Pacarmu Belum Tentu Jodohmu

Yulio adi candra | 20.45 | 0 komentar

Pacarmu Belum Tentu Jodohmu - Assalamualaikum sahabat muslim, alhamdulillah nih bisa posting lagi. Kali ini saya akan posting mengenai Pacarmu Belum Tentu Jodohmu. Nah yang perlu diketahui cerita di bawah ini bukanlah cerita saya, melainkan cerita seseorang, yang saya temukan dari facebook.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan pembaca yang pernah pacaran atau sedang pacaran. Kisah ini merupakan refleksi perjalanan hidup saya yang seperti roller coaster, yang mungkin pacaran dan putus cinta merupakah hal umum dan biasa saja bagi banyak orang, tapi bagi saya luar biasa karena dengan peristiwa2 itulah saya mengenal Islam dan diuji keimanan saya setelah masuk Islam.

Tulisan ini juga Insya Allah tidak dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan tokoh utama dalam kisah ini, dan bilapun teman2 saya tau siapa orangnya mohon tidak usah dikorek-korek dan disampaikan ke yang bersangkutan. Rasa benci, sakit hati saya Alhamdulilah sudah hilang jauh sebelum saya menikah lebih dari 9 tahun lalu dan ketika saya menulis kisah ini pun biasa saja. Mari dimulai..

Saya mengenalnya sebagai adik kelas saya saat saya kuliah S1. Monik dalam wujud laki2, begitulah orang-orang yang mengenal saya dan dia menilainya, maksudnya dia seperti saya yang aktif, enerjik, aktivis di berbagai kegiatan kampus-kemahasiswaan. Karena OSPEK (Orientasi mahasiswa baru, penggojlokan untuk menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa dan Unit kegiatan) membuat kami dekat. Di agama yang saya anut dulu tidak ada aturan dan larangan mengenai khulwah/khalwat apalagi pacaran. Dan teman2 saya yang beragama Islam pun biasa saja ber khulwah / khalwat dan berpacaran. Sempat ragu, maju mundur waktu itu untuk “jadian” (istilah jaman dulu , gak tau kalau sekarang apa) sama dia, karena perbedaan agama dan juga suku. Tapi akhirnya kami jadian juga dan melewati perkuliahan di jurusan yang sama.

Tahun pertama kami tidak memikirkan masa depan, jalani saja begitu pikiran saya. Masalah muncul ketika keluarga, terutama kedua orang tuanya dapat informasi tentang saya. Secara frontal hubungan kami ditentang dan pernah dia dimarahi habis-habisan karena tidak sengaja kami bertemu saat orang tuanya berkunjung ke Bandung. Setelah kejadian tersebut barulah kami mulai membicarakan masa depan, mau dibawa ke mana hubungan ini (ini mirip lirik lagu :D).

Kendala pertama tentu perbedaan agama, sangat berat saat itu saya memutuskan untuk mulai mencari tau dan mempelajari agama Islam secara otodidak, walau si dia pun belajar juga agama yang saya anut saat itu. Yang kami lakukan saat itu tentu sekedar membaca buku dan berdiskusi dengan teman-teman. Sekitar 2 tahun hal tersebut kami lakukan (belajar bersama) dan backstreet dari kedua orang tua kami. Selama 2 tahun belajar hidup saya sangat tidak tenang karena kucing-kucingan dengan kedua keluarga kami baik dalam hal hubungan kami maupun fakta bahwa kami saling belajar agama masing-masing saat itu. Pernah juga ada insiden ketika dia sakit berat dan saya beserta teman2 membawanya dirawat di RS saya bertemu lagi keluarganya, kemarahan orang tuanya dapat diredam karena dijelaskan oleh orang tua sahabat saya bahwa bila dia tidak saya urus & bawa ke RS maka dia bisa tidak tertolong.
 

Pacarmu Belum Tentu Jodohmu

Di akhir tahun 2000 saya lulus S1 dan awal tahun 2001 saya melanjutkan kuliah ke Jakarta. Lebih bebas tentu saja. Lebih bebas di sini dalam arti saya lebih bebas belajar agama tanpa perlu kucing-kucingan. Berbagai buku saya beli dan baca, tinggal belum ada keberanian untuk bertanya langsung ke Ustad/Ustadzah. Sebelum lulus S2 saya Alhamdulilah mendapat pekerjaan yang membuat hati saya makin mantap belajar.

Mesjid Agung Al Azhar , Kebayoran Baru Jakarta saya pilih sebagai tempat untuk bertanya karena ada informasi adanya grup khusus untuk yang mau belajar Islam bagi Non Muslim dan kelas untuk Mualaf. Gemetaran ketika melangkahkan kaki untuk pertama kalinya, sahabat saya menemani saya di hari pertama saya datang. Subhanallah Alhamdulilah saya tidak salah pilih. Di sana banyak orang2 “senasib” dengan saya. Dan banyak sekali “paket” bimbingan yang bisa dipilih. Saya amati yang memilih “paket kilat” seperti kejar setoran belajar untuk menikah dan rata-rata pesertanya itu bule dan orang Indonesia. Saya tidak mau masuk ke kelompok ini, karena ya menikah dengannya adalah salah satu tujuan saya-kami tapi saya tidak mau pindah agama dengan kondisi tidak yakin.

Kemudian Allah mempertemukan saya dengan sebuah kelompok yang benar2 jungkir balik belajar agama Islam regardless mereka pasangan berbeda agama/tidak. Di sinilah saya bertemu saudara-saudara baru, yang hingga saat ini masih sangat dekat di hati.

Pada suatu titik saya yakin untuk memeluk Islam dan saya juga yakin bahwa setelah memeluk Islam masalah saya dengan keluarganya terselesaikan sehingga kami bisa segera menikah dengan tidak mempermasalahkan apa yang akan terjadi dengan keluarga saya, karena waktu itu saya berpikir tentu akan dilarang (memeluk Islam dan menikah dengannnya). 16 Mei 2003 saya mengucapkan 2 kalimah syahadah di Mesjid Al Azhar disaksikan para guru2 saya dan sahabat2 dekat. Pasca memeluk Islam tentu hubungan saya dengan keluarga saya tidak baik. Alhamdulilah saat itu saya sudah hidup mandiri dan berkecukupan. Kesedihan karena hubungan dengan keluarga saya yang tidak baik terobati dengan indahnya angan2 segera menikah dengannya, juga kedua orang tuanya yang mulai membuka diri kepada saya.

Kembali pada judul, itulah yang saya alami. Tidak lama setelah saya memeluk Islam, seingat saya hanya sekitar 3 bulan setelah saya memeluk Islam dan saat itu kami telah berpacaran selama 6 tahunan, saya mendapat berita yang mengejutkan. Ternyata si dia menikah dengan wanita lain, tanpa ada petunjuk/informasi darinya ke saya sebelumnya. Kemudian via telfon saya berusaha mengkonfirmasi apakah betul dan dijawab lirih olehnya, Betul.

Lemas badan saya, bingung apa yang harus saya lakukan, dunia bagai runtuh. Menangis dan menangis itu yang bisa saya lakukan. Kemudian setelah saya menguatkan diri meminta penjelasan via telfon (karena pernikahan mereka dilakukan di kota lain di beda pulau), hubungan kami putus. Gamang, saya Muallaf-yang masih lemah imannya- tidak menyangka dan tidak ada dalam daftar rencana hal ini akan terjadi. Inilah ujian keimanan terbesar saya setelah memeluk Islam.

Sambil jalan menerima kenyataan, saya menjadi wanita yang workaholic, bekerja hingga tengah malam hampir tiap hari saya lakukan. Sabtu minggu saya masih memaksakan diri saya tetap belajar bersama teman2 Muallaf saya dan memanggil guru perempuan untuk mengajar saya membaca Al Quran secara privat. Saya belum menerima dia bukanlah jodoh saya, saya belum pada tahap keimanan menerima inilah takdir, dan menyerahkan semuanya pada Allah.

Karena saya workaholic, beberapa kali saya bekerja hingga dini hari di studio untuk membuat iklan, akhirnya tubuh saya tidak kuat. Tubuh saya collapse dan akhirnya saya dibawa sahabat-sahabat dirawat di RS. Bergantian sahabat2 menemani saya, mereka paham sebabnya karena mereka sahabat2 saya sejak S1. Sendirian di RS seakan ada yang membisiki saya agar ikhlas dan berserah pada Allah. Keluar RS, saya berusaha hidup normal, menyibukkan diri mengikuti pengajian kemana2, terus belajar dan saling menguatkan bersama teman2 Muallaf saya, juga belajar baca Al Quran ke berbagai guru selain privat.

Dan 1,5 tahun kemudian seorang sahabat mengenalkan saya dengan seseorang laki-laki. Iklan pertamanya : Sholeh, Mon… Itu saja yang membuat saya tidak panjang pikir untuk mencari tau tentangnya yang saat itu bekerja di beda pulau. Melalui kumpulan informasi yang saya kumpulkan, korespondensi melalui email dan pertemuan pertama bersama sahabat saya, saya terima lamarannya tanpa pacaran Alhamdulilah. Kami menikah awal 2005, saya sangat ingat bahwa orang tua si dia datang dan menangis tersedu2 saat menghampiri saya, entah apa yang dipikirkan mereka saat itu. Alhamdulilah hingga saat ini pernikahan kami berjalan sudah lebih dari 9 tahun, berbahagia dengan kedua anak laki2 kami.

Demikian mengenai Pacarmu Belum Tentu Jodohmu, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat buat kalian semuanya.

Category: ,

About Lovesmotivation.blogspot.com:
Lovesmotivation.blogspot.com adalah blog yang berisi mengenai kata motivasi cerita motivasi dan masih banyak yang menarik disitus ini...

0 komentar