Pacarmu Belum Tentu Jodohmu - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah nih bisa posting lagi. Kali ini saya akan posting mengenai Pacarmu Belum Tentu Jodohmu. Nah yang perlu diketahui cerita di bawah ini bukanlah cerita saya, melainkan cerita seseorang, yang saya temukan dari facebook.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan pembaca yang pernah pacaran atau sedang pacaran. Kisah ini merupakan refleksi perjalanan hidup saya yang seperti roller coaster, yang mungkin pacaran dan putus cinta merupakah hal umum dan biasa saja bagi banyak orang, tapi bagi saya luar biasa karena dengan peristiwa2 itulah saya mengenal Islam dan diuji keimanan saya setelah masuk Islam.

Tulisan ini juga Insya Allah tidak dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan tokoh utama dalam kisah ini, dan bilapun teman2 saya tau siapa orangnya mohon tidak usah dikorek-korek dan disampaikan ke yang bersangkutan. Rasa benci, sakit hati saya Alhamdulilah sudah hilang jauh sebelum saya menikah lebih dari 9 tahun lalu dan ketika saya menulis kisah ini pun biasa saja. Mari dimulai..

Saya mengenalnya sebagai adik kelas saya saat saya kuliah S1. Monik dalam wujud laki2, begitulah orang-orang yang mengenal saya dan dia menilainya, maksudnya dia seperti saya yang aktif, enerjik, aktivis di berbagai kegiatan kampus-kemahasiswaan. Karena OSPEK (Orientasi mahasiswa baru, penggojlokan untuk menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa dan Unit kegiatan) membuat kami dekat. Di agama yang saya anut dulu tidak ada aturan dan larangan mengenai khulwah/khalwat apalagi pacaran. Dan teman2 saya yang beragama Islam pun biasa saja ber khulwah / khalwat dan berpacaran. Sempat ragu, maju mundur waktu itu untuk “jadian” (istilah jaman dulu , gak tau kalau sekarang apa) sama dia, karena perbedaan agama dan juga suku. Tapi akhirnya kami jadian juga dan melewati perkuliahan di jurusan yang sama.

Tahun pertama kami tidak memikirkan masa depan, jalani saja begitu pikiran saya. Masalah muncul ketika keluarga, terutama kedua orang tuanya dapat informasi tentang saya. Secara frontal hubungan kami ditentang dan pernah dia dimarahi habis-habisan karena tidak sengaja kami bertemu saat orang tuanya berkunjung ke Bandung. Setelah kejadian tersebut barulah kami mulai membicarakan masa depan, mau dibawa ke mana hubungan ini (ini mirip lirik lagu :D).

Kendala pertama tentu perbedaan agama, sangat berat saat itu saya memutuskan untuk mulai mencari tau dan mempelajari agama Islam secara otodidak, walau si dia pun belajar juga agama yang saya anut saat itu. Yang kami lakukan saat itu tentu sekedar membaca buku dan berdiskusi dengan teman-teman. Sekitar 2 tahun hal tersebut kami lakukan (belajar bersama) dan backstreet dari kedua orang tua kami. Selama 2 tahun belajar hidup saya sangat tidak tenang karena kucing-kucingan dengan kedua keluarga kami baik dalam hal hubungan kami maupun fakta bahwa kami saling belajar agama masing-masing saat itu. Pernah juga ada insiden ketika dia sakit berat dan saya beserta teman2 membawanya dirawat di RS saya bertemu lagi keluarganya, kemarahan orang tuanya dapat diredam karena dijelaskan oleh orang tua sahabat saya bahwa bila dia tidak saya urus & bawa ke RS maka dia bisa tidak tertolong.
 

Pacarmu Belum Tentu Jodohmu

Di akhir tahun 2000 saya lulus S1 dan awal tahun 2001 saya melanjutkan kuliah ke Jakarta. Lebih bebas tentu saja. Lebih bebas di sini dalam arti saya lebih bebas belajar agama tanpa perlu kucing-kucingan. Berbagai buku saya beli dan baca, tinggal belum ada keberanian untuk bertanya langsung ke Ustad/Ustadzah. Sebelum lulus S2 saya Alhamdulilah mendapat pekerjaan yang membuat hati saya makin mantap belajar.

Mesjid Agung Al Azhar , Kebayoran Baru Jakarta saya pilih sebagai tempat untuk bertanya karena ada informasi adanya grup khusus untuk yang mau belajar Islam bagi Non Muslim dan kelas untuk Mualaf. Gemetaran ketika melangkahkan kaki untuk pertama kalinya, sahabat saya menemani saya di hari pertama saya datang. Subhanallah Alhamdulilah saya tidak salah pilih. Di sana banyak orang2 “senasib” dengan saya. Dan banyak sekali “paket” bimbingan yang bisa dipilih. Saya amati yang memilih “paket kilat” seperti kejar setoran belajar untuk menikah dan rata-rata pesertanya itu bule dan orang Indonesia. Saya tidak mau masuk ke kelompok ini, karena ya menikah dengannya adalah salah satu tujuan saya-kami tapi saya tidak mau pindah agama dengan kondisi tidak yakin.

Kemudian Allah mempertemukan saya dengan sebuah kelompok yang benar2 jungkir balik belajar agama Islam regardless mereka pasangan berbeda agama/tidak. Di sinilah saya bertemu saudara-saudara baru, yang hingga saat ini masih sangat dekat di hati.

Pada suatu titik saya yakin untuk memeluk Islam dan saya juga yakin bahwa setelah memeluk Islam masalah saya dengan keluarganya terselesaikan sehingga kami bisa segera menikah dengan tidak mempermasalahkan apa yang akan terjadi dengan keluarga saya, karena waktu itu saya berpikir tentu akan dilarang (memeluk Islam dan menikah dengannnya). 16 Mei 2003 saya mengucapkan 2 kalimah syahadah di Mesjid Al Azhar disaksikan para guru2 saya dan sahabat2 dekat. Pasca memeluk Islam tentu hubungan saya dengan keluarga saya tidak baik. Alhamdulilah saat itu saya sudah hidup mandiri dan berkecukupan. Kesedihan karena hubungan dengan keluarga saya yang tidak baik terobati dengan indahnya angan2 segera menikah dengannya, juga kedua orang tuanya yang mulai membuka diri kepada saya.

Kembali pada judul, itulah yang saya alami. Tidak lama setelah saya memeluk Islam, seingat saya hanya sekitar 3 bulan setelah saya memeluk Islam dan saat itu kami telah berpacaran selama 6 tahunan, saya mendapat berita yang mengejutkan. Ternyata si dia menikah dengan wanita lain, tanpa ada petunjuk/informasi darinya ke saya sebelumnya. Kemudian via telfon saya berusaha mengkonfirmasi apakah betul dan dijawab lirih olehnya, Betul.

Lemas badan saya, bingung apa yang harus saya lakukan, dunia bagai runtuh. Menangis dan menangis itu yang bisa saya lakukan. Kemudian setelah saya menguatkan diri meminta penjelasan via telfon (karena pernikahan mereka dilakukan di kota lain di beda pulau), hubungan kami putus. Gamang, saya Muallaf-yang masih lemah imannya- tidak menyangka dan tidak ada dalam daftar rencana hal ini akan terjadi. Inilah ujian keimanan terbesar saya setelah memeluk Islam.

Sambil jalan menerima kenyataan, saya menjadi wanita yang workaholic, bekerja hingga tengah malam hampir tiap hari saya lakukan. Sabtu minggu saya masih memaksakan diri saya tetap belajar bersama teman2 Muallaf saya dan memanggil guru perempuan untuk mengajar saya membaca Al Quran secara privat. Saya belum menerima dia bukanlah jodoh saya, saya belum pada tahap keimanan menerima inilah takdir, dan menyerahkan semuanya pada Allah.

Karena saya workaholic, beberapa kali saya bekerja hingga dini hari di studio untuk membuat iklan, akhirnya tubuh saya tidak kuat. Tubuh saya collapse dan akhirnya saya dibawa sahabat-sahabat dirawat di RS. Bergantian sahabat2 menemani saya, mereka paham sebabnya karena mereka sahabat2 saya sejak S1. Sendirian di RS seakan ada yang membisiki saya agar ikhlas dan berserah pada Allah. Keluar RS, saya berusaha hidup normal, menyibukkan diri mengikuti pengajian kemana2, terus belajar dan saling menguatkan bersama teman2 Muallaf saya, juga belajar baca Al Quran ke berbagai guru selain privat.

Dan 1,5 tahun kemudian seorang sahabat mengenalkan saya dengan seseorang laki-laki. Iklan pertamanya : Sholeh, Mon… Itu saja yang membuat saya tidak panjang pikir untuk mencari tau tentangnya yang saat itu bekerja di beda pulau. Melalui kumpulan informasi yang saya kumpulkan, korespondensi melalui email dan pertemuan pertama bersama sahabat saya, saya terima lamarannya tanpa pacaran Alhamdulilah. Kami menikah awal 2005, saya sangat ingat bahwa orang tua si dia datang dan menangis tersedu2 saat menghampiri saya, entah apa yang dipikirkan mereka saat itu. Alhamdulilah hingga saat ini pernikahan kami berjalan sudah lebih dari 9 tahun, berbahagia dengan kedua anak laki2 kami.

Demikian mengenai Pacarmu Belum Tentu Jodohmu, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya.
Semangat 10 November, Sebuah Ibroh - Assalamualaikum sahabat muslim semua, alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk berbagi, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat. eh, hari ini tepat tanggal 10 november, dan hari ini indonesia memperingati hari pahlawan.

Tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan, sebuah hari untuk mengenang bahwa si lemah tak harus menyerah kalah pada si kuat. Bulan Oktober hingga November 69 tahun yang lalu, pejuang Surabaya habis-habisan bertempur melawan brigade Inggris yang bersenjata lengkap dan baru saja mengalahkan Jepang.

Inggris pun mengalami pukulan telak yang memalukan. Salah satu versi menyebutkan, komandan brigade Brigjen Mallaby tewas di mobilnya setelah digranat dua orang pemuda. Keduanya juga ikut tewas bersama Mallaby.

Tak hanya Mallaby, seorang jenderal Inggris lain juga tewas akibat pesawatnya jatuh. Brigjen Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya. Sebelumnya pesawat itu ditembaki oleh para mujahid Surabaya dengan tembakan kanon antipesawat peninggalan Jepang. Kehilangan dua jenderal dalam sebuah palagan adalah musibah besar yang belum pernah dialami Inggris, sang pemenang Perang Dunia II.

Sejarah mencatat, meski banyak dilupakan, bahwa semangat tempur para mujahid Surabaya dibakar oleh Bung Tomo. Seorang Muslim yang membangkitkan semangat jihad dengan kalimat “rawe-rawe rantas, malang-malang putung.” Seorang orator jagoan yang tak lepas dari seruan takbir saat mengobarkan semangat melawan Inggris. Sebuah bukti bahwa jihad melawan penjajah kafir adalah tradisi Muslim di negeri ini.

Sempat terjadi jeda dalam pertempuran Surabaya pasca Mallaby terbunuh. Panglima pasukan Inggris di Jakarta, Jendral Philip Christinson meminta Presiden Soekarno menekan para pejuang Surabaya agar menahan serangan. Hal itu agar brigade yang dipimpin Mallaby terlepas dari kepungan dan bisa mundur dari Surabaya. Jeda ini kemudian dimanfaatkan Inggris untuk mengkonsolidasikan kekuatan dan menambah dua brigade lagi dari luar Surabaya.

Pelajaran Berharga

Momentum pun berubah, pasukan Inggris yang terdesak kembali menekan pejuang Surabaya dengan kekuatan baru yang jauh lebih besar. Secara militer, Inggris menang dalam pertempuran di Surabaya. Para pejuang berhasil dipukul mundur keluar dari Surabaya dengan korban puluhan ribu orang.

Hal ini sempat dikeluhkan oleh Jenderal A.H. Nasution yang mengkritik strategi para pejuang Surabaya. Terus menerjang tanpa komando yang jelas membuat ribuan pejuang berguguran. Menurut Nasution, strategi “gelombang manusia” itu membuang-buang senjata dan perlengkapan yang sebetulnya bisa dipakai utk mempersenjatai dua divisi TKR lengkap.

Terlepas dari kritik dan pujian, ada tiga pelajaran yang bisa diambil dari pertempuran Surabaya. Pertama, semangat dan keberanian berjihad yang meluas di tengah umat bisa memukul lawan yang superior. Inilah yang paling ditakuti oleh kekuatan kuffar, ketika api jihad berkobar dan menyulut semangat seluruh umat. Ini pula sebabnya sejak dini api ini harus dipadamkan dengan program deradikalisasi, agar tak membesar dan membahayakan bagi orang-orang kafir.

Afghanistan dan Irak membuktikan sulitnya menumpas perlawanan berlandaskan jihad. Pasukan Salibis Barat terjebak di sana dan menghadapi pilihan sulit; terus di sana dan mengalami kebangkrutan karena perang berlarut atau mundur dan dipermalukan di hadapan dunia internasional.

Kedua, semangat dan keberanian memukul lawan tak cukup menjadi modal kemenangan. Manajemen strategi yang baik mutlak diperlukan untuk mengelola rangkaian pertempuran menjadi sebuah kemenangan perang. Kritik Nasution terhadap pertempuran Surabaya menarik untuk dicermati. Bagaimana potensi manusia, senjata dan logistik harus bisa dikelola dengan baik. Bukan asal menerjang dengan modal semangat berani mati.
 
Semangat 10 November, Sebuah Ibroh
Panoramio.com

Seni Memelihara Api

Ketiga, perang membutuhkan keteguhan untuk menuntaskannya. Memulai memantik api perang memang terlihat gampang, tetapi menuntaskannya menjadi sebuah kemenangan memerlukan pemeliharaan momentum. Dalam kasus Surabaya momentum muncul, bahkan diciptakan dengan pembunuhan terhadap Mallaby, namun ketika pasukan Inggris terjepit,  kemenangan tak dituntaskan.

Seni memantik dan memelihara api ini kerap diabaikan oleh mereka yang bersemangat untuk berjihad. Api dikobarkan dengan korek gas yang menyala, disiram dengan bensin yang cepat membakar, tetapi kayu kering terlalu sedikit. Kebanyakan umat ibarat kayu basah yang tak mempan disulut api jihad. Akibatnya api segera padam dan nasi di panci tak bisa matang.  Panas yang sesaat hanya membuatnya menjadi ngelethis, mentah tidak matang pun bukan.

Di sinilah seni bersabar dalam persiapan diperlukan. Sabar mengeringkan kayu sampai siap untuk dibakar hingga tuntas memasak. Sabar menyiapkan umat agar mampu memikul beban jihad yang berat dalam waktu yang panjang. Sabar dan berhitung untuk menghadapi musuh di saat yang tepat dengan niat menuntaskannya.

Inilah yang ditempuh oleh Rasulullah pada fase awal dakwah. Tigabelas tahun di Makkah dijalani dengan sabar, tak buru-buru melawan kezhaliman dengan potensi yang belum terkonsolidasi. Kesadaran ini juga dimiliki oleh para sahabat radhiallahu ‘anhum.

Simaklah kejeniusan Umar r.a. ketika beliau mengancam kepada Quraisy, “Tunggulah sampai jumlah kami 300 orang, niscaya kalian kami kalahkan.” Meski berani dan garang, Umar tahu berhitung. Muslim di Makkah terlalu sedikit dan tak memiliki basis militer memadai untuk menghadapi Quraisy secara frontal. Umar memahami sepenuhnya seni memantik dan memelihara api. Wallahu a’lam


Demikian mengenai Semangat 10 November, Sebuah Ibroh, semg postinan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.

sumber :eramuslim.com
Nasib Para Pemburu Dunia - Assalamualaikum sahabat muslim, Alhamdulillah bisa posting lagi. Semoga postingan saya ini bisa menjadi penambah ilmu kalian yang membaca.

Saudaraku, sungguh Allah ta’aala memang Maha Pemurah. Allah ta’aala tidak membedakan pemberian karuniaNya kepada hartaduniagolongan pencinta dunia maupun golongan pemburu akhirat. Keduanya Allah ta’aala berikan bantuan dari kemurahanNya. Namun Allah ta’aala tegaskan bahwa nasib akhir para pemburu akhirat jauh lebih baik dan lebih terpuji.

كُلًّا نُمِدُّ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

“Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.” (QS Al-Israa ayat 20-21)

Saudaraku, manusia pencinta dunia adalah manusia yang tidak sabar. Sebab mereka ingin memperoleh yang dekat sambil meninggalkan yang jauh. Yang dekat ialah kesenangan dunia fana. Sedangkan yang jauh ialah kebahagiaan hakiki akhirat yang kekal-abadi dan kehadirannya sesudah berlalunya kehidupan dunia ini.

Allah ta’aala berjanji akan menyempurnakan keberhasilan para pencinta dunia di dunia. Allah ta’aala tidak menghalangi pencinta dunia untuk memperoleh keberhasilannya di dunia jika ia penuhi segenap sebab-sebab keberhasilannya. Allah ta’aala tidak akan membiarkan mereka merugi di dunia. Namun Allah ta’aala mengancam dengan kepastian neraka di akhirat bagi mereka dikarenakan sempitnya pandangan mereka yang hanya mengidamkan keberhasilan sebatas dunia fana ini.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ

 فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ  أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ

فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (QS Hud15-16)
 

Nasib Para Pemburu Dunia

Sebagian muslim kadang heran mengapa para pencinta dunia dan ahli maksiat kok semakin hari semakin mudah meraih keberhasilan duniawi. Padahal firman Allah ta’aala di atas jelas-jelas menyebutkan  bahwa Allah ta’aala memang memudahkan para pencinta dunia untuk memperoleh apa yang mereka cita-citakan. Ini sudah merupakan hukum Allah ta’aala. Jadi kita tidak perlu merasa heran mengapa orang-orang seperti para selebritis alias ahli maksiat semakin sukses secara duniawi.

Begitu pula sebaliknya. Ada sebagian muslim yang sulit memahami mengapa orang-orang beriman hidupnya di dunia begitu sulit dan sarat penderitaan. Padahal memang inilah ketentuan yang sudah digariskan oleh Allah ta’aala. Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam jelas-jelas bersabda:

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

“Dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”  (HR Tirmidzy 2246)

Orang beriman hidup di dunia laksana dalam penjara karena ia dengan penuh kesadaran memilih jalan hidup yang sarat dengan komitmen terhadap peraturan dan batasan-batasan yang telah digariskan Allah ta’aala. Ia tidak pernah merasa enggan dan keberatan untuk mentaati peraturan dan batasan Allah ta’aala sebab ia tahu bahwa dengan menempuh jalan hidup seperti itulah ia bakal memasuki kehidupan selanjutnya dengan penuh kehormatan dan kebahagiaan hakiki. Ia  tidak merasa keberatan dengan segala kesulitan hidup dunia sebab ia tidak pernah menjadikan dunia sebagai batas pengetahuan dan ambisinya. Pengetahuan dan ambisi hidupnya jauh melampaui dunia fana ini sampai ke akhirat yang kekal-abadi. Ia sadar bahwa kalaupun hidupnya harus susah di dunia, maka itu tidak akan berlangsung selamanya. Dunia ini sangat sementara dan sangat singkat perjalanannya. Adapun akhirat merupakan tempat yang jauh lebih hakiki dan kekal untuk dijadikan ambisi.

وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.” (QS Al-Israa ayat 19)

Sebaliknya, orang-orang kafir sedemikian obsesinya untuk meraih kesenangan secepat mungkin, maka mereka menyangka bahwa hanya di dunia inilah ia perlu menikmatinya. Itulah sebabnya mereka demikian bersungguh-sungguh untuk mengejarnya. Mereka ingin memaksa agar surga segera dirasakan secepatnya di dunia fana ini. Mareka tidak sabar. Bahkan mereka tidak yakin masih ada lagi kehidupan selain di dunia ini. Maka daripada berspekulasi dengan akhirat yang belum pasti keberadaannya lebih baik bersegera mewujudkan surga di dunia ini dan menjauh dari neraka dunia sedapat mungkin. Harus kaya, harus senang, harus berkuasa  sekarang. Jangan biarkan diri sedih dan menderita di dunia.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ

 نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (QS Al-Israa ayat 18)

Demikian mengenai Nasib Para Pemburu Dunia, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.

sumber : eramuslim.com
6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi. Kali ini saya akna posting mengenai persoalan hidup menurut Al-Ghazali. Nah, kalau begitu langsung saja deh, enggak usah lama-lama, berikut adalah penjelasannya.

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia bertanya kepada mereka, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Lihat QS. Ali Imran ayat 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”. Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu” (Al A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”. Ada yang menjawab dengan jawaban, baja, besi, dan gajah. “Semua jawaban hampir benar,” kata Imam Ghozali, “tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 72.
 

6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali

Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”. Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.


Demikian mengenai 6 Persoalan Hidup Menurut Al-Ghazali, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.
Hikmah Besar Turunnya Nabi Isa - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah bisa postig lagi. Kali ini saya akan posting mengenai Hikmah yang sangat besar turunnya nabi Isa kebumi. Saat dunia akan mau kiamat maka Allah SWT akan menurunkan Imam mahdi lalu disusul dengan turunnya nabi isa dari langit.

Lalu hikmahnya diturunkannya nabi Isa untuk apa? Berikut adalah hikmah turunnya nabi Isa ke Bumi :


1 Membantah Yahudi yang beranggapan bahwa mereka talah

membunuh 'Isa a.s. padahal Nabi 'Isa-lah yang akan
membunuh pimpinan mereka yaitu Dajjal.
 

Hikmah Besar Turunnya Nabi Isa

2 Sesungguhnya Nabi 'Isa mendapatkan di dalam Injil tentang
keutamaan ummat Muhammad saw. (QS.Al-Fath: 29) dan
beliau berdo'a agar dimasukkan diantara mereka (ummat
Muhammad), lalu Allah mengabulkan do;a beliau ketika beliau
turun pada akhir zaman, dan beliau menjadi mujaddid
(pembaharu) agama Islam.

3 Bahwa turunnya Nabi 'Isa dari langit untuk dimakamkan di
bumi, karena tidak ada mekhluk dari tanah yang mati di
selainnya,

4. Turunnya Nabi 'Isa membongkar kebohongan Nasrani,
menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapus upeti.

5. Beliau memiliki keistimewaan yang khusus, karena jarak
antara Dia dengan Nabi Muhammad saw. sangat dekat dan
tidak ada Nabi lain yang memisahkan antara Nabi 'Isa dan
Rasulullah saw.

6. Nabi 'Isa menghukum dengan syari'at Muhammad saw. dan
menjadi pengikut Muhammad saw. beliau turun tidak membawa
syari'at baru, karena agama Islam penutup segala agama dan
Nabi 'Isa menjadi hakim ummat ini, karena tidak ada Nabi
setelah Nabi Muhammad saw.

7. Zamannya Nabi 'Isa adalah zaman penuh ketenangan,
keamanan dan keselamatan, Allah mengirimkan hujan yang
deras, menjadikan bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan dan
buah-buahan. Harta berlimpah serta dihilangkan sifat-sifat
iri, benci dan dengki.

8. Lamanya Nabi 'Isa a.s. di bumi adalah selama 40 tahun.
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dari
'Aisyah, bahwa Rasulullah saw.bersabda: "Beliau ('Isa) tinggal
di bumi selama 40 tahun sebagai imam yang adil dan hakim
yang bijaksana."


Demikian mengenai
Hikmah Besar Turunnya Nabi Isa, semoga artikel kali ini dapat bermanfaat buat kalian semuanya.
Kisah Nyata : Dunia Maya Menyeretku Pada Kesengsaraan Hidup - Assalamualaikum sobat muslim, alhamdulillah bisa posting lagi. Kali ini saya akan posting mengenai kisah nyata mengenai akibat pengguna dunia maya.

Kalau begitu langsung saja deh, berikut adalah ceritanya, cekidot:

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Sebut saja nama saya sulis. Saya berasal dari Subang Jawa Barat. Sebenarnya saya tak tahu pasti, apa tujuan saya hadir dan mengungkap semua kisah saya di sini. Karena jujur saya malu,,tapi saya juga tak tahu meski berbuat apalagi menghadapi ini semua ..

Sebelum-saya tersiksa seperti ini, kehidupan saya sangat bahagia,, bisa berkumpul bersama suami dan anak-anak ..

O,ya pembaca !

Saya ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Suami bekerja pada perusahaan swasta nasional,,di Jakarta. Kami telah berumah tangga selama 11 tahun. Dan Alhamdulillah dikaruniai 3 orang anak, selama itu alhamdulillah tak ada badai yang berarti Yang menghantam bahtera rumah tangga kami Namun mungkin harus dengan cara begini, akhirnya kini kami terpisah.

Mula nya aku hanya iseng, membuka akun di jejaring sosial facebook itu. Buat sekedar iseng mengisi waktu luangku dan juga sekedar iseng jika suami sedang dinas di jakarta, memang sebelum aku buka akun facebook juga, aku pernah juga coba jejaring sosial yang lainnya namun aku rasa hanya facebook lah yang aku paling suka.

Aku sedikit pun tak menyangka, bahwa dunia maya akan menyeretku pada kesengsaraan kehidupan dunia nyata dan memang aku bersama suami sama-sama mempunyai akun fb.

Dan dalam status hubungan di dunia maya pun aku tulis bahwa aku telah menikah, bahkan fhoto profil pun yang aku tampilkan adalah fhoto dimana kami sedang melangsungkan izab kabul.

Sejak dari kecil aku menyukai sastra tulis terutama bait-bait puisi,, Sampai sekarang pun aku masih sangat menyukainya Dan bisa di tebak,,hampir semua status fb ku aku isi dengan puisi. Memang dalam memilih pertemanan di fb, aku termasuk selektif, aku paling tak suka pada yang selalu mengeluarkan sumpah serapah. Makanya kebanyakan temanku di fb,, yang mempunyai status keagamaan atau karya puisi.

Tragedi ini di mulai ketika aku berteman di fb dengan seseorang yang berinitial IS, dia mengaku orang Bandung. awal mula nya kami biasa saja,, dan sangat tak menyangka akan mengarah ke arah sana.

Awalnya kami saling coment di stts, dia pun sangat menghargaiku dengan panggilan Kk, karena mungkin dia melihat bahwa aku telah berkeluarga.

Rupanya karena mungkin sama-sama penggemar puisi, mulailah kami sering inbox'an kadang kalau aku kehabisan insfirasi buat membikin stts,, aku minta bantuan sama dia untuk di buatkan beberapa bait puisi buat bikin stts.

Hari berganti hari,,seiring berjalannya waktu tak terasa kami sudah beberapa bulan dalam kedekatan itu Dan kami pun telah bertukar no.ponsel.

Dan rupanya,,syetan bermain di otak kami. Karena suami pulang kerumah seminggu sekali, otomatis aku lebih leluasa menerima telpon dari dia dan entah bagaimana malam itu ceritanya kami pun jadian semenjak kami jadian,,lambat laun mulai banyak yang ku rubah di profilku dan memang suami sempat bertanya,, namun selalu saja ada alasan yang saya berikan Dan suami pun,,maklum dan berkilah ''ya tak apalah di dunia maya ini''

Aku gembira,,bahwa suamiku percaya akan segala alasan yang aku kemukakan. Tentu hal ini membuat aku gembira. Namun ada juga kecemasan di hati Jangan-jangan nanti ketahuan,, dan untuk menyiasatinya maka aku ungkapkan pada suami bagaimana kalau akun facebooknya kita tutup saja karena menurutku tidak ada manfaatnya dan hanya buang-buang waktu saja

Sesuai perkiraanku suamiku menuruti apa kemauanku Dan kami berdua menutup akun fb kami hal itu berkat insfirasi dari kekasihku di dunia maya tadi, tak lupa aku wanti-wanti pada suami,,jangan buka fb lagi.

Minggu sore, suamiku berangkat lagi ke jakarta, Dan aku merasa bebas,, sebebas-bebas nya cepat aku buka kembali akun fb yang tadi aku dan suami nonaktifkan. Aku ganti semuanya, nama, status hubungan dan lain-lain aku ganti.

Dan aku mulai memblokir semua orang yang aku kenal di dunia nyata. Dan kini aku bebas berkasih mesra di dunia maya. Dan aku seakan menemukan kehidupan baru,, waktuku lebih banyak tersita dunia maya dari pada kehidupan yang sesungguhnya

Tak terasa hubungan gelap kami sudah hampir berjalan setahun tetapi selama itu pula,kami selalu gagal ketika akan ketemuan memang alasan yang dia kemukakan cukup beralasan ''yakni-takut ketahuan suamiku. Dan entah kenapa,,pikiran ku seakan mati ketika dia memintaku,,buat minta cerai pada suamiku. Aku pun menyetujuinya,,dan kukatakan padanya aku butuh waktu.

Dan aku mulai menampakan perangai yang berbeda pada suamiku Kadang diluar kesadaranku aku berbuat seenaknya dan ku tahu,,karena dia orangnya sangat pendiam walaupun sedang marah belum pernah di mengeluarkan kata-kata kotor apalagi sampai menampar, dan secara lahiriah tak ada cacat pada suamiku dia sangat besar tanggung jawabnya pada keluarga dan selain itu,,dia juga seorang pekerja yang ulet.

Kisah Nyata : Dunia Maya Menyeretku Pada Kesengsaraan Hidup

Ku pakai segala tipu dayaku dan aku selalu memancing-mancing agar aku bisa bertengkar. Dan pada suatu sore di hari sabtu ketika dia baru datang dari jakarta. Langsung saja aku damprat habis-habisan sambil memperlihatkan satu photo wanita, aku katakan bahwa itu ku temukan dari saku jas dia padahal itu hanya rekayasa busuk aku saja.

Demi menhadapi hal itu,,suamiku malah senyum-senyum dan berusaha merangkulku, dan berkata :''Makasih mah,,itu tanda nya mama sangat takut kehilangan papa dan alhamdulillah papa tidak lakukan itu"

Aku sangat muak dan kesal akan sikapnya waktu itu dan ku tepis tangannya dan mendorong tubuhnya dengan kasarnya, sampai dia ter jatuh dan kepalanya membentur kusen pintu cukup keras.

Dan suamiku cepat bangun sambil memegang kepalanya dan berkata :''Astaghfirullah,,a-da apa mama,,istighfar mama'' dengan ketusnya aku berkata :''sudah pa'',,segalanya telah jelas aku sudah bulat papa,,aku minta cerai,, ku katakan itu semua seakan tak ada beban sedikit pun. Aku segera menggendong anakku yang paling kecil dan membawanya ke dalam kamar dan ku kunci dari dalam anakku yang nomor 1 dan 2,,hanya terpaku melihat tingkah ku

Aku tetap mengunci diri dalam kamar,,ketika suami ku mengetuk-ngetuk pintu dan aku tak bergeming sedikit pun apalagi membukanya. Dari lubang pintu,,ku lihat suamiku mempersiapkan makan malamnya bersama kedua anak kami dan sesekali aku lihat dia mengeleng-gelengkan kepala. Dan aku sibuk saling kirim pesan dengan pacarku, dan sebentar lagi aku jamin aku akan di ceraikan suamiku itu yang aku katakan padanya.

Keesokan harinya,,ketika aku keluar dari kamar. Ku lihat suamiku duduk diruang depan dan demi melihat aku keluar, Dia segera menghampiriku,,dan menyapa ku. Dan ku jawab dengan dampratan ku. Dan akhirnya aku ribut besar hari itu namun ku lihat suamiku masih bersabar. Namun aku bersikukuh ingin tetap di cerai. Dan hingga sore tiba,,hingga suamiku pergi kembali ke jakarta aku katakan itu

Ketika suamiku di jakarta,,aku tetap meminta cerai dan seminggu kemudian akhirnya suamiku menceraikan ku meskipun lewat pengacaranya.

Dan suamiku tetep membujuk aku untuk memikirkannya matang-matang jangan keburu nafsu,,namun aku tetap kukuh. Dan ku katakan pada dia suamiku atau kah aku yang akan keluar dari rumah dan suamiku mengalah.

Hari itu pertengahan tahun 2011 ..

Hari dimana suamiku bersama kedua anakku meninggalkan aku dan karirnya di jakarta, menuju kota kelahirannya di purwokerto. Dan entah mengapa tak sedikitpun aku merasa was-was atau pun sedih, aku memang biadab !!!.

Tiga hari kepulangan suamiku ke kampung halamannya, aku meminta ketemuan sama pacarku, lagi-lagi-dia berkilah janganlah dahulu malu sama orang sekitar kata dia. Dan aku pun memakluminya dan berkasih mesra-mesraan terus berlanjut.

Aku laksana anak baru gede yang baru saja punya pacar ku telpon dia sampai 3 hari sekali sudah tak terhitung,,berapa puluh juta uang yang sudah ku transfer, belum lagi sejumlah pulsa.

Dan entah mengapa setiap kali dia meminta uang aku tak kuasa menolak, aku hanya ingin bahagia denganmu,,kataku waktu itu padahal itulah kebodohanku yang nyata

Sudah tiga bulan,,semenjak kepulangan suamiku,, Tak ada kabar berita dari anak-anakku,, mungkin saja mantan suamiku telpon,, namun nomor ponselku telah kuganti.

Dan selama itu pula pertemuan yang kuharapkan tidak kunjung tiba karena saking jengkelnya,, aku meminta alamatnya dan aku sendiri yang datang. Dan pada hari yang di tentukan berangkatlah aku ke kota Bandung, setelah terlebih dahulu ku titipkan anakku di ibuku yang jaraknya bisa di bilang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalku.

Dengan berbekal alamat yang dia berikan, ku susuri kota Bandung. Dan tanpa kesulitan yang berarti aku menemukan alamatnya. Ku telpon dia,, namun aneh mengapa tidak aktif,, padahal waktu keluar tol tadi masih aktif,, namun mengapa tiba-tiba saja hp nya mati.

''ah mungkin lagi di charger''pikirku, tanpa membuang waktu segera aku hampiri salah satu rumah di komplek itu dengan perasaan cemas campur malu aku pencet bel di depan rumah itu.

Tak lama kemudian,,datanglah seorang wanita muda layaknya Baby sitter,,aku sedikit kaget dan mulai menerka,,jangan-jangan??????

namun segera ku tepis angan itu dan betul saja dia babby sitter. Dan di mengatakan bahwa tuan rumah sedang di taman belakang aku sempat kaget,,bahwa yang ku tahu IS itu masih perjaka dan umurnya berbeda 3 tahun denganku dan ketika kutanyakan bahwa betul ini rumahnya IS,,si babby sitter menyatakan benar. Dan akan segera memanggil majikannya,, setelah mempersilahkan aku menunggu di ruang tamu.

Perumahan itu adalah perumahan cukup elite di kota bandung dan sejenak aku takjub, dan ketika aku sedang mengamati sekeliling pintu di buka dan masuk lah seseorang laki-laki yang di perkirakan 70 tahunan. Aku mengira ini adalah bapaknya IS dan kami pun saling berjabat tangan dan si bapak tadi menanyakan ada keperluan apa??

ku utarakan bahwa aku ingin bertemu IS,,dia berkata bahwa dialah IS, aku sedikit tersipu,,aku mengira bahwa bapaknya IS bercanda, namun sekali lagi dia katakan bahwa dia lah IS itu aku menyodorkan photo pada si bapak di depanku bahwa IS yang aku maksudkan itu dan si bapak itu mengernyitkan kening.

''bapak tak kenal orang ini neng mungkin neng salah alamat'' kata bapak itu aku pun menunjukkan alamat yang IS berikan beberapa waktu lalu.

Seisi rumah Pak IS geger oleh kedatanganku seluruh anak beliau di panggil ke rumahnya, yang kebetulan rumah ketiga anaknya yang sudah berumah tangga tidak terlalu jauh dan kebetulan hari itu hari libur jadi semua ada di rumah, mereka semua bingung dan mengaku tdk mengenalku dan aku gelagapan ketika di tanya,,dari mana mendapatkan alamat itu.

Terpaksa aku berbohong, karena aku malu, dan pasti jadi bahan tertawaan kalau aku katakan dapat dari teman facebook.

''saya mendapatkannya dari seseorang ini fhotonya dan ini juga no ponselnya,,tapi sekarang tdk aktif" mohon maaf ya pak saya sudah merepotkan keluarga bapak disini mungkin dia lagi sibuk sehingga ponselnya di matikan,, kataku,-,dan aku segera pamit

Dengan perasaan tak menentu ku pacu mobilku keluar dari area kompleks itu. ku arahkan kendaraan ku memasuki areal pusat perbelanjaan BSM, sekedar menghilangkan kaget dan rasa kesalku ..

ku masuki salah satu resto di situ dan setelah mendapat tempat yang nyaman kembali ponselnya ku hubungi,,masih tetap tidak aktif penasaran,,-,akhirnya aku log in facebook betapa kagetnya aku ternyata akun facebook nya pun telah non aktif. aku keluar resto itu tanpa menghabiskan sisa makananku yang baru aku pesan.

Dengan langkah gontai,,aku menuju mobilku ku pacu kendaraanku sekencang mungkin, dalam hati aku mengutuk kebodohanku sendiri, aku adalah manusia paling bodoh,,yang telah mengorbankan kehidupan nyataku demi kehidupan maya yang menipu penyesalan-tinggal penyesalan,,segalanya telah terlambat.

sesampai-nya di rumah aku tak henti-hentinya menangis. Pernah terlintas dalam benakku akan melaporkan ini pada pihak berwajib tapi setelah aku pikirkan maka niatku aku urungkan karena pertimbangan ini dan itu.

Ku tumpahkan semua kekecewaan,,penyesal-an dan rasa bersalahku pada kakaku yang paling tua, dia selalu mengerti keadaanku, demi mendengar ceritaku kakaku tak henti-hentinya berdecak,,dan beristighfar. dia menyarankanku untuk segera meminta maaf pada suamiku dan aku pun berkata tak sanggup dan sangat malu,, memang aku sangat yakin suamiku yang berjiwa besar akan memaafkanku dan menerimaku kembali sebagai isterinya. Dia sangat mencintaiku ...

Sebulan setelah kejadian itu,,bobot badanku menurun drastis akibat defresi Suatu malam kupandang wajah anakku yang masih berumur 2,5 tahun. aku tahu suamiku sangat menyayanginya dan-tentu hatinya sangat sakit dipisahkan darinya. dan dengan cara aku fitnah lagi segera ku telpon kakaku,,aku memnintanya untuk menemaniku. karena-bapakku tak mungkin melakukan perjalanan jauh mengingat usianya yang sudah sangat lanjut dan sering sakit-sakitan. dan-kakak serta kakak iparku mau menemaniku ke purwokerto,,kampung halaman suamiku

Pada hari yang di tentukan berangkatlah kami bertiga,,bersama si kecil. tak usah di perinci di jalannya,,

sampai-lah kami pada tempat yang di tuju, ada rasa sungkan ketika mobil di parkir depan rumah suamiku. Ada setitik kegembiraan melihat mobil suamiku terparkir di garasi berarti suamiku ada dirumah,,tapi mengapa rumah sepi begini,, pikirku. Kakaku yang mengetuk pintu dan mengucap salam Tak lama kemudian,,ada seseorang membukakan pintu dan ternyata dia adik suami ku yang paling kecil.

Demi melihat kehadiran kami,,adik suamiku hanya memberi senyum seolah dipaksakan dan mempersilahkan kami masuk dan dari adik suamiku kami tahu bahwa ibu mertuaku,sedang dirumah familly nya, adik suamiku segera menelpon ibu mertua, dan beberapa saat kemudian Ibu mertuaku datang.

Ketika melihatku,,ibu mertuaku berlari dan memelukku dan menangis sejadi-jadinya,,aku menyangka bahwa ibu mertuaku kangen padaku. Karena aku tahu,,ibu mertua paling menyayangi aku,,dan ini membuat iri anak serta menantunya yang lain.

Dan ketika kutanyakan tentang suamiku,, Ibu mertuaku menangis semakin menjadi-jadi. Adik-suamiku,,yang sedari tadi diam seribu bahasa kini dia bicara,, dan perkataannya serasa tembus sampai ke jantung ''Mbak-yu dasar tak berguna,,suami sakit malah di telantarkan,,ujung2n-ya minta cerai. Suami mbak telah meninggal

Bumi serasa terbalik demi mendengar kata terakhir adiknya
seakan tak percaya. dan ketika ibu mertuaku menganggukkan kepala aku tak ingat apa-apa,,aku jatuh tak sadarkan diri ketika aku sadar aku ingin diantarkan kemakam suamiku,,dalam hatiku pediih sekali suamiku berpulang,,tanpa aku disisi nya,,suamiku berpulang membawa sakit hati yang tdk terobati.

Aku menangis sejadi-jadinya di atas pusara suamiku dalam waktu yang lama. hingga malam aku tak mau beranjak dari sana,,hati ku sakit sekali mengingat dosa yang telah ku berikan padanya Aku sakit hati,,mengapa tak seorang pun memberi kabar padaku

Keesokan harinya,,ibu mertuaku mulai bercerita. Bahwa kedatanganku yang tiba-tiba bersama anak-anak dan tanpa di temani aku dan si kecil membuat ibu selalu bertanya terus dan suamiku selalu menutupinya,,bahwa memang kami lagi ribut kecil kata mendiang suamiku,,namun yang membuat aneh ibu, mengapa anakmu sampai pindah sekolah kata ibu waktu itu,,dan suamiku tetap bungkam. Nanti dulu bu,,saya jelaskan kata dia,,sekarang kepala saya sakit dan ibu mertuaku pun maklum

Namun,,ketika suamiku baru sebulan di sini, hari itu dia berniat menjemput anak-anak sekolah mungkin dia mendadak sakit kepala dan mobil yang di kendarainya menghantam mini bis yang sedang melaju dengan kcepatan tinggi dan setelah dirawat 4 hari, nyawa nya tak tertolong lagi. Dan mengapa aku tak di beri tahu,,tentang wafatnya karena itu amanat dia sewaktu pertama di bawa ke RS dan dia juga pesan meninggal pun jangan di kasih tahu.

Tak terasa air mata jatuh ke laptopku ketika menulis cerita ini Seperti khayal tapi ini memang terjadi. Rasa berdosa, penyesalan, dan perasaan lainnya bercampur aduk menjadi satu dan entah sampai kapan rasa ini terus menyiksaku dari hal sepele menjadi perusak yang maha dahsyat, karena memperturut hawa nafsu.

Aku harus kehilangan segalanya,kedua anakku tak mau aku bawa Dan yang paling menyedihkan,,ketika ku telpon ibu mertuaku menanyakan tentang anakku. tiap pulang sekolah mereka berdua selalu ke makam papa nya,,kadang sampai tertidur di sana Ini membuatku sangat sedih,,di usia mereka yang masih mentah harus di tinggalkan figur yang mereka sayang.

sodara-sodaraku kaum perempuan, saya cuma berpesan satu hal pada kalian Jagalah dirimu baik-baik jangan kau korbankan kehidupan nyatamu demi alam khayalmu, alam maya, yang kadang tak berujung ..


Demikian mengenai Kisah Nyata : Dunia Maya Menyeretku Pada Kesengsaraan Hidup, semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua dan semoga postingan kali ini dapat bermanfaat buat kalian semuanya. Wassalamualaikum.
Jenazah Dibacakan Sholawat Oleh 70 Ribu Malaikat - Assalamualaikum sobat blogger,alhamdulillah bisa posting lagi, alhamdulillah bisa posting lagi. Tak ada satu makhluk hiduppun yang hidup abadi, pasti semua makhluk hidup bakalan mati karena yang Maha abadi itu hanyalah Allah SWT.

Mungkin kalian pernah mendengar cerita ini dari guru-guru ngaji kalian atau dari teman-teman kalian. Tapi cerita ini hanya untuk mengingatkatkan kita bahwa kematian itu pasti akan datang. Nah pastinya kita bisa pergi kehadapan Allah SWT dengan keadaan baik dan bersih dari dosa-dosa. Mungkin cerita ini bisa menginspirasi kita untuk berbuat baik saat didunia.
Jenazah Dibacakan Sholawat Oleh 70 Ribu Malaikat

Nah, langsung aja kalau begitu, cekidot :

Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril.

Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril : "Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?"

"Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?"

"Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?"

Kemudian Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu."

"Siapakah dia, wahai Jibril?" tanya Rasulullah SAW.

"Dialah Muawiyah...!!!" jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?"

Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas."

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : "Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut."

SubhanAllah..
Walhamdulillah..
Wala ilaha illallah..
Wallahu akbar.

Rasulullah SAW bersabda : ''Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur'an dalam semalam?" Mereka menjawab, "Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Al-Qur'an?" Lalu Nabi SAW bersabda, "Qul huwallahu ahad (Surat Al-Ikhlas) itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.'' (H.R. Muslim no. 1922)


Demikian mengenai Jenazah Dibacakan Sholawat Oleh 70 Ribu Malaikat, semoga dapat bermanfaat uat kalian semuanya. wassalmualaikum.
Suamiku Menyakiti Hatiku
Suamiku Menyakiti Hatiku - Assalamualaikum sahabat muslim alhamdulillah bisa bertemu lagi di blog ini. Pada kesempatan kali ini saya akan posting kisah mengenai "Suamiku Menyakiti Hatiku" kalau begitu langsung saj deh, cekidot.

Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”

Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya… Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran di atas, adalah :

“Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN.


Demikian mengenai Suamiku Menyakiti Hatiku, semoga dapat bermanfaat buat kalian semuanya, wassalamualaikum.

Malaikat Jibril Menangis

Malaikat Jibril Menangis - Assalamualikum sobat blogger.Malaikat Jibril bercerita tentang api neraka.

Bahwa Allah swt, telah menyalakan api neraka itu selama 1.000 tahun, sehingga apinya menjadi merah padam bernyala-nyala.

Lalu dipanaskan lagi 1.000 tahun, lantaran suhu panasnya, api itu berubah warna menjadi putih.
Lalu Allah swt memanaskannya selama 1.000 tahun lagi, hingga apinya berubah menjadi hitam pekat dan gelap.

"Jika ada manusia yang dilemparkan ke dalamnya, maka sekejap saja langsung akan musnah," ujar Jibril.

Kemudian malaikat Jibril pun menangis. "Mengapa engkau menangis Ya Jibril," tanya Rasulullah saw. "Aku takut kepada jiwaku," ucap Jibril.

"Bukankah engkau adalah malaikat, yang tidak mungkin berbuat maksiat kepada Allah swt," kata Nabi saw.

"Benar, akan tetapi takdir Allah bisa berlaku atas siapa saja. Bukankankah Iblis itu asalnya adalah penduduk Surga, lalu berlaku takdir Allah swt atasnya. Hingga Iblis menjadi penghuni Neraka," urai Jibril.

Ya Allah Jauhkanlah Aku dan Setiap orang Yang mengucapkan 'Aamiin' dari Siksa Kubur dan Siksan Api Neraka .



Bagimana ceritanya, bahkan malaikatpun bisa menangis karena takutnya kepada siksa yang ada di neraka. Lalu bagaiaman dengan kita? Itu terserah kalian sendiri.


Demikian mengenai Malaikat Jibril Menangis, semoga dapat bermanfaat buat kita semuanya, wassalamualaikum.
Percakapan Antar Ciptaan Tuhan
WIKIPEDIA : Aku tau semuanya.
FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang.
GOOGLE : Aku punya semuanya.
MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses.
EXPLORER : Kan gue masih ada.
MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja!
EXPLORER : Lo sih, ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri!
INTERNET : Udah-udah! Jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gue kalian semua gak bakalan ada!
FACEBOOK : Huuu, yang paling sering dikunjungi kan gue, jadi gue yang terbaik.
YAHOO : Facebook, Inget, tanpa gue lo gak bisa buat Email!
GOOGLE : Yahoo, Gue juga bisa buat Email.
INTERNET : zzz... Udah tau gue yg paling hebat
KOMPUTER : Gua Paling dewa di sini.

PLN : Bacot lo semua! Gua matiin nih listriknya!

GENSET : tenang aja kan masih ada saya

PLN : diem lu

PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa lo

SOLAR CELL : tenang kan selama masih ada saya semuanya aman

Matahari : Ettt Gk gw sinarin diem lo
Air, Batubara,

Petir dll : MASIH ADA GUA !!!

Bumi : Lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada

Jagat Raya: lo semua kalo gak ada gwe pasti kalian gak bakalan ada....

Tuhan: tanpaKu kalian semua tidak pernah ada

MENDADAK SEMUA PADA TERDIAM..
Keajaiban Seorang Ibu yang Menjaga Wudhu Saat Hamil dan Menyusui
Bismillahir-Rah
maanir-Rahim … Seseorang berkata : .. Aku berkenalan dengan seorang pemuda yang sangat baik, berwajah simpatik, berotak cemerlang, memiliki semangat dan tekad yg sangat kuat Kedua matanya yg menerawang mengisyaratkan kesehatan ruhani serta ketinggian pemikirannya.
Tubuhnya yg tinggi, kerendahan hatinya, kesopanan keimanan dan akhlaqnya mencerminkan seorang kekasih Allah. Dua tahun lalu ia menyelesaikan SMU nya dan kini mulai kuliah.

Semasa di SMU dulu, dia termasuk siswa yang pandai dan selalu mendapat perhatian para guru. Di Universitas pun, sejak minggu pert’ama, sudah tampak kebersihan ruhani, budi pekerti, kejujuran, persahabatan serta usahanya untuk selalu konsisten pada semua janjinya.

Pendek kata, dia seorang teman mengasyikkan yg kuperoleh. Aku sangat ingin berkenalan dengan keluarganya, khususnya Ibunya.

Pada suatu kesempatan aku berjumpa dengan Ibunya, dan Aku meminta kepada Sang Ibu untuk bercerita sedikit seputar anaknya serta metodologi pendidikan yg diterapkannya untuk sang buah hati. Ibunya berkata, “Ketika masih mengandung saya tidak pernah makan tanpa berwudhu terlebih dahulu.

Dan pada saat lahir, saya menyusuinya selama dua tahun penuh dan selama itu pula saya tidak pernah memberinya ASI dalam keadaan tanpa berwudhu. Ketika menyusui saya membaca ayat-ayat suci al-qur’an dengan suara pelan, saya selalu persembahkan jiwa saya untuknya.

Ayahnya, suami sang ibu menambahkan cerita tsb, ”Saya masih ingat Pernah ketika suatu malam yg di musim yang sangat dingin sekitar jam 1 malam, ketika Muhammad anak kami masih berumur satu tahun dia bangun sambil menangis. Istri saya bangun dan merasa kalau anaknya kelaparan.

Malam itu udara menusuk dan bersalju. Sebelum Istri saya menyusui dia bergegas keluar rumah untuk berwudhu dengan air yg sangat dingin, setelah berwudhu barulah istri saya memeluk Muhammad dan menyusuinya.

Ayahnya menambahkan , “Kalau sekarang Anda melihat sifat – sifat muia dalam diri anak saya, itu tiada lain karena keikh;asan, kerja keras dan pengorbanan sang ibu.

Saya bertanya kepada sang Ibu , “Bagaimana Anda bisa berbuat demikian kepada anak Anda?”

Sang Ibu menjawab,”Semua
yang kita miliki bersumber dari ajaran pendidikan Islam yang mulia serta perjalan Sayyidah Fathimah Az-Zahra (Salam Atasnya) putri Rasulullah, bukankan Sayyidah Fatimah sosok wanita agung itu, seringkali berkomunikasi dengan anak-anaknya pada masa mengandung dan sama sekali tidak makan serta menyusui anak-anaknya tanpa berwudhu?
# Sumber : Buku Dastanha I Az Pedar wa Modar , karya Ahmad Mir Khlaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh
Cerita Cinta Aku, Engkau dan Dia
Cewek : mas, saya mau ngomong sesuatu.
Cowok : ya, silahkan mau ngomong apa?

Cewek : mantan aku datang padaku, dia minta balikan..!

Cowok : hah? Hmms, apakah kau masih mencintainya?

Cewek : entahlah,, tapi dia datang lebih dulu darimu mas. Menurut mas, apa yang harus aku lakukan?

Cowok : kalau kau masih sayang sama dia, pergilah padanya..!

Cewek : mas tidak cemburu? Mas tidak marah?

Cowok : [menunduk dengan suara lemah] buat apa aku marah, mungkin dia bisa menjaga kamu lebih baik dariku. Aku tahu, kalau memang benar kau mencintaiku, tak akan mungkin kau tega berpaling dariku.
[setetes air mata jatuh membasahi pipi]

Cewek : [terdiam, terpaku dengan kata-kata kekasihnya] mas, mas... dengarkan aku, pandanglah aku...! Aku tak inginkan yang lain, aku janji akan menjaga cinta kita berdua, aku takkan pernah meninggalkanmu demi laki-laki lain. [lalu menyeka air mata kekasihnya]

Intinya: Janganlah menguji tahap kecemburuan seorang lelaki, karena cemburunya akan terpendam hingga meneteskan air mata. Air mata bagi lelaki sangatlah berarti, lelaki akan terasa mati jika hatinya dilukai dan tak dihargai.