu tertawa lagi."

"Ya tapi nggak dengan bahan tertawaan yang sama lah, Bu. Nggak jelas deh," sahut Sri.
Sang ibu kembali menghela nafas dan berkata, "Kamu tertawa berkali-kali untuk hal yang sama nggak bisa. Tapi kamu bisa menangis berhari-hari, berminggu-minggu untuk masalah yang sama? Iya?"
Mendengar perkataan ibunya, Sri terkejut. Ia seolah disadarkan dari tempat tidurnya selama ini. Perkataan itu seolah membangunkannya dari nina bobo karena galau ditinggal kekasihnya. Selama ini ia sedih-sedih sendiri dan tidak memperhatikan orang-orang yang mengkhawatirkannya.

Padahal menangisi hal yang sama juga tak membuatnya kembali pada kisah cintanya yang telah lalu. Sri tertunduk dan menyesal pada ibunya, kemudian ia meminta maaf pada neneknya yang telah ia bentak.

Ladies, kegalauan itu bukan untuk terus menerus dinikmati. Kegalauan adalah fase yang memang harus dilalui agar sambil menjalaninya, Anda belajar sesuatu agar lebih kuat lagi. Tuhan menciptakan kedua kaki untuk berjalan ke depan, jadi teruslah melangkah.
"Wah, sudah hari terakhir puasa. Berat juga meninggalkan bulan ini, semoga tahun depan masih diberi kesempatan untuk menunaikannya kembali."
Begitulah kira-kira reaksi yang sering terjadi ketika puasa sudah berlalu. Banyak orang yang terharu biru meninggalkan bulan Ramadan karena bulan ini begitu berbeda dengan biasanya.

Bulan Ramadan memang senantiasa dirindukan, karena setiap orang memiliki kesan tersendiri dengan bulan penuh rahmat ini. Mau tahu apa yang selalu ngangenin dari bulan Ramadan? Coba simak yang berikut ini.

Bulan Penuh Ampunan Dan Berkah
Keutamaannya tentu saja adalah karena sebulan penuh ini akan sarat ibadah. Selain itu, kita akan dibanjiri dengan berkah dan ampunan bila sungguh-sungguh melakukannya. Maka, jangan sia-siakan kesempatan untuk mendetoksifikasi diri selama bulan puasa kali ini.

Bangun Sahur Dini Hari
Bagi mereka yang terbiasa sahur di hari biasa, mungkin sudah terbiasa dengan hal ini. Namun, tetap ada kesan berbeda saat sahur di bulan Ramadan dengan sahur di hari-hari biasanya. Bagi mereka yang belum sering berpuasa selain di bulan Ramadan, perjuangan untuk bangun pagi, mencari menu sahur dan mengejar imsak adalah sensasi spiritual tersendiri yang tak akan ditemukan di bulan lainnya.

Iklan-Iklan Menginspirasi
Di bulan puasa, banyak tim-tim kreatif yang mencurahkan idenya untuk membuat iklan yang penuh dengan inspirasi. Meski hanya iklan, namun penuh dengan makna dan berbobot. Iklan-iklan seperti ini biasanya memecah kesombongan kita dan mengajak untuk merenung dengan lebih baik selama bulan puasa.

Takjil Khas Ramadan
Bila pada umumnya kita hanya mengonsumsi makan pagi, siang dan malam, saat puasa kita akan menemukan takjil. Aneka jenis es buah, kue basah, kreasi minuman dan makanan bisa kita temukan di saat Ramadan tiba. Hal ini seringkali membuat kita kangen, apalagi bila kita turut serta menjajakannya maupun membagikan untuk mereka yang membutuhkan.

Ngabuburit Seru
Salah satu tradisi yang menyenangkan saat puasa tiba adalah menunggu waktu berbuka dengan ngabuburit seru. Setiap orang punya caranya sendiri untuk menikmati ngabuburit. Misalnya dengan berjualan takjil, kongkow bareng teman di keramaian pasar takjil dan sebagainya.

Buka Bersama
Ini nih yang paling sering dinanti. Bukber atau buka bersama, salah satu tradisi yang mengikuti setelah ngabuburit. Dengan tradisi ini, kita jadi lebih akrab dengan teman baru, reuni dengan teman lama atau lebih hangat dengan keluarga. Esensinya adalah merayakan kemenangan berpuasa di hari itu bersama-sama, pasti lebih membahagiakan.

Tarawih ke Masjid
Pada bulan Ramadan, umumnya masjid lebih sering dikunjungi. Terutama saat tarawih. Baik bersama teman maupun keluarga, menuju masjid dan tarawih bersama memiliki kesan yang tak terlupakan, yaitu beribadah bersama dan bersilaturahmi dengan rekan lainnya.

Perjuangan Dan Rasa Damai
Yang paling tak bisa dilupakan dan bikin kangen dari bulan Ramadan adalah perjuangan selama sebulan penuh untuk menahan diri dari berbagai godaan. Bahkan banyak juga yang melakukan pengubahan spiritual menjadi diri yang lebih baik. Hal-hal seperti inilah yang menimbulkan rasa damai dan membuat kita selalu rindu dengan Ramadan.
Nikmatilah kesempatan menunaikan Ramadan kali ini hingga menuju hari kemenangan. Semoga kita masih bisa menikmati Ramadan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. Amin.

sumber: Vemale.com
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Shalat adalah tiang agama. Nah lho, ... kalau tidak shalat berarti tiangnya kemana? Rasa malas sering datang ketika waktunya shalat. Bagaimana cara mengatasinya ? Yuk simak tips berikut : ...

1. Niat ..

Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatkan pada diri kita untuk selalu shalat tepat di awal waktu. Bersungguh-sungguhlah melawan rasa malas itu. Jangan sampai rasa malas menguasai diri kita.

2. The power of habit ..

Biasakanlah untuk shalat lima waktu berjama'ah dimasjid ( bagi pria), walau pada awalnya terasa berat tapi kalau sudah dibiasakan akan terasa ringan bahkan kita akan merasa rugi bila meninggalkannya.

3. Kontrol diri ..

Jika rasa malas itu kembali menggerogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban kita sebagai orang muslim, ingatlah balasan/adzab Allah terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat.

4. Jangan pernah di tunda ..

Jika adzan telah dikumandangkan,segeralah untuk berwudhu. Apabila sedang melakukan aktivitas sepenting apapun, berhentilah sejenak. Ini mungkin yang susah dilakukan, tapi menunda shalat akan menimbulkan rasa malas nantinya. Jangan tunda, segera laksanakan shalat.

5. Komitmen ..

Komitmen terhadap diri sendiri. Shalat itu kewajiban, dan kewajiban itu harus dilaksanakan. Lakukan terus secara konsisten, sehingga shalat pun berubah fungsi menjadi kebutuhan.

Rasa malas itu bisa datang kepada siapa saja. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Yang terpenting adalah niat, usaha, kemauan dan komitmen untuk melakukan shalat 5 waktu tepat waktu.

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

Puasa Ramadan Membuat Manusia Jadi Lebih Baik
Berbahagialah Anda yang kembali berjumpa dengan bulan Ramadan. Bulan yang penuh berkah dan ampunan ini bisa menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki diri seutuhnya. Dengan berpuasa dan memperbaiki ibadah selama bulan Ramadan (dan seterusnya), Anda akan mendapat manfaat luar biasa.

Mendekatkan diri pada Allah SWT
Puasa Ramadan akan mendekatkan diri Anda pada Allah SWT, dan membuat Anda menyadari bahwa sesulit apapun masalah yang datang, dengan izin Allah SWT, selalu ada jalan untuk menyelesaikannya.

Kontrol Diri Sendiri
Saat menjalankan ibadah puasa, Anda akan mengontrol diri Anda sendiri. Anda bisa mengatakan "Saya sedang puasa," padahal bisa saja tidak, bisa saja Anda makan diam-diam, bisa saja Anda baru membatin yang buruk tentang orang lain. Maka jadikan puasa Ramadan untuk mengontrol semua kepatuhan pada ajaran Islam.

Sederhana Adalah Keindahan
Di bulan yang suci ini, jangan buat diri Anda menjadi pribadi yang gelap mata saat melihat potongan harga atau membeli sesuatu dengan berlebih-lebihan. Fenomena ini cukup menyedihkan dan banyak terjadi di Indonesia. Sesungguhnya puasa Ramadan mengajarkan kesederhanaan dan saling berbagi pada mereka yang membutuhkan. Kesederhanaan adalah salah satu keindahan dalam Islam.

Selalu Bersyukur
Saat Anda berpuasa, Anda akan semakin menghargai makanan dan minuman, Anda akan semakin menghargai kerja keras untuk memperolehnya. Selain itu, Anda ikut merasakan bagaimana orang yang kekurangan harus menahan lapar, haus, bahkan mengonsumsi makanan tidak layak. Di saat seperti inilah Anda akan semakin belajar bersyukur dan membantu saudara yang membutuhkan.

Mengalahkan Emosi
Mengalahkan rasa lapar dan haus sangat mudah, mengalahkan emosi dan amarah membutuhkan perjuangan yang lebih berat. Kadang bibir tidak bisa dikendalikan, kadang pikiran buruk dan membatin jelek tentang orang lain tercetus begitu saja. Bulan Ramadan bisa menjadi media untuk menahan emosi dan pengendalian diri untuk memperlakukan orang lain lebih baik, sebagaimana Anda ingin diperlakukan.

Toleransi dan Memaafkan
Toleransi dan memaafkan adalah dua hal yang akan Anda pelajari di bulan Ramadan. Memaafkan kesalahan orang lain, sekaligus memaafkan diri sendiri. Toleransi juga harus diberikan pada saudara kita yang tidak menjalankan ibadah puasa. Anda puasa, mereka tidak. Jangan sampai hal itu memancing permusuhan. Jika waktunya mereka makan, biarkan mereka makan. Melihat orang lain makan, Anda seharusnya tidak terpancing, karena sekali lagi, puasa di bulan Ramadan adalah bagaimana Anda mengendalikan diri, bukan berteriak minta dihormati.

Lebih Dewasa dan Bijak
Setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, seharusnya setiap orang menjadi pribadi yang lebih dewasa, yang bisa menjaga tutur kata, yang bisa mengendalikan emosinya di sepanjang waktu, tidak hanya di bulan Ramadan. Maka jadikan bulan Ramadan tahun in sebagai waktu yang tepat untuk menjadi manusia yang lebih baik, tidak sekedar menahan lapar dan haus.
Tertutupnya Pintu Surga Bagi Yang Senang Berdusta
Islam adalah agama yang mengajarkan kebaikan. Berkata dan bersikap jujur hukumnya wajib dan diharamkan untuk berpura-pura atau berdusta. Allah SWT sangat benci dengan kata-kata bohong dan sumpah palsu. Karena sumpah adalah perkataan yang dijadikan jaminan, dan tidak boleh dipalsukan.

Sering kali kita menyaksikan orang-orang begitu mudah bersumpah. Lalu tanpa merasa berdosa melanggarnya, bahkan ada yang berani bersembunyi di balik sumpah.  Ustaz Arifin Ilham mengingatkan kita bahwa sumpah tidak boleh dipermainkan apalagi dijadikan tameng berlindung dari kejahatan yang dilakukan. Padahal banyak orang yang sebelumnya sudah disumpah, malah melanggar dan berbuat kejahatan.

Sumpah untuk tidak korupsi ketika akan dilantik jabatan, sumpah untuk tidak mengkhianati ketika pernikahan, sumpah bahwa tidak mencuri apapun padahal mengambil uang yang bukan miliknya, dan berbagai sumpah yang akhirnya menjadi kebohongan belaka lainnya. Allah membenci umatNya yang menyalahgunakan sumpah, Rasulullah pun sudah menyampaikannya kepada manusia.

Dari Abu Umamah, Iyas bin Tsa'labah Al Haritsi ra, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang mengambil haq Muslim dengan sumpah palsu (untuk memperkaya diri), maka Allah mewajibkan untuknya masuk neraka dan diharamkan masuk surga, seorang laki-laki bertanya, "Sekalipun sedikit, ya, Rasulullah?", Rasulullah menjawab, "Sekalipun sebatang kayu siwak" (HR Muslim).
Solat Yang Tidak Diterima Oleh ALLAH S.W.T

Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Sesiapa
yang memelihara solat, maka solat itu
sebagai cahaya baginya, petunjuk dan
jalan selamat dan barangsiapa yang tidak
memelihara solat, maka sesungguhnya
solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak
juga menjadi petunjuk dan jalan selamat
baginya." (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa :
"10 orang solatnya tidak diterima oleh
Allah S.W.T, antaranya:

1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa
membaca sesuatu.

2. Orang lelaki yang mengerjakan solat
tetapi tidak mengeluarkan zakat.

3. Orang lelaki yang menjadi imam,
padahal orang yang menjadi makmum
membencinya.

4. Orang lelaki yang melarikan diri.

5. Orang lelaki yang minum arak tanpa
mahu meninggalkannya(Taubat).

6. Orang perempuan yang
suaminyamarah kepadanya.

7. Orang perempuan yang mengerjakan
solat tanpa memakai tudung.

8. Imam atau pemimpin yang sombong
dan zalim menganiaya.

9. Orang-orang yang suka makan riba'.

10. Orang yang solatnya tidak dapat
menahannya dari melakukan perbuatan
yang keji dan mungkar."

Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa
yang solatnya itu tidak dapat
menahannya dari melakukan perbuatan
keji dan mungkar, maka sesungguhnya
solatnya itu hanya menambahkan
kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari
Allah."

Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu
tidak dapat menahan kamu dari
melakukan perbuatan mungkar dan keji,
maka sesungguhnya kamu dianggap
orang yang tidak mengerjakan solat.Dan
pada hari kiamat nanti solatmu itu akan
dilemparkan semula ke arah mukamu
seperti satu bungkusan kain tebal yang
buruk."

Ya Allah...
✔ Muliakanlah orang yang membaca
status ini
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,
Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan
Mungkar
Ketika diriku masih kecil, orang-orang berpesan kepadaku :
"rajinlah belajar, agar menjadi anak yang pintar"

Ketika daku beranjak remaja, orang-orang berpesan kepadaku :
"jangan dulu pacaran, takut mengganggu pelajaran"

Ketika beranjak dewasa, orang-orang bertanya kepadaku :
"kapan berumah tangga? Lihatlah teman-temanmu sudah berbadan dua.. Ada yang punya anak dua, bahkan ada yang sudah beristri dua

Saudaraku,
Kita tentu tiada luput dari berbagai pesan maupun pertanyaan seiring perkembangan usia kita. Ada beberapa di antaranya baik untuk motivasi diri kita agar lebih baik, namun ada juga yang membuat kita tak enak hati, terutama seputar pernikahan.

Sejatinya pernikahan bukan sekedar untuk merubah status agar tidak lagi lajang dan terlepas dari cemoohan orang. Namun lebih dari itu, pernikahan adalah perjanjian agung yang mesti kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Oleh karenanya pertimbangkanlah masak-masak karena menyangkut kebahagiaan dan keselamatan kita baik di dunia dan di akhirat.

Cukuplah apa yang ada di sekitar kita menjadi pelajaran berharga.Tak sedikit masa depan seseorang hancur karena salah memilih pasangan hidup. Namun tak sedikit pula pasangan yang berbahagia karena memiliki pasangan yang berhati mulia.

Maka pikirkanlah dengan hati yang jernih, jangan menuruti nafsu sesaat apalagi hanya menuruti apa kata orang. Yang tak kalah penting berkonsultasilah kepada Allah.. Mintalah petunjuk-Nya di sepertiga malam agar dipilihkan pasangan yang terbaik menurut-Nya..

Saudaraku,
Adakah yang lebih indah daripada pilihan-Nya?
Karena apa yang dipilihkan-Nya,tentu yang terbaik untuk kita.. Insya Allah...


Alangkah baiknya kita istighfar dulu ...
“Astagfirulloh Al'adzim ...”

Memang tidak ada yang pernah tahu kapan seseorang akan menghadapi kematian, itulah sebabnya banyak orang tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya.

Maut dan kematian, Allah berfirman yang bermaksud:
“Setiap yang hidup akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan. Sebagai cobaan; dankepada Kamilah kamu akan kembali” (QS Al-Anbiya :35).

Tahukah kita bahwa malaikat maut sentiasa memperhatikan serta melihat wajah kita sebanyak70 kali dalam sehari ?

Seandainya manusia bisa melihat dengan kasat mata seperti apa tingkah laku malaikat pengintai itu, niscaya kaki mereka akan lemas jika mengetahuinya.

Oleh karena malaikat maut adalahmakhluk ghaib, manusia tidak dapat melihat kehadirannya, itu sebabnya manusia tidak menyadari apa yang dilakukan malaikat Izrail di sekelilingnya.

Hadis Rasul Salallahu 'Alaihi Wassalam yang di riwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a bahwa Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam bersabda;
“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, di dapati orang itu sedang bergelak-ketawa”
Maka berkata Izrail;

“Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus olehAllah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa”

Jika takdirnya hingga esok hari terakhir Allah pinjamkan nyawa untuk bernafas di muka bumi ini, apakah kita sudah cukup bekal menghadapi dua fase berikutnya yaitu ALAM BARZAH dan ALAM AKHIRAT ???

Naaahhh ...
Pastikan ketika kita di jemput, kitadalam keadaan berbuat kebaikan yang terbaik, agar nanti di kumpulkan bersama manusia-manusiamulia di tempat terbaik disisi Allah SWT ...
Aamiin.
Perumpamaan tangan kanan memberi dan tangan kiri tidak boleh tahu, pasti sudah ramah di telinga Anda ya Ladies. Tapi bagaimana dengan istilah 'You Get What You Give', apakah Anda juga sudah pernah mendengarnya? Dan tahu apa artinya?
Dengan kalimat yang berbeda sebenarnya dua kalimat tadi memiliki makna yang cukup sama, yaitu memberi. Bulan suci ramadhan yang memang dekat dengan kata berbagi ini, memberikan kesempatan pada kita untuk memberi lebih banyak dengan pahala yang juga lebih besar. Tapi di luar bulan ramadhan ini Ladies, apakah Anda mempraktekkan teori berbagi kepada sesama juga? Jika iya, itu artinya Anda memang memiliki hati yang mulia. Tapi jika tidak, ada baiknya Anda memulai kegiatan memberi ini dan menjadikannya sebagai kegiatan sehari-hari. Kenapa begitu? Percaya atau tidak tapi memberi dan berbagi bukan hanya berdasarkan pahala semata.

Banyak yang tidak sadar, bahwa kegiatan memberi yang sederhana ini memberikan efek yang luar biasa kepada diri sendiri. Kalau dulu orang tua mengatakan kalimat "kalau memberi sedekah, nanti Allah akan mengembalikan berlipat ganda". Dan ternyata kalimat tersebut memang nyata adanya. Apa yang Anda beri itulah yang Anda dapat. You Get What You Give, begitupun dengan tujuan dalam hati saat Anda memberi. Apakah saat memberi, hati ini mendoakan mereka yang diberi? Atau hanya semata-mata agar si peminta sedekah cepat berlalu dari pandangan mata.

Beda lagi jika dalam hati, mendoakan agar si penerima sedekah berbahagia dengan pemberian dari Anda, berapa pun jumlahnya. Semua sudah diatur dengan baik sesuai dengan yang diniatkan. Meskipun dalam proses memberi ini, semua akan mendapatkan efek yang positif. Tetapi efek ini berbuah persis seperti apa yang Anda doakan dalam hati.
Jadi Ladies, diusahakan saat Anda memberi kepada sesama yang lebih membutuhkan, disertakan dengan niat dan doa yang baik. Karena apapun yang Anda berikan, itulah yang Anda akan dapatkan kelak. You Get What You Give, Ladies. Jadi lakukan segalanya dengan niat yang paling baik. Selamat berbagi!
Selama ini aku bingung dengan nasehat cinta yang aneh itu. Beberapa waktu kemudian saat aku pulang ke kampung halaman setelah lima tahun bekerja di luar kota, aku tersadarkan. Lebih tepatnya, orang tuaku yang menyadarkan aku.

Ayah dan ibuku masih memelihara kebiasaan lamanya yaitu sarapan bersama dengan hidangan yang cukup beragam karena ibuku tahu bahwa ayah tidak suka makanan yang tidak banyak sayur dan buah. Di hari kepulanganku, ibu menyajikan kue lumpur yang super gosong.
Kalau dipikir-pikir, mungkin ayah tak akan memakan kue lumpur tersebut walau itu adalah kue kesukaannya. Namun, pada akhirnya ia tetap memakan dengan lahap sambil tersenyum dan mendengarkan cerita ibuku atau aku. "Bagaimana Jogja?" kata ayah masih sempat bertanya padaku.

"Baik, Pak. Betah kok kerja di sana," jawabku.
Namun dibanding menjawab pertanyaannya, aku lebih memilih untuk mengamati ekspresinya. Ia tidak kelihatan senang dengan terpaksa di depan istrinya saat makan kue lumpur itu.
Aku ingat, beberapa tahun lalu saat adikku masih balita, pekerjaan rumah ibu banyak sekali. Kadang ia masak sampai gosong, keasinan, lupa garamkarena banyaknya yang ia lakukan, yang mana anak-anaknya akan menyisakan makanan itu di piringnya. Namun ayahku tidak, dia akan menghabiskannya, bahkan meminta kami ikut menghabiskan juga.
Tapi saat itu aku hanya tahu bahwa itu tentang 'tidak membuang-buang makanan'. Kini, aku tahu alasan yang lebih besar dari semua itu.

Siang itu juga, ayah mengajakku memancing di kolam umum dekat rumah. Kami berbekal pisang goreng buatan ibu. Kali ini lagi-lagi agak gosong. Maka, kutanyakan pada ayah, mengapa ayah suka makanan gosong. Dan begini jawabannya.
"Sejak menikah, ibumu berusaha keras menjadi istri terbaik bagi ayah. Mulai dari ia belajar memasak hingga anak-anaknya lahir ke dunia, ia tak hanya menjadi istri, tapi juga jadi ibu," kata Ayah sambil menerawang ke arah pancingannya.

"Banyak pekerjaan yang dia lakukan. Ada yang benar, ada yang berantakan. Ketidaksempurnaan seringkali membuat kita berpikir negatif," Ayah melihat ke arahku. "Namun karena Ayah melihat cinta dalam setiap jerih payah ibumu, semuanya nampak indah dan enak. Iya to?" ujarnya sambil tergelak dan menyenggol tanganku.
"Pisang goreng ini kesukaanmu, kan? Mungkin kamu hanya tahu kalau pisangnya gosong. Tapi, ayah tahu kalau ibu sudah merencanakan membuat pisang ini jauh-jauh hari. Rela ke pasar untuk cari pisang bagus, tidak nitip ke tukang sayur," kata ayah dengan senyum penuh makna.

Ia seperti bisa membaca pikiranku mengapa aku bertanya hal ini padanya. Aku cengengesan dengan agak tersipu malu. Ayah merangkul pundakku dan berkata, "Ibumu itu wanita hebat yang sudah bekerja sangat keras demi keluarga ini. Dia layak mendapatkan cinta yang bertubi-tubi. Lagipula, pisang goreng gosong sedikit nggak akan bikin sakit hati, to?"
Aku mengangguk. Aku kini mengerti dengan pola pikir ayah. Cinta itu hal yang sederhana. Abu gosong makanan tak perlu menjadi prahara baginya, itu hanya hal kecil yang tak perlu dibesar-besarkan. Yang penting dari sebuah hubungan cinta itu bukan tentang sempurna atau tidak sempurna, namun berusaha membuat sebuah hubungan selalu sehat, tumbuh dewasa dan tahan hingga selama-lamanya.