"Wah, sudah hari terakhir puasa. Berat juga meninggalkan bulan ini, semoga tahun depan masih diberi kesempatan untuk menunaikannya kembali."
Begitulah kira-kira reaksi yang sering terjadi ketika puasa sudah berlalu. Banyak orang yang terharu biru meninggalkan bulan Ramadan karena bulan ini begitu berbeda dengan biasanya.

Bulan Ramadan memang senantiasa dirindukan, karena setiap orang memiliki kesan tersendiri dengan bulan penuh rahmat ini. Mau tahu apa yang selalu ngangenin dari bulan Ramadan? Coba simak yang berikut ini.

Bulan Penuh Ampunan Dan Berkah
Keutamaannya tentu saja adalah karena sebulan penuh ini akan sarat ibadah. Selain itu, kita akan dibanjiri dengan berkah dan ampunan bila sungguh-sungguh melakukannya. Maka, jangan sia-siakan kesempatan untuk mendetoksifikasi diri selama bulan puasa kali ini.

Bangun Sahur Dini Hari
Bagi mereka yang terbiasa sahur di hari biasa, mungkin sudah terbiasa dengan hal ini. Namun, tetap ada kesan berbeda saat sahur di bulan Ramadan dengan sahur di hari-hari biasanya. Bagi mereka yang belum sering berpuasa selain di bulan Ramadan, perjuangan untuk bangun pagi, mencari menu sahur dan mengejar imsak adalah sensasi spiritual tersendiri yang tak akan ditemukan di bulan lainnya.

Iklan-Iklan Menginspirasi
Di bulan puasa, banyak tim-tim kreatif yang mencurahkan idenya untuk membuat iklan yang penuh dengan inspirasi. Meski hanya iklan, namun penuh dengan makna dan berbobot. Iklan-iklan seperti ini biasanya memecah kesombongan kita dan mengajak untuk merenung dengan lebih baik selama bulan puasa.

Takjil Khas Ramadan
Bila pada umumnya kita hanya mengonsumsi makan pagi, siang dan malam, saat puasa kita akan menemukan takjil. Aneka jenis es buah, kue basah, kreasi minuman dan makanan bisa kita temukan di saat Ramadan tiba. Hal ini seringkali membuat kita kangen, apalagi bila kita turut serta menjajakannya maupun membagikan untuk mereka yang membutuhkan.

Ngabuburit Seru
Salah satu tradisi yang menyenangkan saat puasa tiba adalah menunggu waktu berbuka dengan ngabuburit seru. Setiap orang punya caranya sendiri untuk menikmati ngabuburit. Misalnya dengan berjualan takjil, kongkow bareng teman di keramaian pasar takjil dan sebagainya.

Buka Bersama
Ini nih yang paling sering dinanti. Bukber atau buka bersama, salah satu tradisi yang mengikuti setelah ngabuburit. Dengan tradisi ini, kita jadi lebih akrab dengan teman baru, reuni dengan teman lama atau lebih hangat dengan keluarga. Esensinya adalah merayakan kemenangan berpuasa di hari itu bersama-sama, pasti lebih membahagiakan.

Tarawih ke Masjid
Pada bulan Ramadan, umumnya masjid lebih sering dikunjungi. Terutama saat tarawih. Baik bersama teman maupun keluarga, menuju masjid dan tarawih bersama memiliki kesan yang tak terlupakan, yaitu beribadah bersama dan bersilaturahmi dengan rekan lainnya.

Perjuangan Dan Rasa Damai
Yang paling tak bisa dilupakan dan bikin kangen dari bulan Ramadan adalah perjuangan selama sebulan penuh untuk menahan diri dari berbagai godaan. Bahkan banyak juga yang melakukan pengubahan spiritual menjadi diri yang lebih baik. Hal-hal seperti inilah yang menimbulkan rasa damai dan membuat kita selalu rindu dengan Ramadan.
Nikmatilah kesempatan menunaikan Ramadan kali ini hingga menuju hari kemenangan. Semoga kita masih bisa menikmati Ramadan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya. Amin.

sumber: Vemale.com

Puasa Ramadan Membuat Manusia Jadi Lebih Baik
Berbahagialah Anda yang kembali berjumpa dengan bulan Ramadan. Bulan yang penuh berkah dan ampunan ini bisa menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki diri seutuhnya. Dengan berpuasa dan memperbaiki ibadah selama bulan Ramadan (dan seterusnya), Anda akan mendapat manfaat luar biasa.

Mendekatkan diri pada Allah SWT
Puasa Ramadan akan mendekatkan diri Anda pada Allah SWT, dan membuat Anda menyadari bahwa sesulit apapun masalah yang datang, dengan izin Allah SWT, selalu ada jalan untuk menyelesaikannya.

Kontrol Diri Sendiri
Saat menjalankan ibadah puasa, Anda akan mengontrol diri Anda sendiri. Anda bisa mengatakan "Saya sedang puasa," padahal bisa saja tidak, bisa saja Anda makan diam-diam, bisa saja Anda baru membatin yang buruk tentang orang lain. Maka jadikan puasa Ramadan untuk mengontrol semua kepatuhan pada ajaran Islam.

Sederhana Adalah Keindahan
Di bulan yang suci ini, jangan buat diri Anda menjadi pribadi yang gelap mata saat melihat potongan harga atau membeli sesuatu dengan berlebih-lebihan. Fenomena ini cukup menyedihkan dan banyak terjadi di Indonesia. Sesungguhnya puasa Ramadan mengajarkan kesederhanaan dan saling berbagi pada mereka yang membutuhkan. Kesederhanaan adalah salah satu keindahan dalam Islam.

Selalu Bersyukur
Saat Anda berpuasa, Anda akan semakin menghargai makanan dan minuman, Anda akan semakin menghargai kerja keras untuk memperolehnya. Selain itu, Anda ikut merasakan bagaimana orang yang kekurangan harus menahan lapar, haus, bahkan mengonsumsi makanan tidak layak. Di saat seperti inilah Anda akan semakin belajar bersyukur dan membantu saudara yang membutuhkan.

Mengalahkan Emosi
Mengalahkan rasa lapar dan haus sangat mudah, mengalahkan emosi dan amarah membutuhkan perjuangan yang lebih berat. Kadang bibir tidak bisa dikendalikan, kadang pikiran buruk dan membatin jelek tentang orang lain tercetus begitu saja. Bulan Ramadan bisa menjadi media untuk menahan emosi dan pengendalian diri untuk memperlakukan orang lain lebih baik, sebagaimana Anda ingin diperlakukan.

Toleransi dan Memaafkan
Toleransi dan memaafkan adalah dua hal yang akan Anda pelajari di bulan Ramadan. Memaafkan kesalahan orang lain, sekaligus memaafkan diri sendiri. Toleransi juga harus diberikan pada saudara kita yang tidak menjalankan ibadah puasa. Anda puasa, mereka tidak. Jangan sampai hal itu memancing permusuhan. Jika waktunya mereka makan, biarkan mereka makan. Melihat orang lain makan, Anda seharusnya tidak terpancing, karena sekali lagi, puasa di bulan Ramadan adalah bagaimana Anda mengendalikan diri, bukan berteriak minta dihormati.

Lebih Dewasa dan Bijak
Setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, seharusnya setiap orang menjadi pribadi yang lebih dewasa, yang bisa menjaga tutur kata, yang bisa mengendalikan emosinya di sepanjang waktu, tidak hanya di bulan Ramadan. Maka jadikan bulan Ramadan tahun in sebagai waktu yang tepat untuk menjadi manusia yang lebih baik, tidak sekedar menahan lapar dan haus.